​Camat Kongbeng hadiri Nuzulul Quran Jalur Sakura

  • Whatsapp

Kongbeng, Malam Nuzulul Quran 1438 H yang bertepatan dengan tanggal 10 Juni 2017 menjadi momen yang banyak diperingati oleh kaum muslimin di belahan dunia, tidak ketinggalan kaum muslimin Jl. Sakura desa Marga Mulia SP 4 Kongbeng.
Acara yang digelar di Mushalla Riyadhul Jannah hasil kerjasama antara jamaah Mushalla dan PAC GP ANSOR serta Muslimat dan Fatayat Kongbeng ini mengangkat tema “Membumikan ASWAJA dalam Bingkai Pancasila” dengan menghadirkan Ustadz muda Kongbeng “Abdul Ngadhim Bin Kyai Muhdhori”

Nampak hadi Camat Kongbeng “H. Furkani, S.Sos., M.Si., KAPOLSEK Kongbeng “IPTU Darmaji, SH., MH.”, jajaran pengurus MWCNU Kongbeng, beberapa sesepuh desa Makmur Jaya dan beberapa tokoh pemuda.

Bacaan Lainnya

Dimulai sejak pukul 21:00 Wita secara berurutan sambutan disampaikan oleh Redi, A.Ma (Ketua Panitia/Ketua PAC GP ANSOR Kongbeng), Kendar (Sesepuh desa Marga Mulia), camat Kongbeng (H. Furkani, S.Sos., M.Si.).

Redi, A.Ma. dalam sambutannya menyatakan terimakasih kepada masyarakat desa Marga Mulia khususnya kaum muslimin JL. Sakura yang telah menfasilitasi dan menyambut kerjasama dari PAC GP Ansor Kongbeng dalam melaksanakan safari Ramadhan  PAC GP Ansor Kongbeng. Ia juga menjelaskan kepada jamaah bahwa Ansor dan Banser sebagai anak kandung NU selalu mengedepankan kepentingan bangsa dan Negara di atas kepentinggan golongan, dengan semangat ia mengutip slogan yang sering diteriakkan pemuda ANSOR dan Banser “NKRI Harga Mati”.

Camat Kongbeng, H. Furkani, S.Sos., M.Si. berpesan kepada masyarakat untuk berhati-hati dan selalu waspada dengan adanya faham-faham yang bertentangan dengan ideologi bangsa. “Jika ada warga baru yang mencurigakan silahkan dilaporkan kepada kepolisian atau kecamatan sehingga bisa diantisipasi sejak dini”. Ujarnya.

Didapuk sebagai penceramah Ustadzs Abdul Ngadhim menerangkan pentingnya untuk selalu berpegang pada ahlus sunnah wal jamaah annahdliyyah. 

Al Quran diturunkan kepada nabi Muhammad dengan tiga cara, yaitu pertama malaikat Jibril turun dalam wujud manusianya dan membacakan ayat-ayat Al Quran kepada nabi Muhammad, kemudian beliau mengikutinya. Kedua, adalah Al Quran turun tanpa perantara malaikat Jibril, sehingga tiba-tiba saja ayat-ayat Al Quran tersebut muncul dalam pikiran nabi Muhammad dan yang ketiga adalah Al Quran turun dengan didahului terdengarnya suara gemerincing lonceng yang sangat kuat. Cara terakhir adalah cara yang dirasa nabi Muhammad sangat berat saat menerima wahyu Allah SWT. Lanjutnya. (Gunadi/Nala)

Comments

0 comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *