Home / Hankam / UN Special Committee on Peacekeeping Operations (C-34) Wahana Diplomasi dan Komitmen Indonesia Bagi Perdamaian Dunia

UN Special Committee on Peacekeeping Operations (C-34) Wahana Diplomasi dan Komitmen Indonesia Bagi Perdamaian Dunia

Pada Senin (12/2), secara resmi telah dimulai agenda pertemuan tahunan United Nations Special Committee on Peacekeeping Operations (C34) di Markas Besar PBB, New York. Pertemuan C-34 pertama kali diinisiasi berdasarkan Resolusi Dewan Keamanan PBB 2006 (XIX) yang dihasilkan dalam sidang keempat Dewan Keamanan PBB pada tanggal 18 Februari 1965. Sampai dengan saat ini, C-34 tercatat beranggotakan 124 negara, baik yang terlibat secara langsung dalam Misi Pemeliharaan Perdamaian PBB maupun beberapa negara peninjau dan organisasi regional. Disamping bertujuan untuk mengulas berbagai isu yang terkait dengan Misi Pemeliharaan Perdamaian PBB, kegiatan ini juga dilaksanakan sebagai bentuk legitimasi untuk merumuskan rekomendasi kebijakan kepada Dewan Keamanan PBB dalam bidang Peacekeeping Operations.

Pada pelaksanaan C-34 kali ini, Indonesia mengirimkan Delegasi yang diketuai oleh Mayjen TNI Hartind Asrin, Dirjen Strategi Pertahanan Kemenhan RI termasuk didalamnya perwakilan dari Pusat Misi Pemeliharaan Perdamaian TNI, yang diwakili oleh Wakil Komandan PMPP, Kolonel Pnb Aldrin Petrus Mongan dan Direktur Pembinaan Perencanaan dan Operasi, Kolonel Arm Heru Langlangbuana. Dalam tahap awal pertemuan yang diawali dengan sambutan pembukaan oleh Presiden Majelis Umum PBB, disampaikan bahwa Misi Pemeliharaan Perdamaian PBB merupakan integrasi yang utuh dari pencegahan konflik (conflict prevention), special political missions dan proses politik, sehingga pelaksanaannya harus mengakomodir berbagai pendekatan, termasuk pendekatan yang inklusif, terutama gender perspective, situational awareness, dan kemitraan yang disertai dengan adanya regional arrangements. Dalam kesempatan yang sama, Presiden Majelis Umum PBB juga kembali menggarisbawahi tentang urgensi pencegahan dan pemberantasan Sexual Exploitation and Abuse (SEA), sebagai ratifikasi dari Resolusi Dewan Keamanan PBB 2272 Tahun 2016.

Dalam sesi general debate sebagai fase yang bergengsi dalam C-34, Delegasi Indonesia mencatatkan diri sebagai salah satu peserta yang sangat aktif berpendapat diantara 10 negara serta 4 organisasi regional lainnya seperti GNB, ASEAN, CELAC dan Uni Eropa. Dalam kesempatan tersebut, Delegasi RI yang diwakili oleh Dirjen Strahan Mayjen TNI Hartind Asrin Kemhan menyampaikan beberapa pernyataan dan catatan diantaranya menyangkut dengan masalah pentingnya kesinambungan antara capacity-building peacekeepers serta strong financial support dalam menyiasati adanya capability gaps dalam Misi Pemeliharaan Perdamaian PBB, dalam hal ini juga untuk menjamin skill-set yang dibutuhkan di misi. Hal tersebut perlu untuk dilakukan guna mengoptimalkan peran Misi Pemeliharaan Perdamaian PBB sebagai sarana mewujudkan sustaining peace, yang salah satunya juga dapat dicapai melalui metode triangular cooperation. Selain menyampaikan usulan agar keberadaan C-34 dapat lebih difokuskan pada pembahasan tentang aspek keamanan dan keselamatan peacekeepers sebagai concerning issues saat ini, delegasi RI juga menegaskan perlunya alternative dan innovative ways bagi negara kontributor dalam melakukan pengadaan dan pembiayaan peralatan yang dibutuhkan di misi, sehingga akan turut menjamin kesinambungan logistic and operational support bagi misi.

Pada kesempatan memberikan pandangan umum mewakili organisasi regional ASEAN, Mayjen TNI Hartind Asrin, Dirjen Strategi Pertahanan Kemenhan RI menyampaikan pandangan pokok ASEAN terkait dengan penguatan kerjasama UN PKO dengan ASEAN dan modalitas ASEAN Peacekeeping Network untuk meningkatkan kapabilitas T/PCCs dari ASEAN guna mendukung mandat Misi Pemeliharaan Perdamaian PBB.
Dalam pelaksanaan pertemuan C-34 kali ini, tercapai beberapa pernyataan umum yang disampaikan oleh Delegasi Negara peserta, antara lain mengenai penghormatan terhadap prinsip-prinsip dalam UN Charter dan 3 prinsip dasar dalam UN PKO, terutama penghormatan terhadap prinsip kedaulatan host country dalam kaitannya dengan penggunaan kekuatan bersenjata (use of force) dan pelaksanaan mandate Protection of Civilian. Dalam kapasitasnya UN PKO diharapkan juga memiliki kemampuan untuk secara efektif mendukung political process dalam mencari solusi politik atas konflik di negara setempat, termasuk upaya early peacebuilding, sustaining peace dan mediasi, sehingga tidak semata-mata mengedepankan pendekatan secara militer.

Seperti kegiatan sebelumnya, isu tentang Protection of Civilian masih menjadi topik hangat yang turut dibicarakan. Sejatinya Protection of Civilian merupakan tanggung jawab dari host country yang bukan serta merta harus dieksekusi dengan military approach, namun sebenarnya dapat juga dilaksanakan melalui proses negosiasi, mediasi serta pembangunan ekonomi. Di masa yang akan datang, PBB harus mampu mengimplementasikan UN PKO untuk lebih adequately-equipped, well-trained dan fully-funded guna menjamin operational capability serta safety/security bagi peacekeepers di lapangan. Permasalahan lain yang dibahas dalam sesi debat umum juga mengungkap beberapa isu seperti: Pertama, pentingnya clear, measurable and achievable mandate serta exit strategy yang jelas bagi setiap misi. Kedua, penguatan triangular cooperation and consultation termasuk penguatan kerjasama secara efektif dengan didasari oleh regional and sub regional arrangements. Ketiga, pentingnya upaya pencegahan dan pemberantasan SEA melalui investigasi yg akuntabel dan implementasi Voluntary Compact serta Circle of Leadership bentukan Sekjen PBB. Ketiga, peningkatan dukungan gender perspective dalam UN PKO, khususnya dengan menambah female peacekeepers, termasuk adanya promosi untuk menduduki jabatan strategis di misi dan di UNHQ. Keempat, penekanan aspek performance dalam UN PKO, termasuk pentingnya fungsi performance-based system yang secara evaluatif akan memuat catatan kinerja dari T/PCCs di masing-masing daerah misi. Hal ini diharapkan akan dapat menjamin efektifitas pelaksanaan mandat. Pesan lainnya yang juga turut dikemukakan dalam sesi general debate adalah adanya komitmen Jepang yang akan mengalokasikan anggaran sejumlah US$ 40 Juta untuk merealisasikan kerjasama dalam rangka peningkatan kapabilitas PKO dengan Negara-negara di kawasan Asia-Pasifik.

Dalam proses selanjutnya, C-34 juga akan mengakomodir pelaksanaan side event tentang Overcoming Capability Gaps in Peacekeeping Operations: Challenges and Opportunities. Dalam kesempatan kali ini Indonesia akan menyajikan beberapa data dan fakta yang terkait dengan pelaksanaan Misi Pemeliharaan Perdamaian PBB oleh Indonesia. Hal ini perlu dilakukan untuk merefleksikan kontribusi aktif Indonesia dalam upaya penguatan kapasitas dan kapabilitas Misi Pemeliharaan Perdamaian PBB. Disamping itu, side event juga bertujuan untuk menampilkan keberhasilan Kontingen Indonesia dalam menjalankan tugas yang dimandatkan di misi dengan menggunakan produk-produk industri strategis nasional, mempromosikan produk-produk industri strategis Indonesia kepada negara-negara kontributor pasukan perdamaian MPP PBB untuk dapat digunakan kontingennya, memproyeksikan produk-produk industri strategis Indonesia sebagai salah satu opsi bagi negara-negara kontributor pasukan perdamaian dalam menyiapkan peralatan yang dibutuhkan bagi kontingennya guna memperkuat upaya penggalangan dukungan bagi pencalonan Indonesia sebagai Anggota Tidak Tetap Dewan Keamanan PBB periode 2019-2020. (Puspen TNI)

Leave a comment

About Harian Kutim

Check Also

Kapuspen TNI : Jaga dan Ciptakan Kebersamaan serta Integritas antara TNI dengan Media

(Puspen TNI). Kegiatan outbound TNI bersama Wartawan yang diselenggarakan oleh TNI sebagai upaya untuk menjaga …

Panglima TNI : Sinergitas TNI dan Wartawan Perlu Dibina

(Puspen TNI). Sinergitas antara Tentara Nasional Indonesia (TNI) dengan rekan-rekan wartawan perlu dibina. Untuk itu, …

Panglima TNI : Pendidikan Bagi Umat Sangat Penting

Pendidikan bagi umat sangat penting, tidak hanya dalam menghadapi kehidupan di dunia namun juga sebagai …

Leave a Reply

%d bloggers like this: