Dorong Publikasi Penelitian, P3M STAI Sangatta adakan Workshop Bagi Civitas Pengajar

  • Whatsapp

HARIANKUTIM.COM, Sangatta – Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Sekolah Tinggi Agama Islam Sangatta (P3M STAIS) melaksanakan Workshop Publikasi Karya Tulis Ilmiah bagi Dosen dilingkungan Civitas Akademiknya. Kegiatan tersebut berlangsung di Hotel Victoria Sangatta pada Sabtu Pukul 20.00 sampai 22.30 WITA. (14/09/2019)

LP3M STAIS mengakui sejauh ini Dosen STAIS sesungguhnya telah mampu melahirkan tulisan dalam bentuk buku dan penelitian dalam bentuk jurnal. Sehingga perlu dukungan yang lebih untuk pengembangan lebih lanjut.

“STAIS sebenarnya sudah punya dua jurnal. Dosen STAIS juga sudah punya karya tulisan baik berupa buku, maupun menulis di media daring ataupun cetak. Namun sering terkendala kontinuitas menulisnya lupa, dan anggaran belum cair, sehingga tersendat”, ucap Mustatho yang merupakan Ketua LP3M STAIS.

Senada dengan hal diatas, Eko Nursalim, Pembantu Ketua I STAIS Bidang Akademik mengakui peran sentral Karya Ilmiah dalam perguruan tinggi sangat diperlukan. STAIS tertinggal cukup jauh dalam hal publikasi karya ilmiah, sehingga Workshop yang digelar tersebut dapat menjadi titik tolak dalam pembenahan publikasi karya ilmiah di STAIS kedepannya.

“Penulisan karya ilmiah adalah ruh dari sebuah Perguruan Tinggi. Bahkan pengembangan karya tulis ilmiah adalah bentuk aplikasi Tri Dharma Perguruan Tinggi. Dalam publikasi ini STAIS sdah jauh ketinggalan, oleh karenanya penting untuk mengejar ketertinggalan itu lewat workshop hari ini”, ujar Eko Nursalim dalam sambutannya.

Prof. Dr. H. Mujiburahman, MA yang siang hari sebelumnya menjadi Narasumber pada Studium General STAIS, kembali didaulat menjadi pembicara pada Workshop tersebut.
Dalam kesempatan itu, ia mengingatkan Civitas Akademik STAIS akan tugas dan tanggungjawab mereka sebagai Insan Intelektual. Menulis dan mengembangkan ilmu pengetahuan adalah kewajiban yang harus ditunaikan oleh Perguruan Tinggi .

“Dosen itu, mengajar, menguji, menulis. Menulis itu berat karena menggunakan kemampuan berbahasa tertinggi. Itulah mengapa kewajiban menulis ada di Perguruan Tinggi”, ujarnya.

Profesor lulusan Mc Gill University Kanada tersebut juga menyatakan bahwa Perguruan Tinggi tidak hanya bertugas mengajar ilmu kepada mahasiswanya, tapi juga bertanggung jawab menyebarluaskan Ilmu kepada masyarakat.

“Perguruan Tinggi selain mengajarkan ilmu, juga harus mengembangkan ilmu. Pengembangan ilmu tidak bisa tanpa adanya dokumentasi. Sedangkan dokumentasi terbaik adalah tulisan. Dari tulisan tersebutlah ilmu bisa disebarluaskan” tambah Prof. Mujib sapaan akrabnya.

Acara itu berjalan dengan sukses sebagaimana yang direncanakan. Hadir dalam kesempatan tersebut jajaran Pimpinan STAIS beserta Dosen sebagai peserta yang berjumlah kurang lebih 40 orang. (Zk/003)

Comments

0 comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *