http://wp.me/a8lLAR-1H3
Home / Sangatta / KPC dan Diknas Apresiasi Workshop Menulis Buku IGI Kutai Timur

KPC dan Diknas Apresiasi Workshop Menulis Buku IGI Kutai Timur

SANGATTA. Ikatan Guru indonesia (IGI) Kutai Timur menggelar workshop writing book revolution, menulis buku sampai terbit hanya dalam jangka waktu 2 hari di Wisma Raya Senior Camp, PT. Kaltim Prima Coal, Sabtu (16/11).

Workshop diikuti 55 peserta dari berbagai latar belakang peserta yang terdiri dari guru, kepala sekolah, dan pengawas. Sebagaimana dijelaskan ketua pelaksana kegiatan Anik Yusanti, M.Pd dalam sambutan pembukaan “64 peserta yang terdaftar di panitia, namun yang bisa hadir 55 peserta,” ujarnya.

Lebih lanjut menurut Anik, ia berharap dengan adanya workshop ini akan menghasilkan semangat untuk belajar, menjadi guru yang baik, meningkatkan mutu pendidikan, dan untuk kebaikan anak didik.

Dalam sambutannya mewakili manajemen PT. KPC, Superintendent Community Health and Education Yuliana Datu Bua mengapresiasi IGI Kutai Timur yang mengadakan workshop menulis buku.

Yuliana mengungkapkan bahwa dalam proses komunikasi tidak hanya dilakukan dengan berbicara menulis juga merupakan proses komunikasi. Ia menceritakan sosok penulis Karya Herry Potter yang ditulis JK. Rowling menuliskan dari kisah orang-orang yang aku ketahui, aku tulis dengan pengalamannya masing-masing.

“Untuk itu, bagi seseorang yang memiliki karakter Introfet bisa disalurkan dengan menulis,” ujarnya.

Bersyukur ada IGI yang mengadakan pelatihan ini sehingga nantinya dapat menghasilkan buku-buku yang berkualitas. “Nanti bisa diskusi secara intens untuk membahas pelatihan untuk guru,” Yuliana menutup sambutanya.

Mewakili kepala dinas pendidikan kabupaten Kutai, Timur, Kasi Kurikulum dan Evaluasi SD Muhammad Syaiful Imron, S. Pd., M. Si. bahwa dinas pendidikan mengapresiasi IGI yang menyelenggarakan kegiatan peningkatan kompetensi guru melalui workshop menulis. “Untuk itu, saya berharap peserta serius dan semangat mengikuti kegiatan ini dengan berbiaya dan meluangkan waktu weekend,” ujarnya.

Selaku guru maupun pengawas adalah pekerjaan yang langsung bersinggungan dengan perkembangan ilmu pengetahuan, maka kemampuan menulis sangat dibutuhkan. “Dengan adanya kemampuan menulis maka ide – ide yang ada di kepala dapat dituangkan, sehingga dapat membantu memecahkan masalah yg ada, juga pembaharuan untuk ilmu pengetahuan. Jika ide muncul jangan ditunda untuk menuangkan dalam tulisan,” Tutup Imron.
(Sismanto/Nala)

Leave a comment

About Harian Kutim

Check Also

KPC Kembali Gelar Operasi Bibir Sumbing

PT Kaltim Prima Coal (KPC) kembali menggelar bhakti sosial operasi bibir sumbing, yang dikenal sebagai …

Ketua Pengadilan Tinggi Kaltim Terkesan Paska Tambang KPC

Dalam kunjungannya ke Sangtta, Sabtu (13/4), Ketua Pengadilan Tinggi (PT) Kaltim Sutoyo SH MHum beserta …

Pimpin Ruqyah Massal Aswaja, Sismanto Fokus Dakwah Alquran Biruqyah

Sangatta, tidak kurang dari 300an orang mengikuti ruqyah massal yang diadakan Jami’ah ruqyah Aswaja cabang …

Leave a Reply

%d bloggers like this: