Home / Kaltim/Kaltara / KPK panggil enam saksi kasus Rita Widyasari
Bupati Kutai Kartanegara Rita Widyasari bersiap menjalani pemeriksaan di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Jumat (6/10/2017). (ANTARA FOTO/Puspa Perwitasari)

KPK panggil enam saksi kasus Rita Widyasari

Jakarta – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memanggil enam saksi untuk diperiksa dalam penyidikan tindak pidana pencucian uang (TPPU) atas tersangka Bupati Kutai Kartanegara nonaktif Rita Widyasari.

“Hari ini, dijadwalkan pemeriksaan terhadap enam orang saksi untuk tersangka Rita Widyasari terkait kasus TPPU,” kata Juru Bicara KPK Febri Diansyah saat dikonfirmasi di Jakarta, Senin.

Bupati Kutai Kartanegara Rita Widyasari bersiap menjalani pemeriksaan di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Jumat (6/10/2017). (ANTARA FOTO/Puspa Perwitasari)
Enam saksi itu antara lain dua komisaris PT Hanu Mitra Papua Industri Lini Fungki Lestari dan Juanda Lesmana, tiga pemegang saham PT Tanjung Prima Mining masing-masing Antony Lesmana, Lauw Gunawan Lesmono, dan Soegwanto serta Danu Wira dari unsur swasta lainnya.

KPK baru saja menetapkan Rita Widyasari yang merupakan Bupati Kutai Kartanegara 2010-2015 dan 2016-2021 serta komisaris PT Media Bangun Bersama Khairudin sebagai tersangka TPPU pada Selasa (16/1).

Rita Widyasari bersama-sama Khairudin diduga telah menerima dari sejumlah pihak baik dalam bentuk fee proyek, fee perizinan, dan fee pengadaan lelang barang dan jasa APBD selama kurun masa jabatannya sebagai Bupati periode 2010-2015 dan 2016-2021.

Diduga Rita Widyasari dan Khairudin menguasai hasil tindak pidana korupsi dengan nilai sekitar Rp436 miliar.

baca: KPK tetapkan Rita Widyasari-Khairudin tersangka TPPU

Terkait dugaan penerimaan gratifikasi itu, KPK menemukan dugaan TPPU dalam hubungannya dengan perbuatan menempatkan, mentransfer, mengalihkan, membelanjakan, membayarkan, mengibahkan, menitipkan, membawa ke luar negeri, mengubah bentuk, menukarkan dengan mata uang atau surat berharga atau perbuatan lain.

Atas harta kekayaan yang diketahui atau patut diduga hasil tindak pidana korupsi dengan tujuan menyembunyikan atau menyamarkan asal usul harta kekayaan dan atau menyembunyikan atau menyamarkan asal usul, sumber, lokasi, peruntukan pengalihan hak-hak atau kepemilikan yang sebenarnya atas harta kekayaan yang diketahuinya atau patut diduga merupakan hasil tindak pidana korupsi yang diduga dilakukan Rita Widyasari bersama-sama Khairudin selama periode jabatan Rita Widyasari sebagai Bupati.

Terhadap Rita Widyasari dan Khairudin disangkakan melanggar Pasal 3 dan/atau Pasal 4 Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2010 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 jo Pasal 65 ayat (1) KUHP.

Dalam penyidikan kasus itu, KPK juga telah menyita beberapa barang mewah milik Rita Widyasari yang diduga terkait dengan TPPU.

Terdapat 36 tas yang disita dari berbagai merk seperti Channel, Prada, Bulgari, Hermes, Celine, dan lain-lain. Selanjutnya, sepatu sebanyak 19 pasang dalam berbagai merk seperti Gucci, Louis Vuitton, Prada, Channel, Hermes, dan lain-lain.

Kemudian 103 perhiasan emas dan berlian berupa kalung, gelang, cincin serta 32 jam tangan berbagai merk seperti Gucci, Tisot, Rolex, Richard Millie, Dior, dan lain-lain. (*)

Source Antara

Leave a comment

About Harian Kutim

Check Also

Setelah Kirab, Erau Adat Kutai dan EIAF 2018 Digas Makin Kece

KUKAR – Kehebohan kirab budaya Erau Adat Kutai dan EIAF 2018 berlanjut ke Stadion Rondong …

Kutim bersaing dengan 9 Kabupaten/Kota menuju OSN Nasional di Kota Padang

Samarinda-Pembukaan Seleksi Olimpiade Sains Nasional (OSN) SMP/MTs Tingkat Provinsi yang berlangsung pada malam Jumat, 20 …

Ketua ISNU: Anaknya orang NU, Masuknya PMII

Samarinda, Pengurus Wilayah Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama (ISNU) Kalimantan Timur menggelar konferensi wilayah ISNU di …

Leave a Reply

%d bloggers like this: