http://wp.me/a8lLAR-1H3
Home / Daerah / Mekanisasi Panen Padi di Suak Tapeh Banyuasin Lebih Efisien

Mekanisasi Panen Padi di Suak Tapeh Banyuasin Lebih Efisien

BANYUASIN. Panen padi di Kecamatan Suak Tapeh Banyuasin, telah berlangsung sejak akhir Desember 2017 hingga hari ini. Berdasarkan laporan Korlap Kec. Suak Tapeh Muchtaridi, lokasi panen hari ini (2/1/2018) berada di Gapoktan Suak Tapeh Jaya Desa Lubuk Lancang, dengan luas panen hingga hari ini seluas 43 Ha dari potensi panen seluas 876 Ha. Sementara total luas sawah di Kecamatan Suak Tapeh seluas 1.068 Ha. Varietas yang dipanen adalah Ciliwung dengan rata-rata hasil panen mengunakan Combine Harvester cukup tinggi mencapai 5 ton/Ha GKP.

Panen padi dengan menggunakan combine harvester lebih cepat dan lebih efisien dalam hal waktu, tenaga kerja serta menekan kehilangan hasil. Selain itu, Muchtaridi melaporkan bahwa pada musim panen ini keberadaan hama tikus mengancam sawah petani yang siap panen. Ditambah lagi intensitas curah hujan yang tinggi beberapa hari terakhir menyebabkan sawah tergenang air cukup tinggi.

Kondisi tersebut mengharuskan petani berpacu dengan waktu untuk menentukan waktu panen yang tepat. Bila air surut, kita langsung turunkan combine harvester untuk memanen padi. Kalau dilakukan secara konvensional sulit kita memanen dalam skala luas dengan waktu yang singkat. Dengan menggunakan combine havester panen sawah 1 Ha hanya membutuhkan waktu 5 jam.

Pada laporan tertulisnya, Risfaheri sebagai Penjab Upsus Banyuasin, mengatakan bahwa penerapan full mekanisasi di lahan pasang surut menjadi suatu keharusan mulai dari mengolah tanah, menanam sampai dengan panen. Selain lahan yang dimiliki petani relatif luas 2-6 Ha per KK, tenaga kerja terbatas dan mahal disana. Perubahan cuaca dan kondisi pasang surut mengharuskan petani harus dapat mengantisipasinya, baik ketika mau menanam maupun pada saat panen. Pada saat sawah tergenang dan pasang, kita tidak mungkin menurunkan alsintan ke sawah.

Kementerian Pertanian telah memberikan bantuan sarana prasarana alsintan yang cukup memadai, pembuatan tanggul dan perbaikan tata air di lahan pasang surut, sehinga kendala kendala tersebut dapat diatasi, ujarnya.

(Kementan/Nala)

Leave a comment

About Harian Kutim

Check Also

Usai Pelantikan IDI, Gusmal Berharap Adanya Sosialisasi Prosedur dan Etika Praktek Dokter

SOLOK – Kenyamanan dan kesembuhan pasiennya sudah seharusnya menjadi prioritas utama bagi para dokter di …

Jum’at Subuh: Longsor Sempat Menutup Total Jalinsum Kiliranjao – Padang

SIJUNJUNG – Bencana alam longsor yang terjadi sekitar pukul 05.30 WIB, kemarin (2/3/2018), di Jalan …

Gelar aksi tolak UU MD3, ini tuntutan PC PMII KUTIM

Pengurus cabang Pergerakan mahasiswa islam indonesia (PMII) kabupaten kutai timur gelar aksi tolak UU MD3 …

Leave a Reply

%d bloggers like this: