http://wp.me/a8lLAR-1H3
Home / Kolom / Jangan Ada Ketimpangan Pada Tri Pusat Pendidikan

Jangan Ada Ketimpangan Pada Tri Pusat Pendidikan

Oleh :
Moh. Syaiful Imron, S.Pd., M.Si
Kepala Seksi Kurikulum dan Evaluasi Pendidikan Dasar (SD)

Keberhasilan pendidikan adalah aset yang sangat signifikan dalam perkembangan peradaban suatu bangsa di masa depan, oleh sebab itu perlu perencanaan yang matang, pelaksanaan yang konsisten dan on the track yang benar, serta evaluasi yang akuntabel . Hal ini diharapkan dapat memberikan gambaran capaian- capaian pendidikan yang jelas dan terukur sebagai tindak lanjut disetiap perkembangan pendidikan sehingga terjadi peningkatan pendidikan baik dari segi kuantitas maupun kualitas.

Kuantitas dan kualitas pendidikan tidak hanya menjadi tanggung jawab negara melalui pendidikan formal di sekolah atau lembaga pendidikan, namun lebih dari itu semua komponen bangsa ini bertanggung jawab atas keberhasilan pendidikan melalui peran dan fungsi masing – masing yang membentuk sinergi saling menopang satu dengan yang lain menuju satu tujuan terbentuknya peradaban dan moralitas yang mulya serta kesejahteraan dan martabat yang tinggi melalui keberhasilan pendidikan.

Pada garis besarnya terdapat tiga komponen yang dapat memepengaruhi keberhasilan pendidikan yang di sebut Tri Pusat Pendidikan yang saling terkait satu dengan yang lain dalam melaksanakan fungsinya. Tri pusat pendidikan tersebut adalah keluarga, sekolah dan masyarakat dimana negara harus memperhatikan ketiga pusat pendidikan tersebut dalam rangka penjaminan mutu pendidikan melalui program – programnya yang pengimplementasiannya dilaksanakan oleh lembaga – lembaga kementrian yang dilanjutkan oleh lembaga dibawahnya sesuai dengan kewenangannya.

Keluarga merupakan madrasatul ula atau tempat pendidikan pertama yang dirasakan oleh anak. Dalam keluarga inilah anak akan pertama belajar tentang banyak aspek baik yang berhubungan kemampuan problem solving maupun perkembangan psikis yang akan membentuk prilaku sosial dan relegius yang ia peroleh melalui observasi dari anggota keluarga terutama kedua orang tuanya.

Oleh sebab itu, suasana keluarga harus selalu hangat dan harmonis terjadi keseimbangan hak dan kewajiban melalui komunikasi yang sehat antar anggota keluarga. Mereka menjalankan rutinitas sesuai tugas dan tanggung jawab masing- masing dengan semangat mandiri untuk memperoleh hasil terbaik atas pekerjaan yang dilakukan ditiap harinya. Peraturan rumah tangga yang mengatur regulasi dalam rumah tangga disikapi dan dijalankan dengan keikhlasan, serta setiap anggota keluarga memahami betul terbentuknya dan tujuan peraturan tersebut berlaku di keluarganya. Jika pembentukan pribadi anak di keluarga terjadi dengan baik maka anak ini akan lebih kuat menghadapi permasalahan sosial di luar rumah dilingkungan masyarakat maupun dilingkungan sekolah. Namun kita tidak boleh lengah karena lingkungan dapat pula membawa pengaruh negatif terhadap perkembangan anak yang memungkinkan akan merusak stabilitas keharmonisan keluarga yang telah kita pupuk dan kita bina dengan segenap jiwa raga kita.

Sekolah adalah lingkungan dimana anak kita menghabiskan waktu, terutama pada sekolah SMP/MTs dan SMA/MA/SMK dimana mereka hampir 8 – 10 jam ada disekolah. Pada usia remaja atau menginjak remaja, keingintahuan mereka cukup tinggi sehingga terkadang mereka mudah dipengaruhi. Mereka masih berproses untuk mengenal jati diri atau mencari identitas diri, oleh sebab itu diperlukan profil – profil sosok teladan yang akan mereka contoh dalam membentuk pribadinya baik dilingkungan keluarga, sekolah maupun masyarakat.

Sekolah wajib membentuk sistim managemen pendidikan yang selalu dan harus mengawal perkembangan peserta didiknya baik kemampuan berpikir ilmiahnya, sikap sosial dan sikap religius. Hal ini merupakan tugas yang cukup berat yang di emban oleh sekolah. Agar sistem managemen sekolah berjalan dengan baik, yang perlu diperhatikan pertama adalah kempemimpinan kepala sekolah. Kepala sekolah adalah unsur yang sangat penting di sekolah karena ia merupakan pengambil keputusan tertinggi di sekolah.

Kepala sekolah wajib memiliki kemampuan dalam memenej sekolah yang ia pimpin melalui kebijakan strategis yang ia terapkan. Kebijakan strategis kepala sekolah meliputi pengelolaan Sumber Daya Manusia (SDM) , pengelolaan Sarana dan Prasarana, Penggerak Ekosistem di Sekolah, Menjadi Teladan, Managemen Pembaharuan, Kepemimpinan Pembelajar, Visioner dan Mendorong Terjadinya Perubahan di sekolah. Jika kemampuan kepala sekolah yang tersebut diatas di laksanakan dengan baik tidak menutup kemungkinan akan terbentuk suatu sistim menegemen sekolah yang unggul.

Dukungan dewan guru,komite dan warga sekolah lainnya atas managemen yang diterapkan oleh kepala sekolah merupakan kekuatan hebat atas keberhasilan sekolah tersebut. Pada akhirnya terbentuklah lulusan / output siswa unggul yang mampu dan eksis terhadapat perkembangan zaman yang akan membawa bangsa ini pada puncak kejayaan
Selain lingkungan di sekolah yang mempengaruhi perkembangan kejiwaan dan kecerdasan anak, lingkungan masyarakat dimana anak sering bersentuhan juga sangat penting kita perhatikan.

Lingkungan masyarakat ini dibentuk dari dari kumpulan anak-anak dengan latar belakang keluarga yang berbeda – beda dan sekolah yang berbeda – beda pula. Masyarakat juga harus mempunyai sistem yang membentengi terhadap warganya dari pengaruh – pengaruh buruk seperti kenakalan remaja, penggunaan obat – obat terlarang, terorisme dan kriminalitas lainya. Keterjalinan yang hangat, saling membantu dan saling memperhatikan dalam batasan tertentu antar keluarga di masyarakat perlu terus dipupuk, dipertahankan dan dibina sehingga terbentuk masyarakat yang nyaman dan kondusif terhadap perkembangan jiwa anak yang pada akhirnya mendukung anak dalam mengejar cita – citanya
Tripusat pendidikan menjadi tanggung jawab kita semua ketiga pusat pendidikan harus berkembang secara simultan dan bersinergi, tidak ada ketimpangan di antara ketiganya. Pemerintah harus memperhatikan ketiganya dengan mencanangkan kegiatan – kegiatan yang melibatkan ketiga pusat pendidikan itu sesuai porsi dan liding sektornya.

Bicara pendidikan tidak hanya terpusat pada sekolah saja, pembentukan keluarga sejahtera, pemberdayaan masyarakat juga harus digarap dengan serius sehingga memberikan kontribusi terhadap pendidikan anak di masa depan. Sekali lagi jangan ada ketimpangan pada tripusat pendidikan jika kita ingin anak – anak kita menjadi generasi penerus bangsa yang tangguh dan mampu membawa bangsa ini dipuncak kejayaan.

Leave a comment

About Harian Kutim

Check Also

SMPN 2 Kaubun Galang Dana Bantuan Gempa Lombok

Kaubun, Kepala Sekolah, dewan guru, dan siswa SMPN 2 Kaubun yang terletak di Desa Kadungan …

lomba Olimpiade Nasional Inovasi Pembelajaran Matematik ONIP 2018

ONIP 2018 Silakan bagi guru kelas SD, guru matematika SMP/MTs, SMA/MA dan SMK ikuti lomba …

Call For Paper Seminar Nasional Pendidikan Matematika 2018

SeNdiMat VI Setelah lima kali menyelenggarakan Seminar Nasional Pendidikan Matematika (SeNdiMat), PPPPTK Matematika kembali menyelenggarakan …

Leave a Reply

%d bloggers like this: