Site icon Harian Kutim

Catatan Akhir Tahun: Menakar Setahun Tanda Tangan Komitmen Jakarta, Apakah Pemerintah Kutim Kena Prank ?

Oleh: Zainul Arifin

(Ketua PC GP Ansor Kutai Timur)

Hariankutim.com, Sangatta- Sebanyak 10 point dalam dokumen komitmen yang di tanda tangani oleh pihak eksekutif, legislatif dan PT. KPC di Jakarta akhir media tahun 2021, belum juga kunjung dipenuhi oleh korporasi tersebut.

Jalan trans Rantau Pulung yang masuk dalam point nomor 5 dalam kesepakatan itu saat ini mengalami kondisi yang mengenaskan yang juga mengherankan seperti keterangan Camat Rantau Pulung, Mulyono pada salah satu media online (30/12/2022), bahwa jalan tersebut akan diperbaiki oleh perusahaan sawit, namun yang memiliki komitmen adalah PT. KPC.

Tentu ini menimbulkan pertanyaan oleh banyak kalangan, “apakah Pemerintahan Kutai Timur kena Prank?”. Padahal akses jalan trans Rantau Pulung menjadi salah satu akses denyut nadi alur lalu lintas aktivitas warga Kecamatan Rantau Pulung dan Kecamatan yang lainnya yang satu akses dengan jantung kota Sangatta.

Pemerintahan Kutai Timur baik dari eksekutif dan legislatif yang kelimpungan dalam menagih janji komitmen korporasi yang tak kunjung terlihat batang hidung bantuannya dalam perbaikan jalan trans Rantau Pulung. Pemerintahan itu pun bersuara di media dan menggelar rapat dengan sekelompok yang mengatasnamakan perwakilan masyarakat Kutai Timur.

Banyak harapan yang di gantungkan masyarakat pada pemerintah agar bertindak tegas kepada pihak PT. KPC, namun yang terlihat dari surat edaran dari Ketua DPRD dan Bupati sebagai pejabat yang memiliki kewenangan penuh untuk menuntut komitmen tersebut, masih dirasakan kurang tegas.

Jika Pemerintah Kabupaten yang bertanda tangan pada komitmen itu tidak bertindak tegas demi kepentingan masyarakat Kutai Timur secara luas maka marwah pemerintahan Kutai Timur menjadi pertaruhannya. Serta komitmen yang di tanda tangani oleh 5 pejabat pemerintahan hanya menjadi sekedar coretan di atas lembaran putih tanpa adanya realisasi yang mumpuni pada komitment itu seperti halnya kontent prank yang dilakukan oleh artis dadakan di media youtube.

Tentu ini menjadi pekerjaan rumah dan catatan akhir tahun yang mengusik jiwa kepemimpinan pelayan masyarakat Kutai Timur yang masih jauh dari kata perjuangan pembangunan untuk Kutai Timur sejahtera. (Hk/00)

Exit mobile version