Budaya Hindustan, Color Run Wahau-Kongbeng 2017

Muara Wahau – Minggu, 19 Februari 2017, sebuah acara yang akhir-akhir ini sedang booming dikalangan muda Indonesia, bahkan Dunia yaitu acara ‘Color Run’ telah sukses dilaksanakan di Lapangan Margamulya SP4 Kongbeng. Acara ini, yang sudah dari pukul 07.00 dimulai terselenggara berkat kerjasama panitia dengan beberapa sponsor seperti Happy Collection, Eed Photography dan Sawit Wehea. Acara yang dipandu oleh dua host ini yaitu Yudha dan Tya didominasi oleh kawula muda seputar Wahau dan Kongbeng. Keseluruhan acara dapat berjalan dengan lancar, meskipun sedikit mendung tetapi tidak turun hujan, suasana menjadi tidak begitu terik, sehingga peserta dapat mengikuti seluruh acara hingga usai dengan penuh semangat.

Kegiatan dimulai dengan berzumba sehat dengan tim senam zumba binaan Hj. Eka selama 20 menit. Kemudian dilanjutkan dengan jalan santai yang rutenya memutari bundaran jalan poros Wahau-Berau. Setelah kembali ke arena Color Run, peserta disambut iringan musik keras dipimpin oleh Bintang Tamu yaiu DJ Reamus dari Samarinda. Tak khayal lagi peserta langsung bergerak mengikuti musik yg dimainkan DJ sembari saling menaburkan warna-warni bubuk holy dan menyemprotkan air warna-warni di kaos putih yang mereka pakai. Kaos putih ini adalah kompensasi dari kontribusi peserta sebesar Rp.140.000/orang. Selain kaos, peserta juga mendapat kacamata keren yang digunakan untuk melindungi mata ketika acara tabur bubuk holi.

Pada sesi rehat setelah jalan santai dan tabur warna sesi pertama, peserta dimanjakan dengan suguhan live musik yaitu dari Kutjaw Band dan Regee Band sambil menikmati snack sehat yang disediakan panitia, ada singkong, pisang rebus dan semangka. Satu hal yang menarik lagi dari acara ini adalah adanya beberapa hadiah yang disediakan sponsor. Walaupun tidak bernilai jutaan rupiah, namun peserta tetap semangat menunggu apabila nomer dadanya beruntung dan bisa membawa pulang kado cantik dari Happy Collection.

Setelah doorprize diundi dan diberikan kepada yang berhak, acarapun dilanjutkan kembali dengan tabur warna sesi dua. Pada sesi dua ini peserta diperkenankan untuk menghabiskan bubuk holinya. Dengan saling melempar bubuk holi,, suasana menjadi makin meriah bagaikan perayaan holi sesungguhnya di India. Tak ada peserta yang marah jika terkena lemparan bubuk holi. Sebaliknya peserta makin meluapkan kegembiraan dengan membalas melempar bubuk holi ke peserta yang lain.

Filosopi dari Holi adalah sebuah pesta bertabur warna yang diyakini masyarakat hindustan seperti India dan Bangladesh dan sekitarnya untuk merayakan kemenangan melawan roh jahat pada saat musim semi tiba. Dan diharapkan pada musim semi itu akan segera tumbuh hasil bumi yang mereka tanam. Dengan mengadopsi budaya hindustan inilah kemudian negara-negara lain ikut memperkenalkan holi yang dikemas dalam satu acara dengan mengkombinasikan antara holi dan kesehatan yaitu berupa lari atau jalan santai sejauh 5 km. Amerikalah negara yang pertama kali mempopulerkan acara Color Run ini.

Biasanya di Indonesia acara Color Run seperti ini diselenggarakan di kota-kota besar utamanya di Ibukota Propinsi, seperti Ibukota Jakarta, Surabaya, Bandung dll. Namun kali ini kaum muda Wahau Kongbeng mampu menyelenggarakannya meskipun masih dalam skala kecil. 200 tiket yang ditargetkan telah ludes terjual. Bahkan banyak yang akan membeli namun panitia sudah tidak menyediakan. Selain adanya kegembiraan dan keceriaan, hikmah dari acara ini adalah nikmat kesehatan yang dapat kita peroleh setelah melakukan senam dan jalan santai bersama-sama. Meskipun tampak sederhana dan tidak seberapa, namun manfaat senam, jalan/lari ini adalah terbakarnya ribuan kalori sehingga dapat membantu mengurangi timbunan lemak jahat dalam tubuh.

Aldi Jaya selaku ketua panitia penyelenggara color run Wahau Kongbeng 2017 mengaku puas dengan kinerja panitia, serta turut berbangga atas antusias dan partisipasi seluruh peserta. Ia berharap Februari tahun depan Color Run Wahau-Kongbeng dapat terselenggara lebih besar dan meriah lagi.

Citizen journalism Setyati editor Sismanto HS

Bagikan:

What do you think?

0 points
Upvote Downvote

Komentar

Komentar

Loading…

0

Comments

0 comments

Bupati Ismu, Perlu Singkronisasi Program PCNU dan

Ansor Kutim Silaturahim dengan Bupati, Mantapkan Persiapan Harlah dan Undang Gus Mus