Ansor Kutim Apresiasi Komitmen Raja Salman Perangi Radikalisme

 

Zainul Arifin, S.H Ketua GP Ansor Kutai Timur

Sangatta, hariankutim.com — Raja Arab Saudi Salman bin Abdulaziz Al Saud dalam pidatonya di gedung DPR, Kamis (2/3) lalu, berkomitmen untuk melawan dan memerangi terorisme dan paham radikalisme patut diapresiasi. Pemerintah Indonesia dinilai harus menangkap peluang ini untuk menindaklanjutinya.

Ketua GP Ansor Kutai Timur, Zainut Arifin, SH mengatakan
dengan ditandatanganinya sebelas MOU antara pemerintah Indonesia dan Arab Saudi, diperlukan langkah-langkah strategis dalam bentuk kerjasama yang telah disepakati, salah satunya adalah di bidang pendidikan dan dakwah untuk mengembangkan Islam yang damai dan Islam yang rahmatan lilalamin.

“diakui atau tidak mayoritas penduduk Islam Indonesia adalah menganut paham islam tradisional dan ajaran agama Islam yang moderat. ,kalaupun ada kelompok yang mengusung radikal jumlahnya bisa dihitung dengan jari,” katanya disela-sela silaturahim dengan kyai sepuh di Jawa.

Zainul mengungkap, paham radikal yang akhir-akhir ini marak terjadi bukan hanya ada di indonesia saja, tetapi juga terdapat di beberapa negara yang lain. Bukan hanya faktor yang bersumber dari paham keagamaan saja, tetapi radikalisme atau teroris itu sendiri, ujarnya, bisa jadi muncul dari perlakuan tidak adil, perlakuan diskriminasi penguasa terhadap kelompok masyarakat tertentu sehingga melakukan tindakan insubordinasi.

“komitmen Raja Salman tersebut dalam memerangi faham radikalisme dan terorisme patut diapresiasi,” kata Zainut.

Dalam kesempatan itu, Zainul mengatakan, bahwa Arab Saudi dan Indonesia merupakan negara berpenduduk muslim terbesar di dunia. Arab saudi punya posisi yang strategis di kawasan timur tengah, sehingga kerjasama bilateral antara kedua negara ini akan menguatkan posisi indonesia untuk menekan dunia internasional.

“Kerja sama bilateral antara pemerintah Indonesia dan Arab Saudi akan menentukan stabilitas keamanan di kedua kawasan,” ujarnya.

Bagikan:

What do you think?

0 points
Upvote Downvote

Komentar

Komentar

Loading…

0

Comments

0 comments

Program Healthy Food, Ajang Pembentukan Karakter

Mendikbud Berlakukan BOS Non Tunai