Buka Konggres PMII, Jokowi Minta Jangan Habiskan Energi Untuk Aktivitas Tidak Produktif

  • Whatsapp

PALU, HarianKutim.Com — Presiden Joko Widodo membuka Kongres ke-XIX Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) di Masjid Agung Kota Palu, Selasa (16/5). Rangkaian Kongres PMII telah berlangsung sejak Senin, 15 Mei 2017. Sejumlah pejabat negara menyampaikan kuliah umum kepada para kader PMII. Mereka di antaranya Menteri Agama RI Lukman Hakim Saifuddin, Kepala Kepolisian RI Jenderal Polisi Tito Karnavian, serta Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi Eko Putro Sandjojo.

Ketua Umum PB PMII, Aminuddin Ma’ruf menyampaikan rasa bangganya kongres PMII dibuka Presiden Joko Widodo. Menurut Aminuddin, dalam sejarah PMII, baru dua kali presiden membuka kongres. “Presiden Sukarno pada kongres tahun 1963 dan Pak Jokowi dalam kongres ke-19 kali,” ujarnya.

Dalam sambutannya, Presiden Joko Widodo menyesalkan anak muda Indonesia yang lebih senang turun ke jalan, menurutnya demonstrasi merupakan aktivitas tidak produktif, dan yang membuat semakin sedih karena anak muda menggunakan media sosial untuk kegiatan saling serang satu sama lain.

“Saya sedih setiap hari ada ratusan, ribuan, ratusan ribu demo. Energi kita habis untuk itu, jangan saling menghujat, jangan saling menjelekkan, jangan saling memfitnah. Kita ini saudara, baik sesama Muslim, baik sebagai saudara sebangsa dan setanah air. Ini betul- betul tak produktif, habis energi kita untuk hal hal seperti itu,” ujar Presiden Jokowi.

Menurut Jokowi, tidak seharusnya anak muda lebih senang menggelar aksi hanya untuk menyampaikan pendapat. Dia mengingatkan, kalau generasi muda hanya senang berdemo maka dipastikan tertinggal dengan negara lain.

“Kita setiap hari dema-demo, dema-demo, tanya Kapolri, berapa ratus menit untuk pengamanan, mengerahkan pasukan (untuk menjaga demonstrasi). Inilah yang harus kita sadari, orang lain sudah berpikir, kita masih urus-urusan seperti itu,” kata Jokowi, dalam acara yang dihadiri Kapolri Jenderal Tito Karnavian tersebut.

Jokowi mengisahkan pengalamannya tentang anak buahnya yang hanya sibuk mengurus sebuah kebijakan dalam jangka waktu lama. Hal itu terkait dengan kebijakan Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti yang melarang nelayan menggunakan cantrang dalam menangkap ikan.

“Saya pernah tegur, Menteri Susi, bertahun-tahun masih urus cantrang. Kita masih urusan cantrang //gak// selesai-selesai. Bagaimana negara lain sudah (urus) offshore aquaculture, kita masih urusan cantrang gak selesai,” kata Jokowi.

Karena itu, Jokowi berpesan kepada pengurus PMII untuk tidak terjebak ke dalam kegiatan yang tak produktif. Dia juga menyeru agar anggota PMII tidak hanya berkeinginan menjadi politisi dalam meniti karier ke depannya.

“PMII arahkan energi itu ke gagasan besar, gagasan ekonomi untuk sejahteranya bangsa ini. Pesan khusus kepada PMII, jangan hanya bermimpi untuk jadi politisi, bermimpilah misalnya jadi wiraswasta, kita baru 1,6 persen. Normalnya sebuah negara yang baik di atas tiga persen,” kata Jokowi.

Editor Nala

Source Republika

Comments

0 comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *