Bupati, Kenaikan Tarif PDAM Jangan Beratkan Masyarakat

 

Sangatta, hariankutim.com – “Penyesuaian tarif jangan sampai memberatkan masyarakat Kutim”, ujar Ismunandar usai memimpin coffe morning, Senin (6/3). Rencana penyesuaian tarif air, Full Cost Recorvery (FCR), oleh Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Kabupaten Kutai Timur, ditanggapi Bupati Kutim Ismunandar.

Keinginan PDAM Kutai Timur mandiri dan lepas dari subsidi dari pemerintah kabupaten diapresiasi oleh bupati Ismunandar, namun demikian ia menegaskan terkait rencana tersebut, subsidi tidak distop oleh Pemkab Kutim, namun hanya akan dikurangi saja. Pemkab Kutim masih akan mengkaji rencana kenaikan tarif air tersebut, “Jika tidak disubsidi, takutnya harga air akan tinggi,” katanya.

Seperti diketahui, beberapa waktu lalu PDAM Kutim telah melaksanakan Diskusi Panel, Jajak Pendapat berkaitan dengan Penyesuaian Tarif Air Tahun 2017 dan Sosialisasi Perhitungan Tarif Air Full Cost Recorvery (FCR). Direktur PDAM Tirta Tuah Benua Kutai Timur, Aji Mirna Mawarni, ST., MM mengupas tentang perhitungan tarif full cost recovery.

Ia menyampaikan bahwa akan ada kenaikan biaya PDAM, mengingat kajian tentang wacana peningkatan biaya sudah digaungkan sejak tahun 2013. Namun demikian, ia menegaskan bahwa tetap akan ada subsidi khusus bagi masyarakat pengguna PDAM. “alasanya harga pokok produksi lebih besar 9.434/m2, sedangkan tarif rata-rata air 5.103,98 per meter kubik. Aturan pemerintah yang menetapkan penyesuaian standar tarif setiap dua tahun sekali” Katanya.

Pada kesempatan coffee morning itu, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setkab Kutim, Rupiansyah mengungkapkan bahwa setiap tahun untuk operasional PDAM saja disubsidi pemkab Kutim kepada PDAM sebesar 30 miliar lebih, karena masih menggunakan genset.

Bagikan:

What do you think?

0 points
Upvote Downvote

Komentar

Komentar

Loading…

0

Comments

0 comments

Said Aqil, NU Waspadai Wahabisme

Bubarkan Panitia PKD, PAC Ansor Kongbeng dan Muara Wahau Bershalawat