http://wp.me/a8lLAR-1H3
Home / Berita / Mengenal Jam’iyyah Shalawat “Sontoloyo ‘Aunanalillah” Muara Wahau
Mengenal Jam’iyyah Shalawat “Sontoloyo ‘Aunanalillah” Muara Wahau

Mengenal Jam’iyyah Shalawat “Sontoloyo ‘Aunanalillah” Muara Wahau

Mendengar kata “sontoloyo” sebagian besar otak kita akan mengasosiasikannya dengan sesuatu yang negatif; ungkapan kejengkelan, umpatan dan lain-lain. namun berbeda dengan jam’iyyah shalawat yang beralamatkan di desa Wanasari Muara Wahau yang memilih “sontoloyo” sebagai nama jam’iyyahnya, lengkapnya adalah Sontoloyo ‘Aunanalillah.

Mengenal Jam’iyyah Shalawat “Sontoloyo ‘Aunanalillah” Muara Wahau

Mendengar namanya yang nyentrik dan beda dari kebanyakan jam’iyyah shalawat yang ada membuat jam’iyyah ini mudah berkesan pada orang yang pernah menyaksikan penampilan atau mendengarkan lantunan shalawat dari jam’iyyah ini. Bukan hanya dari masyarakat Muara Wahau dan sekitarnya saja namun juga banyak dari pejabat kabupaten Kutai Timur yang mengenalnya.

Jam’iyyah ini berdiri sekitar awal tahun 2012 yang dimotori oleh Syafi’i dan beberapa pemuda pecinta shalawat dari desa Wanasari. “Sontoloyo Aunanalilla adalah nama pemberian dari Ustadz Nur Huda dari Jawa yang memiliki arti anak muda yang lemah yang selalu memohon pertolongan kepada Alloh SWT yang bertujuan untuk melestarikan dan menumbuhkan kecintaan masyarakat kepada nabi Muhammad SAW dengan bershalawat” ujar Syafi’i ditemui disela-sela latihan rutin di rumah Alm. Haji Kusnan Jl. Mujahir desa Wanasari.

Jam’iyyah shalawat yang menjadi juara 1 tahun 2015 dan juara 2 tahun 2016 pada Festival Shalawat se kecamatan Muara Wahau ini mendapatkan undangan untuk tampil rata-rata 5 hingga 7 kali dalam satu bulan, bahkan hingga sampai 10 kali di bulan-bulan besar Islam seperti Rabi’ul Awwal, Rajab, dan Muharram.

“Kami menerima undangan dari segala lapisan masyarakat dan segala bentuk acara baik yang kecil seperti acara pemberian nama untuk bayi (tasmiyyah), khitanan, pernikahan hingga tabligh akbar, bukan hanya dari masyarakat Muara wahau, Kongbeng dan Telen saja, bahkan beberapa kali juga diundang ke Bengalon” ujar Syafi’i.

 

Reporter Ubaidillah Editor Nala

Leave a comment

About Harian Kutim

Check Also

Prosesi Pemakaman Herman Ariyanto Umbu Golu Wola

KARANGAN, Desa Pengadan — Tangisan pilu warnai prosesi pemakaman Herman Arianto Umbu Golu Wola (28). …

Penertiban Alat Peraga Kampanye (APK) Kecamatan Kongbeng Berlangsung Aman

Hariankutim.com, Kongbeng__pengawasan penertiban Alat Peraga Kampanye (APK) di wilayah Kongbeng berlangsung hari Sabtu dan Minggu …

PGRI Bekerja Sama dengan UPT pendidikan Muara Wahau Gelar Peringatan Hari Guru Nasional ke-73

Hariankutim.com – Muara Wahau, PGRI dan UPT Pendidikan Muara Wahau Melaksanakan Peringatan Hari Guru Nasional …

Leave a Reply

%d bloggers like this: