Home / Sangatta / Dinas Pendidikan Kutim Apresiasi Prestasi YPPSB

Dinas Pendidikan Kutim Apresiasi Prestasi YPPSB

Sangatta. Prosesi wisudawan wisudawati SD YPPSB 3 yang dipusatkan di gedung olahraga Swarga Bara dengan tema “Asaku Bersama Jemarimu” dengan konsep drama kolosal, melepas 98 siswa siswi yang telah mengikuti ujian nasional berstandar nasional, Senin (7/5).

Selain dihadiri wali murid kelas 6, wali murid pengisi acara dan penerima penghargaan, juga dihadiri Kepala Dinas Pendidikan Kutai Timur yang diwakili Kasi Kurikulum dan Evaluasi SD Muhammad Syaiful Imron, S. Pd., M.Si , pengurus YPPSB, para kepala sekolah di lingkungan YPPSB, dan para kepala sekolah SD se Sangatta Utara.

Dalam sambutannya Kasi Kurikulum dan Evaluasi SD Muhammad Syaiful Imron, S. Pd., M. Si memberikan apresiasi dan penghargaan yang tinggi kepada YPPSB yang telah berprestasi baik di tingkat kabupaten, provinsi maupun nasional.

“YPPSB memiliki berbagai prestasi yang luar biasa. Kepala SD YPPSB Bapak Marsono menjadi finalis kepala sekolah berprestasi tingkat nasional. Bapak Sismanto menjadi finalis lomba Inobel tingkat nasional dan juga mengajak para guru di Kutai Timur membuat buku hanya dalam waktu dua hari,” jelas Imron sapaan akrabnya.

Lebih lanjut menurut Imron kemarin salah satu guru YPPSB atas nama Imam Wahyudi, S.Si., M.Pd juga menjuarai lomba Olimpiade Guru Nasional (OGN) yang digelar di Lombok. Disamping guru-gurunya beberapa siswa siswi SD YPPSB juga berprestasi di tingkat nasional pada lomba olimpiade siswa nasional (OSN).

Saat ini, dinas pendidikan Kutai Timur membuat pilot Project dengan menerapkan sistem digital learning untuk SMP yang diseleanggarakan di SMPN 1 dan SMPN 2 Sangatta Utara, dengan sistem ini orang tua bisa melihat langsung prestasi anaknya melalui gadgetnya.

Sementara ketua Yayasan Pendidikan Prima Swarga Bara Khudori, menyambut baik inisiatif Dinas Pendidikan Kutai Timur yang menerapkan learning digital system. Baginya, YPPSB memiliki segalanya seharusnya tidak boleh kalah dengan sekolah-sekolah negeri.

Khudori memaparkan bahwa dirinya dan para guru-guru rata-rata merupakan generasi X yang lahir pada tahun 70, 80, dan 90. Sebuah generasi yang awalnya kurang mengenal dunia digital kemudian mengenal dunia digital, sehingga ketika memiliki HP yang bagus fitur-fitur yang digunakan hanyalah telepon, sms, dan WhatsApp.

Sementara anak-anak yang lahir pada generasi Y seperti anak-anak yang dilepas hari ini sangat adaptif dalam menggunakan teknologi digital. Orang tua tidak bisa menahan anak untuk menggunakan teknologi sehingga tugasnya adalah bagaimana anak-anak bisa memanfaatkan teknologi itu dengan baik.

Menyikapi program digital learning system yang saat ini dilakukan oleh dinas pendidikan Kutai Timur, dirinya berharap sekolah-sekolah di lingkungan YPPSB menerapkan “The most creative teacher during a year”, memberikan apresiasi kepada guru-guru yang telah kreatif menggunakan teknologi dalam pembelajarannya. (Nala)

Leave a comment

About Harian Kutim

Check Also

TPT PERHAPI ke XXVII dan Kongres X KUTAI TIMUR KIRIM 14 DELEGASI

Perhimpunan Ahli Pertambangan Indonesia (PERHAPI) Kutai Timur mengirim 14 delegasi dalam ajang Temu Profesi Tahunan …

1000 Pesepeda Kaltim Bakal Ramaikan Jambore Mountain Bike 2018 di Sangatta

Sebanyak 1000 pesepeda dari komunitas sepeda gunung (Mountain Bike-MTB) Kaltim, akan meramaikan acara Jambore MTB …

KPC Pembayar Pajak Terbesar Tahun 2018

PT Kaltim Prima Coal (KPC) kembali dinobatkan sebagai perusahaan pembayar pajak terbesar tahun 2018. Kali …

Leave a Reply

%d bloggers like this: