Home / Berita / Mengenal Fitur Smart View pada Smartphone

Mengenal Fitur Smart View pada Smartphone

HARIANKUTIM.COM – Hari sabtu tanggal 28 Januari 2017 Ikatan Guru Indonesia (igi) Kutim, kembali mengadakan satu gebrakan inovatif berupa kegiatan workshop dengan topik utama mengoptimalkan tehnologi berbasis android guna meningkatkan kemampuan guru dalam berinovasi dan berkreasi dalam melaksanakan pembelajaran.
Peserta workshop ini adalah para guru yang sebelumnya telah mendaftar Secara on line yaitu berjumlah sekitar 120 orang yang berasal dari beberapa kecamatan, diantaranya berasal dari wahau, kongbeng, bengalon dan sangatta sebagai tuan rumah.

Kegiatan ini berlangsung mulai pukul 8 pagi hingga pukul 4 sore, dan akan dilanjutkan esok hari yaitu hari Minggu 29 Januari 2017 dijam dan ditempat yang sama yaitu di pendopo rumah Jabatan Bupati Kutai Timut Bukit Pelangi. Pemateri adalah Bapak Mampuono selaku sekjen igi pusat dan pemenang Asia Pacific Inovative Teacher Competition 2007 serta penemu aplikasi menemu baling tahun 2016.

Mampuono mengenalkan sekaligus menjelaskan bagaimana menulis dengan mulut dan membaca dengan telinga (menemu baling). Program inilah yang pada hari pertama workshop para peserta secara berkelompok diminta untuk praktek langsung dengan mengunduhnya di google, khususnya bagi peserta yang sudah memiliki hp/tablet android dengan ios 6 ke atas. Bagi yang belum memiliki dapat bergabung dengan kelompok lain.

Selain Mampuono, Sismanto HS yang juga sebagai ketua pelaksana kegiatan juga mendeskripsikan tentang beberapa fitur samsung android seperti smart view. Smart view merupakan fitur khusus yang dimiliki oleh smartphone, sehingga smartphone tersebut tidak perlu menginstal aplikasi penghubung antara smartphone dan infocus. Sementara ezcast, any cast, atau miracast adalah alat penghubung nirkabel antara smartphone dan Infocus, yang memerlukan akses wifi, tapi bukan seperti wifi nya jaringan Internet.

Ezcast, any cast, atau miracast hanya memanfaatkan koneksi wifi yg tersedia pada semua smartphone, seperti halnya bluetooth. Jadi wifi itulah yg kemudian menjadi perantara antara smartphone dan LCD proyektor, atau infocus. Sehingga fasilitas ini bisa digunakan di mana saja, meskipun di daerah pedalaman yg tidak terdapat akses internet, karena mereka tidak memerlukan itu. Tetapi untuk bisa memanfaatkan mereka tersebut, harus memiliki alat khusus yang namanya ezcast, atau anycast, atau miracast tersebut yang dihubungkan pada LCD proyektor, infocus, bisa juga TV LCD, LED.

Dipenghujung kegiatan, Bapak Mampuono menutup acara dengan mengajak seluruh peserta kompak/toss dan berikrar, bahwa guru bisa membuat perubahan positif dengan tidak hanya bisa menyuruh siswa belajar, tetapi guru juga harus tetap belajar dan terus belajar, guru tidak akan membuat siswa lemah tetapi sebaliknya menjadi kuat dan mandiri, serta menghapus ketertinggalan dari bangsa lain.

Citizen journalism Setiyati

Leave a comment

About Harian Kutim

Check Also

Gelar aksi tolak UU MD3, ini tuntutan PC PMII KUTIM

Pengurus cabang Pergerakan mahasiswa islam indonesia (PMII) kabupaten kutai timur gelar aksi tolak UU MD3 …

Persatuan perawat kutim gelar seminar dan workshop

Sangatta- bertempat di ruang meranti, kantor bupati kutai timur, persatuan perawat nasional (PPNI) cabang kutai …

Natal: Cinta itu Anugerah, Maka Berbahagialah

SANGKULIRANG. Perayaan Ekaristi Natal kedua di Stasi St. Matius, PT. Etam Bersama Lestari (EBL) pada …

Leave a Reply

%d bloggers like this: