Aliansi Mahasiswa Peduli Kaltim Tuntut Pemerataan Pembangunan

  • Whatsapp
8 orang yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa Peludi Kaltim menyampaikan aspirasi yang diterima Anggota Komisi III DPRD Kaltim M Samsun, Rabu (22/3).

Samarinda, hariankutim.com – Pemerataan pembangunan merupakan amanah Pancasila dan UU’45, yang harus dijalankan setiap pemimpin daerah hingga negara. Hal tersebut merupakan aspirasi masyarakat yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa Peduli (AMP) Kaltim, Rabu (22/3).

8 orang yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa Peludi Kaltim menyampaikan aspirasi yang diterima Anggota Komisi III DPRD Kaltim M Samsun, Rabu (22/3).

Setelah 30 menit melakukan orasi di depan Kantor Sekretariat DPRD Kaltim Jl Teuku Umar- Karang Paci, pengujuk rasa yang berjumlah 8 orang diterima anggota Komisi III Muhammad Samsun. Korlap aksi Ahmad Amin menuturkan pihaknya menuntut adanya pemerataan pembangunan hingga ke wilayah di pinggiran Kaltim.

“Daerah seperti Kutai Timur, Kutai Barat, Mahulu dan sekitarnya kondisinya jauh tertinggal dibandingkan dengan daerah lain, khususnya perkotaan. Kami ingin pembangunan infrastruktur di pelosok Kaltim merata,” ujar Amin. (Sebagaimana dikutip hariankutim.com dari laman resmi dprd-kaltimprov.go.id, Kamis 23 Maret 2017)

Untuk itu, pihaknya mendorong Pemprov Kaltim dan jajarannya untuk segera memenuhi tuntutan yakni pemerataan pembangunan di seluruh daerah khususnya pinggiran Kaltim dan mengalokasikan penggunaan pos anggaran APBD Kaltim untuk bisa lebih bijak dan pro terhadap rakyat.

Menanggapi hal itu, Muhammad Samsun mengaku mengapresiasi dan mendukung apa yang menjadi aspirasi mahasiswa, terlebih dalam mengkritisi berbagai kebijakan pembangunan dalam arti luas di Kaltim.

“Mahasiswa sebagai agen perubahan memang salah satu fungsinya ialah kontrol terhadap berbagai kebijakan pemerintah, dan itu sama dengan DPRD,” tuturnya.

Dia mencontohkan, sudah dua tahun terakhir pos anggaran untuk daerah pedalaman dan perbatasan salah satunya Kabupaten Mahulu menjadi prioritas tidak hanya APBD Kaltim tetapi juga APBN, seiring dengan kebijakan pembangunan perbatasan sebagai garda terdepan bangsa. Salah satunya, seperti dibukanya akses jalan darat Long Bagun – Long Apari. Kendati, fisik jalan masih berupa tanah pihaknya berharap tahun depan akan mendapat prioritas untuk dilakukan pengerasan dan semenisasi.

“Perlu dipahami bersama bahwa dibutuhkan waktu dalam mengejar laju pembangunan, semua dilakukan secara bertahap dan bersandar pada kondisi keuangan daerah,” sebutnya.

Politikus PDIP itu menyebutkan dengan adanya pemerataan pembangunan infrastruktur khususnya jalan, listrik, pendidikan hingga kesehatan diharapkan grafik pertumbuhan perekonomian juga akan meningkat tajam. (hms4)

Comments

0 comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *