Home / Berita / Himpaudi Kutim Adakan Workshop 3 in 1 Anak Berkebutuhan Khusus

Himpaudi Kutim Adakan Workshop 3 in 1 Anak Berkebutuhan Khusus

Sangatta, hariankutim.com – Hari Rabu tanggal 29 Maret 2017 lalu, saya menyusuri jalanan Bengalon pada jam 06.30 WITA dari Sepaso timur menuju Simpang Empat. Saya dan Kawan guru dari TK Pembina Bengalon dan PAUD Al Ghazali berencana pergi ke Sangatta untuk menghadiri acara workshop yang digagas oleh HIMPAUDI kabupaten dengan berjudul “kreativitas 3 in 1 dan anak berkebutuhan khusus” yang diselenggarakan pada tanggal 29 – 30 Maret 2017.

Setelah sampai di tempat acara, di gedung kantor desa Sangatta Utara, acara belum dimulai, setelah proses pendaftaran dan absensi kami mencari tempat dan mencari kenalan guru lain, peserta yang datang berasal dari berbagai TK dan PAUD di Kutai Timur, yaitu Sangatta, Bengalon, Rantau pulung, Bual-bual, Teluk Pandan. Setelah tidak lama menunggu, acara dimulai dengan tari india dari paud Smart Kids, dilanjutkan dengan tari cindai dan tari merak. Seru sekali melihat anak-anak TK dan PAUD bergerak gemulai mengikuti tarian.

Acara dimulai dengan pembukaan oleh MC dilanjutkan dengan pembacaan ayat suci Al Quran, lagu Indonesia Raya oleh seluruh peserta, paduan suara anggota Himpaudi yang menyanyikan Hymne dan Mars Himpaudi, kemudian sambutan dari panitia acara, ketua Himpaudi kabupaten, perwakilan Dinas Pendidikan, perwakilan Bunda PAUD yang disampaikan oleh ibu Dharma Wanita koordinator Pokja 2 dan sambutan terakhir disampaikan oleh ibu Sekda sekaligus membuka acara workshop.

Pemateri Workshop mulai dengan penjelasan mengenai apa saja kreativitas 3 in 1, yaitu keterampilan dengan menggunakan kertas kokoru lalu finger painting dan yang terakhir membuat boneka dari balon.

Panitia kemudian membagikan kertas kokoru, lem Uhu dan pensil. Kertas Kokoru adalah kertas yang memiliki sisi gelombang disebelah dan sebelah lainnya berbentuk datar. Para peserta memperhatikan contoh yang dibuat oleh kakak tutor, mulai dari menggulung, mengelem dan menyatukan dan menempel aksesoris. Kemudian kami mencoba membuat sesuai arahan dan kontrol dari panitia. Alhamdulillah karya pertama kami adalah membuat Angry Birds untuk hiasan pensil. Kami sangat senang sekali karena kami baru belajar membuat kerajinan dari Kokoru.

Setelah karya kami jadi acara pun dilanjutkan dengan finger painting, acara ini tidak kalah seru dengan acara pertama. Kakak tutor memberikan contoh finger painting dengan materi mirror alias cermin prakteknya adalah kertas HVS dilipat menjadi 2 kemudian pasta warna ditaruh di tengah-tengah kertas lalu ditutup kemudian jari digerakkan sesuai dengan bentuk benda yang kita inginkan. Kami belajar membuat ikan dan topeng. Gambar kami memang belum sebaik contoh dari kakak tutor, tetapi tidak terlalu buruk lah untuk pemula karena materi ini sangat dasar dan mengasyikkan.

Acara berhenti sebentar untuk salat dan makan, kemudian dilanjutkan dengan materi membuat boneka dari bahan balon dan tepung akrilik (tepung untuk membuat gigi palsu). Kami memperhatikan Kakak tutor memberikan contoh membuat boneka, tepung dimasukkan kedalam balon perlahan-lahan dengan bantuan corong dan pendorong (spidol) sampai padat, lalu diikat kencang, jangan lupa untuk mengoles ujung ikatan dengan minyak goreng sebagai pelumas, agar ikatan yang dihasilkan kecil dan tipis. Setelah diikat, boneka diberi rambut dan mata. Boneka bisa dibentuk sesuka hati menjadi gajah bebek muka dan lain lain, boneka ini dapat menjadi boneka alternatif pengganti plastisin. Tetapi saya dan teman-teman tidak membuat boneka ini karena keterbatasan alat dan waktu.

Sebelum acara ditutup, kami mengumpulkan karya kami untuk dinilai. Karya teman-teman sangat bagus, MC menyebutkan nama-nama peserta dengan karya terbaik. Setelah mereka maju, sponsor pun memberikan hadiah kepada para pemenang.

Alhamdulillah acara pertama telah selesai, kami pulang dengan personil lengkap seperti berangkat, dalam perjalanan pulang hujan turun sangat deras sampai kami keluar Sangatta. Diperjalanan kami mengobrol seputar workshop, kami sangat bersyukur banyak mendapatkan ilmu baru di hari ini. (Rosma/Nala)

Leave a comment

About Harian Kutim

Check Also

SMPN 2 Kaubun Galang Dana Bantuan Gempa Lombok

Kaubun, Kepala Sekolah, dewan guru, dan siswa SMPN 2 Kaubun yang terletak di Desa Kadungan …

lomba Olimpiade Nasional Inovasi Pembelajaran Matematik ONIP 2018

ONIP 2018 Silakan bagi guru kelas SD, guru matematika SMP/MTs, SMA/MA dan SMK ikuti lomba …

Call For Paper Seminar Nasional Pendidikan Matematika 2018

SeNdiMat VI Setelah lima kali menyelenggarakan Seminar Nasional Pendidikan Matematika (SeNdiMat), PPPPTK Matematika kembali menyelenggarakan …

Leave a Reply

%d bloggers like this: