Bupati Kutai Timur dan 1000 Banser NU Tandatangani Petisi Tolak HTI dan Paham Anti NKRI

Sangatta, Apel kebangsaan dalam rangka Harlah Gerakan Pemuda Ansor (GP Ansor) ke-83 Kaltim yang dipusatkan di lapangan Swarga Sangatta, Kutai Timur, Senin (24/4) dihadiri 1.000 Banser Ansor kecamatan se-Kutai Timur dan juga Banser Ansor se-Kalimantan Timur.

Turut hadir pula dalam apel kebangsaan, Bupati Kutai Timur, Ir. H. Ismunandar, MT, wakil bupati Kutai Timur, Kasmidi Bulang, ST., MM, ketua pengurus cabang NU Kutai Timur, Drs. Irawansyah, M.Si., Ketua PW Ansor Kaltim, Ketua PC Ansor Se Kaltim, KNPI, Pagar Nusa, Fatayat, Muslimat, dan undangan lainnya.

Didaulat sebagai inspektur upacara ketua pimpinan wilayah Gerakan Pemuda Ansor Kalimantan Timur, Fajri Al farobi menyatakan dalam amanatnya bahwa 83 tahun yang lalu Gerakan Pemuda Ansor dicetuskan berdiri hasil istikharoh panjang kyai-kyai Sepuh Nahdlatul Ulama. “Usia kami telah melewati rangkai sejarah dan peristiwa dari perjalanan masa demi masa republik ini'” paparnya saat memulai amanah apel kebangsaan.

Lanjut Robi sapaan akrabnya, Usia kami saat ini telah menjadi saksi atas banyaknya linangan air mata para syuhada NKRI, kucuran keringat para pejuang NKRI bahkan terlepasnya nyawa dari raga para ulama kami. Saat ini, kamipun dipertontonkan keretakan republik karena ketamakan, karena sikap para brutus, karena benalu yg mematikan setiap nafas republik ini.

“Difitnah kami tidak peduli, di caci kami masa bodoh, di hujat kami pun selalu diam. Apakah kami marah? Tentu kami marah, tapi marah kami tidak seperti kalian, dan kami tdk mencaci seperti kalian,” tegasnya.

Namun, jika kamu menggangu keberagaman yg sudah di ikhtiarkan oleh kyai sepuh kami, jika kamu mengganggu fitrah kenegaraan yang sudah menjadi rumusan pendahulu kami. Maka kami tidak akan tinggal diam. “Kalian pukul sekali kami akan pukul sepuluh kali, kalian pukul sepuluh kali kami akan pukul seratus kali, ” tegasnya.

Dalam kesempatan tersebut, usai mengikuti Apel Kebangsaan, Bupati Kutai Timur Ir. H. Ismunandar, MT yang  juga diikuti Wakil bupati, dan Sekretaris daerah membubuhkan tanda tangan di kain yang dibentangkan Banser sebagai deklarasi pembubaran dan penolakan khilafah yng dimotori HTI karena memelopori gerakan Anti Pancasila dan NKRI. Petisi di atas kain putih tersebut telah ditandatangani lebih dari seribu tandatangan.

Bupati Kutai Timur, Ir. H. Ismunandar, MT dalam sambutannya menyampaikan bahwa Nahdlatul Ulama (NU) yang didukung sayap kepemudaannya Ansor dan Banser telah membuktikan sejarah bahwa ansor Banser ikut serta mempertahankan kemerdekaan tahun 1945 dan juga pemberontakan PKI. “Siapakah yang mempertahankan NKRI dan menghancurkan pemberontakan PKI, bila bukan Banser Ansor yang telah mengukir sejarah dalam mempertahankan kemerdekaan Indonesia,” ujarnya.

Ketua cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia Kutai Timur, Suci Nastiti yang juga ikut dalam apel kebangsaan menyatakan bahwa NKRI merupakan bentuk final hasil perjuangan umat Islam di Indonesia. “Untuk itu, tidak ada yang boleh menganggu gugat ataupun mengusik keutuhan Republik Indonesia. Yang mau mendirikan khilafah silahkan angkat kaki dari Indonesia. NKRI Harga Mati,” Tegas Suci. (Nala)

Bagikan:

What do you think?

0 points
Upvote Downvote

Komentar

Komentar

Loading…

0

Comments

0 comments

Bupati Kutai Timur Ismunandar: Ansor NU Buktikan Sejarah Pertahankan NKRI

PKK Kongbeng Adakan Beragam lomba Peringati Hari Hartini