Dua Janda Cantik, Bukan Janda Bolong atau Janda Sobek

  • Whatsapp
Dua Janda Cantik, Bukan Janda Bolong atau Janda Sobek

Diawal cerita – Pernikahan Arman dengan Sofia sudah berjalan 3 tahun tetapi kehidupan Sofia dan Arman berumah tangga ternyata belum mendapatkan keturunan, Arman dan Sofia tetap bersabar dan berdoa kepada Allah SWT, agar diberikan seorang putra dalam rumah tangganya.

Pada pagi hari yang cerah suami Sofia berangkat sudah siap-siap akan kerja, “mama aku berangkat kerja dulu” teriak suaminya.

Lalu Sofia berlari menghampiri suaminya dan mencium tangan suami kerah baju suami ia seka hingga terlihat rapi “hati-hati di jalan papa”.

“Iya mama”

Kemudian Arman mengeluarkan motor Honda Scoopy yang mereka kredit dua tahun yang lalu dan sudah lunas. Lalu sambil melambaikan tangan dan berkata “dadah  mama”.

Sofia mengangkat tangan dan berkata “dadah papa” balasnya…

Sofia mempunyai kakak perempuan yang menikah dengan Roni, kakak Sofia itu bernama Sonia. Dia memiliki usaha warung makan sederhana yang menjual nasi campur.

Pada suatu hari, Sofia sedang menyapu halaman lalu datang kakak iparnya bernama ke rumah “Assalamu’alaikum mbak” sapanya…

“Waalaikumsalam, ada apa mas Roni pagi-pagi datang ke sini” sambut Sofia

“Ada pesan dari kakakmu, minta dibantu membelikan daging di pasar”

“Sonia kenapa, kok tidak bisa beli sendiri ke pasar?”

“Kakakmu sedang sibuk masak mempersiapkan jualan, yang bantu jualan pulang kampung sehingga kakakmu Sonia tidak bisa meninggalkan rumah. Hari ini saja minta bantu memilihkan daging sapi yang terbaik dipasar”

“Baiklah kalau begitu aku bantu memilih daging ke pasar, aku ganti baju dulu ya, tunggu sebentar”

Selesai ganti baju Sofia lalu keluar dari rumah dengan baju birunya dari bahan sutra, Roni melihat kecantikan Sofia sehingga membuat Roni menelan ludah beberapa kali dan berkata dalam hati. “Hmmm betapa cantiknya dia, seharusnya dia yang jadi isteriku bukan kakaknya”

Lalu Sofia duduk di belakang motor berboncengan, Roni merasakan betapa nikmat tersentuh sedikit bahu Sofia dan tangannya.

Dalam perjalanan Sofia bertanya : “Mau beli daging berapa kilo mas?”

“3 kilo saja”

Sampai di pasar Sofia dan Roni ke tempat penjual daging dan memilih daging sapi yang terbaik. “BeraPa ini satu kilonya pak?” Tanya Sofia pada pedagang daging

“Seratus tiga puluh ribu per kilo”

“Seratus dua puluh lima ribu saja ya pak aku beli 3 kilo” tawar Sofia

“Ya boleh juga kalau 3 kilo” sambil mulai menimbang daging sapi telah dipilih-pilih oleh sofia.

Selesai beli daging Sofia dan Roni kembali berboncengan, “suamimu jam berapa pulang kerja?” tiba-tiba Roni bertanya…

“Jam 4 sore”

“Lama juga ya jam kerjanya, bagaimana kita singgah dulu minum es?” ajak Roni

“Jangan mas aku malu dilihat orang!”

“Oh gitu, ya nanti minum di rumah saja “jawab Roni

Setelah perjalanan 15 menit sampailah mereka di depan rumah Sofia, Roni ingin mampir dulu, “bolehkah aku mampir sebentar minta minum?”

“Boleh”

Lalu Roni masuk dan duduk di kursi sofa sambil menunggu Sofia menyuguhkan minuman

Sofia membawa air minum es jeruk  “Ini minumannya mas silahkan diminum”

Tetapi karena mata Roni fokus memandang wajah Sofia sehingga tidak menjawab perkataan Sofia.

“Sofia kamu sangat cantik, lebih cantik dari kakakmu” gumam Roni

“Ahh.. Kakak ipar jangan memujiku, bukankah kakakku Sonia juga kan cantik itulah kakak ipar dulu menjadi suaminya” timpal Sofia

“Dulu kakakmu bagiku sangat cantik sewaktu masih gadis, tetapi setelah berjualan kakakmu terlalu sibuk tidak mengurus dirinya lagi, bahkan  tidak pakai bedak atau make up, mukanya jadi bintik-bintik hitam karena sibuk masak  melulu berada di depan kompor, bahkan kalau  malam kakakmu berkata ‘sudah cape jualan aku mau tidur’ begitulah seterusnya” crocos Roni.

“Ya kakak ipar harus terbuka dalam permasalahan dengan isteri, minta Sonia ke salon merawat diri kan banyak uang hasil jualan?” saran Sofia

“Sofia lebih mengerti daripada kakakmu, andaikan kamu yang jadi isteriku aku akan lebih bahagia,”

“Jangan begitu kakak ipar, aku sudah punya suami”

“Kamu menikah sudah 3 tahun tetapi kenapa belum punya anak?

“Ya memang belum rejekinya kali, tetapi kami bersabar insyaa Allah akan dapat keturunan nantinya. Oh ya kakak ipar kita terlalu lama ngobrol nanti dagingnya busuk lho?’

“Oh ya aku pamit dulu, terimakasih atas bantuan dan air minumnya mbak”

Roni menghidupkan motornya dan langsung menuju ke rumah, sesampai di rumah ternyata  isterinya bertanya “kenapa papa lama belinya, apakah motonya mogok”

“Tidak mogok mama tetapi bannya kempes harus ditambal dulu itulah jadi lama”

Roni pintar berdalih Roni sengaja tidak cerita pada isterinya bahwa dia ke rumah Sofia tempat adik isterinya yang membantu berbelanja memilihkan daging sapi yang terbaik bahkan tujuan Roni memang tertarik pada Sofia adik isterinya.

Lalu isterinya membuka bungkusan daging belanjaan “Wah… dagingnya sangat bagus papa, ternyata papa pintar belanja memilih daging sapi yang terbaik.”

Mendengar perkataan isterinya Roni tersenyum lebar “Itulah aku cepat belajar, aku lihat orang bagaimana cara memilih daging sapi terbaik terus aku ikutilah, memang yang terbaik harganya juga mahal Rp. 130.000  perkilo tetapi aku tawar menjadi Rp. 125.000 per kilo beli sebanyak 3 kilo”.

Isteri Roni memasak daging dan Roni bantu isterinya berjualan di warung sederhana milik mereka.

Waktu sudah menunjukan jam 4 sore Arman sudah siap- siap pulang dari kantor kerjanya setelah sampai di rumah Arman melihat di asbak rokok di meja ada puntung rokok dan abu rokok, lalu Arman bertanya pada isterinya.

“Mama kenapa ada abu rokok di asbak siapa yang bertamu?”

“Itu tadi ada kakak ipar bertamu ke rumah, minta bantuan belanja daging sapi di pasar, karena pembantu di warung kakak Sonia lagi pulang kampung”

“Kenapa harus kamu yang belanja bukankah suami Sonia bisa belanja sendiri kalau cuma beli daging tidak perlu minta bantuan kamu,” terlihat kesal.

“Mama minta maaf, tujuan mama hanya ingin membantu karena pagi jam 8  kakak ipar datang minta tolong temani belanja ke pasar.”

“Tetapi kenapa pakai singgah di rumah, tanpa ada suami mama mengizinkan laki-laki masuk rumah dan mama berdua belanja tanpa izin suami” Arman makin Emosi

Sofia memeluk suaminya seraya minta maaf  karena tidak terpikirkan hal  tersebut tidak baik walaupun yang datang keluarga tetapi jajak ipar tentu saja menimbulkan prasangka tidak baik bagi suaminya lalu Sofia bersimpuh minta maaf tidak akan mengulanginya lagi.

Sebagai suami yang bijaksana Arman adalah berjiwa penyabar dan dalam mengatasi masalah dia nemaafkan kesalahan isterinya satu kali ini asalkan tidak terulang lagi.

Hari-hari berjalan seperti biasa Arman berangkat kerja setelah satu bulan berlalu, ternyata Roni datang lagi ke rumah Sofia kali ini dengan alasan ingin pinjam bor listrik padahal ingin memandang kecantikan wajah Sofia

“Assalamu’alaikum” sapa Roni

“Waalaikumsalam, ada apa kakak Roni?” sahut Sofia

“Saya mau pinjam Bor listrik, bolehkah?

“Boleh, bentar ya kak”

Sofia masuk dalam rumah untuk mengabil bor listrik, Roni masuk ke ruang tamu mematikan puntung rokoknya di asbak rokok di atas meja, setelah itu Roni masuk ke ruangan mengikuti Sofia tanpa disadar oleh Sofia ternyata Roni masuk mengikutinya, pada saat akan mengambil Bor listrik Roni memeluk Sofia dari belakang, membuat Sofia kaget lalu berontak dan berkata “jangan”, tetapi Roni memaksanya untuk menciumnya. Sofia memukul muka Roni, dan mengambil air bekas cucian piring disiramkannya muka Roni sehingga membasahi pakaian Roni, karena pakaian Roni sudah basah kunyub sehingga membuat nafsu Roni sudah berkurang lalu Roni berkata pada Sofia.

“Maaf, aku tadi khilaf”

“Keluar kamu, kurang ajar, jangan kesini lagi”

Roni keluar dari rumah dengan pakaian basah lalu langsung tancap gas meninggalkan rumah Sofia.

Rumah Sofia berjauhan dengan tetangga dan pakai pagar tidak ada yang tahu apapun yang terjadi karena Sofia hanya tinggal  sendiri di saat suaminya kerja.

Sofia menangis ternyata kakak iparnya mempunyai niat jahat ingin memperkosanya, sambil menangis Sofia membersihkan lantai yang basah bekas air yang  tadi disiramkan ke wajah Roni, lalu menata kembali barang-barang yang berserakan sewaktu dia melawan Roni. Sofia tidak tahu kalaui di asbak di meja tamu ada bekas puntung rokok Roni.

Waktu sudah menunjukan pukul 4 sore “Assalamu’alaikum”, salam Arman.

Sofia tidak mendengar suaminya telah datang karena masih menangis dan  beradaa di dapur dekat penyimpanan barang lalu Arman langsung masuk rumah dan ke ruang tamu rupanya sudah menjadi kebiasaan Arman selalu cek asbak untuk mengetahui apakah ada yang bertamu ke rumahnya,  ternyata Arman melihat ada puntung rokok di sana, lalu Arman langsung menemui isterinya yang sedang menangis di dapur sambil membersihkan lantai dan barang yg berserakan tadi.

“Kenapaa barang berantakan dan bor listrik jatuh dari tempatnya?” dengan air mata yang masih mengalir Sofia takut memandang suaminya.

“Maafkan mama, tadi ada Roni ke rumah mau pinjam Bor listrik tetapi dia berlaku kurang ajar pada mama dia memeluk mama dari belakang lalu mama berontak dan melawannya sehingga barang-barang berjatuhan dan mama siramkan air bekas cucian piring ke mukanya lalu dia kabur keluar.”

Penjelasan isterinya tidak membuat Arman percaya begitu saja, bahkan Arman curiga isterinya hanya mengarang cerita, Arman menganalisanya dari adanya puntung rokok di asbak, dugaan Arman isterinya telah ngobrol dulu di ruang tamu bersama Roni, bahkan bahkan dugaan Arman adanya Bor listrik di lantai dan air di lantai hanyalah sandiwara isterinya saja membuat alibi  menutupi perselingkuhannya.

“Mama sebaiknya tidak perlu bersandiwara papa sudah tahu dan punya bukti, sebenarnya mama berdua sudah saling suka, mama belanja bersama, dan mama ngobrol bersama di ruang tamu bahkan mama  sengaja membolehkan kaka ipar masuk rumah, mulai hari ini papa sudah tidak percaya lagi pada mama kita pisah dan papa antar ke orangtua mama!”

“Papa kenapa terlalu curiga pada pada mama yang sudah berkata dengan jujur bahkan mama berani bersumpah pakai Al Quran semua yang terjadi bukan sandiwara, mama tetap setia pada papa kenapa papa menuduh mama katakan benar dan mama tidak berbuat selingkuh?” Sambil menyeka air matanya lalu Sofia yang sedari tadi mengalir tak pernah kering.

“Mama jangan banyak bacot lagi, dulu  papa sudah pernah memaafkan mana, sekarang papa sudah tidakk percaya lagi pada kesetiaan mama karena sebagai seorang isteri mama sudah berani melanggar etika dalam berumah tangga dan mama  telah melanggar peraturan agama, mama telah membolehkan laki-laki masuk ke dalam rumah disaat tidak  ada suamii di rumah, mulai hari ini kita bukan suami isteri lagi” Bentak Arman.

Mendengar kata-kata suaminya membuat Sofia mengangisnya semakin keras dan histeris bahkan suaminya menyeretnya ke kamar dan menyuruhnya memasukan semua pakaiannya ke koper.

Rupanya Arman sudah hilang kesabarannya. Kemudian Arman memesan mobil taksi online dari samarinda jurusan Balikpapan setelah 10 menit datanglah mobil taksi jurusan balikpapan kemudian Arman langsung mengangkat koper yang berisi pakaian Sofia menaruhnya di bagasi mobil.

Selama perjalanan Sofia dan Arman tidak ada berkata-kata, berdua saling membisu seribu bahasa, setelah satu jam perjalanan lalu sampailah di Balikpapan di depan orangtua Sofia, Lalu Arman mengeluarkan koper di bagasi mobil dan arman langsung menuju pintu rumah mertuanya tanpa memegang tangan isterinya, lalu Arman menjelaskan kedatangannya bersama isteri yang tiba-tiba tanpa memberi kabar lebih dulu dengan bahasa yang halus menghormati mertuanya.

Arman menyampaikan masalah rumah tangganya yang tidak bisa diselamatkan lagi, tetapi orang tua Sofia menyarankan agar tetap bersabar dan dipertahankan jangan berpraduga yang tidak baik pada isteri yang dapat merusak rumah tangga, tetapi Arman sudah tidak percaya lagi pada isterinya, bukti-bukti kecurigaan Arman isterinya selingkuh dengan kakak iparnya.

Niat dan keptusan Arman sudah bulat tidak bisa dibujuk lagi oleh  mertuanya, “Bapak hari ini saya kembalikan Sofia kepada Bapak dan saya telah melepaskan ikatan perkawinan dengan isteri saya talak satu, demi ketenangan saya bekerja bagaimana saya tenang bekerja kalau isteri di rumah membolehkan laki-laki datang bertamu masuk ke rumah selagi suami tidak ada di rumah, dengan ketulusan hati saya menyerahkan  kembali Sofia pada Bapak, dan saya mohon maaf apabila ada perkataan dan perbuatan saya yang kurang berkenan di hati bapak saya tidak lagi hidup bersama dengan Sofia, karena kesalahan Sofia sendiri tidak menjaga etika sebagai isteri membolehkan laki-laki bertamu ke rumah di saat tidak ada suami walaupun tamu tersebut adalah kakak iparnya sendiri, terima kasih saya pada Bapak dan Ibu saya mohon pamit”

Lalu Arman pergi pulang memakai taksi yang mengantarnya tadi yang bersedia menunggunya untuk kembali ke samarinda..

Dengan derai air mata, Sofia menangis dipelukan ibunya, menyesali perbuatannya, sebagai isteri seharusnya menjaga etika agar tidak ada kecurigaan suami pada isteri.

Dua Janda Cantik, Bukan Janda Bolong atau Janda Sobek

Di rumah Sonia, telpon di dapur berdering “Assalamu’alaikum ini ayah”

“Waalaikumsalam ayah, apa kabar ayah”  jawab dan tanya Sonia.

“Begini Sonia adikmu mengalami masalah rumah tangga, adikmu telah dicerai oleh suaminya gara-gara Roni suamimu” uangkap Ayah terus terang.

Mendengar perkataan ayahnya menyebut nama Roni membuat Sonia kaget dan langsung mematikan kompor yang sedang menyala Sonia langsung masuk ke kamar dengan HP yang tetap on bicara dengan ayahny.

“Ayah selama ini Roni di rumah membantu jualan, tidak pernah Roni cerita berkunjung ke rumah Sofia.”

“Ayah Sofia lalu menjelaskan pada Sonia” ayah sofian menjelaskan panjang lebar.

Dalam hati Sonia mengingkari, selama ini Roni di rumah membantunya berjualan, Roni keluar rumah hanya apabila berbelanja ke pasar, karena suaminya masih sibuk melayani orang yang makan di warung Sonia menahan diri untuk menanyakan pada suaminya.

Hari ini setelah jam 4 sore jualan Sonia telah habis dan menutup warung dan pembantunya pulang.

Sonia membuatkan kopi untuk suaminya yang sedang santai duduk di ruang tamu.

Lalu Sonia duduk di depan suaminya, “hari ini berapa pendapatan kita pa?”  seloroh Sonia.

“Sebelas juta lima ratus ribu rupiah, hari ini sangat melelahkan banyak datang makan, pagi hari orang-orang makan basi kuning dan nasi pecel dan siang banyak yang makan ikan goreng nila dan rendang daging, aku senang punya mama yang pandai masak dan pandai cari duit.”

“Papa hasil jerih payah kita cari uang untuk kesejahteraan kita dan membantu orangtua kita di kampung.” timpal Sonia.

“Oh ya papa aku mau tanya apakah kakak pernah berkunjung ke rumah Sofia?” lanjut Sonia.

Roni terkejut mendengar pertanyaan Sonia lalu Roni minum kopinya sambil menggaruk telinga kanannya, “pernah singgah sebentar” sambil terus menggaruk.

“Kapan apakah ada suaminya?” potong Sonia.

“Papa berkunjung ke rumahnya saat pagi suaminya sudah kerja tetapi tujuan papa minta bantuan belanja daging, yang dibeli waktu itu sangat bagus karena Sofia yang memilihnya.”

“Oh gitu jadi waktu itu papa bohongi mama ya?”

“Dan itulah yang sekarang menjadi masalah karena tidak menyadari papa telah merusak rumah tangga adikku, sekarang dia dicerai oleh suaminya?” lanjut Sonia.

Mendengar perkataan isterinya Roni kaget saat minum kopi jadi tumpah kopinya terkena dagu tidak masuk ke mulut. Lalu Roni bangkit berdiri menyalakan rokoknya, “pada saat papa berkunjung tidak melakukan apa-apa setelah belanja singgah sebentar minum kali pulang.”

“Tahukah papa saat berkunjung di rumahnya papa telah meninggalkan puntung rokok di asbak di meja tamu itulah suami Sofia curiga isterinya selingkuh dengan adik iparnya, suami Sofia mendapatinya sebanyak dua kali selama satu bulan ini berarti papa sudah dua kali ke rumah sofia?”

Roni tidak bisa membantah pernyataan isterinya

“Besok pagi kita ke rumah ayah?” ajak Sonia, lalu pergi masuk ke kamar dan menguncinya.

“Mama buka pintu maafkan Roni” Sonia sangat marah pada suaminya dan mengangis di kamar sampai malam terpaksa Roni tidur di ruang tamu di sofa.

Pagi hari Sonya sudah mengeluarkan koper untuk siap-siap berangkat ke Balikpapan ke rumah orangtuanya, menelpon taksi on line dan Roni juga sudah siap dengan membawa sedikit pakaian karena Roni berfikir mertuanya pasti marah dan dia juga malu ke sana kareva dialah penyebab perceraian sofia.

Taksi sudah datang Sonia dan roni sekana perjalanan tidak ada bicara diam membisu bahkan Sonia duduk di depan disebelah supir sedangkan Roni di kursi kedua di belakang Sonia.

Setelah satu jam perjalanan dari Samarinda ke Balikpapan sampailah mereka rumah orang tuanya. Sonia lalu keluar mobil dan membawa  sendiri kopernya dengan mudah karena ada rodanya

“Assalamu’alaikum” salam Sonia, lalu ibunya keluar, Sonia memeluk Sonia, ayah Sonia keluar dan mempersilahkan Roni masuk, sedangkan Sonia  langsung menemui adiknya di kamar yang masih bersedih dan matanya bengkak, Sonia mengusap rambut adiknya sabar ya dik ini cobaan hidup kita harus tabah menghadapinya, adiknya hanya mengangguk dan memeluk kakaknya.

Di ruang tamu Roni ditanya oleh mertuanya.

“Apakah benar ananda Roni pernah berkunjung ke rumah Sofia disaat suaminya tidak di rumah?”

“Benar ayah tetapi waktu itu saya minta tolong belanja daging”

“Jangan banyak alasan dan kamu juga akan memperkosa Sofia di dapur?” bentak ayah mertua.

“Ayah maafkan, saya khilaf”

“Ananda Roni kamu sudah tidak layak lagi jadi menantuku!”

“Sonia kamu ke sini” teriak ayah.

“Ya ayah” sembari bangkit dan mendekat pada ayahnya.

Setelah Sonya duduk.

“Sonia mulai hari ini ayah minta kamu tidak lagi punya suami yang bejat, kamu harus berpisah dengan Roni, dengan beraninya Roni menggoda adikmu itu membuktikan Roni sudah tidak mencintaimu lagi?”

“Saya memang sudah tidak mencintainya lagi karena Sonia terlalu sibuk berjualan tidak mengurus dirinya lagi dan tidak cantik lagi, saya terima keputusan bapak?” potong Roni dengan angkuhnya.

Lalu Roni berdiri dan langsung keluar menuju taksi yang menunggunya.

“Biarkan dia pergi daripada hidup bersama laki-kaki bejat”. Ayah Sonia memeluk Sonia dan menghapus air matanya.

“Jangan sedih anak-anakku, insyaa Allah nanti akan mendapat suami yang lebih baik”.

Setelah satu bulan berlalu sidang pengadilan agama perceraian Sofia dengan Arman dan perceraian Sonia dengan Roni, pembagian harta Gono gini rumah menjadi milik Sonia sehingga Sonia dan Sofia bisa buka usaha jualan bersama menata kehidupan baru dengan nama warung “MAMPIR DONG MAS”.

Karena Sonia dan Sofia pandai menyanyi dibuatlah panggung khusus menghibur pembeli  itulah membuat pembeli banyak yang makan siang ke warungnya.

Pengujung yang sambil makan disapa oleh Sonia di atas panggung.

“Selamat siang semua, senang sekali kami mendapat kunjungan pembeli yang makan siang disini oleh sebab itulah kami akan menghibur anda semua sambil menikmati makan siang disini saya akan menyanyikan lagu “Sakitnya tuh disini”,  mendapat tepukan tangan dari pengunjung  yang sedang makan setelah Sonia selesai menyanyikan lagu Sakitnya tuh disini dilanjut dengan lagu Bang Jono dan lagu Wedhus, setelah itu giliran adiknya bernama Sofia menyanyi lagu goyang nasi Padang,  dilanjut dengan lagu kelangan dan lagu pamer bojo,

Kedua canda cantik kakak beradik penampilannya benar-benarn sangat memukau dan sangat meriah sehingga dapat surplus  tepuk tangan dari  pengunjung  bahkan ada yang berjoget membuat mereka  jadi lupa menyelesaikan makannya itulah membuat laris manis  jualan  di warung “MAMPIR DONG MAS” hingga sampai memerlukan 5 orang pelayan  warung bahkan tempat makannya sangat bersihh dan lebar alas meja dari  kaca  di atas meja ada telur ayam rebus dan telur asin serta peyek bahkan menyediakan cateering pesanan karyawan perusahaan sebanyak 200 kotak setiap hari dengan berbagai menu makanan. Dengan kesibukan bisnis mengelola warung  Sonia dan Sofia sepertinya belum ada niat untuk menikah lagi walaupun banyak laki-laki yang mencoba menggodanya dan merayunya, kini Sonia dan Sofia sudah punya mobil  dan penampilan  Sonia sudah semakin cantik kulit bersihh dan mulus kulitnya karena tidak lagi masak sendiri di warung  sudah punya pelayan warung  yang digaji bulanan Rp.5.000.000 per bulan dan semua di dapur dikerjakan oleh para  pelayan memasak dan berjualan di warung  sedangkan Sonia dan Sofia lebih sering ke salon untuk penampilannya nyanyi dipanggungg harus seperti artis terlihatt cantik dengan gaun pakaian yang  mahal, itulahh daya tarik warung “MAMPIR DONG MAS” karena di warung tersebut terlihat seperti dua orang artis yang  berdiri menyapaa pembeli dengan senyum yang menawan dan menyanyi menghibur pembeli.

Roni mendengar orang-orang cerita tentang warung “MAMPIR DONG MAS” ternyata warung milik mantan isterinya, tetapi Roni sudah menikah lagi dan juga Roni sudah buka usaha warung bersama isterinya. Dengan nama warung “Sambel Gledek”

Begitu juga Arman sudah menikah dan kerja diperusahaan masih menempati rumahnya yang juga mendengar mantan isterinya yang sukses buka usaha warung bersama kakaknya.

Kini mereka semua masing-masing merajut kehidupan baru untuk mencapai kebahagiaan.

Begitu hebatnya daya tarik warung “MAMPIR DONG MAS” hingga reporter TV swasta datang ke Balikpapan meliput dan mewancarai Sonia dan Sofia

“Selamat siang mbak betdua kami dari media TV swasta. Bolehkan kita bincang-bincang sebentar  Kamii mendengar warung cerita masyarakat Warung MAMPIR DONG MAS sangat terkenal masakannya enak, tersedia ikan bakar, ayam panggang, sate ayam dan sate daging serta bakso ini semua makanan kesukaan rakyat Indonesia bahkan ada hiburan karaoke yang penyanyinya  dua orang wanita cantik yaitu mbak berdua kakak beradik pemilik warung “MAMPIR DONG MAS” sejak kapan berdirinya warung ini, jawab Sonia warung ini semula bernama warung sederhana setelah saya berpisah dengan suami, warung di urus saya dengan adik saya yang juga sama-sama menjadi janda kami harus bangkit dari kesulitan hidup tanpa suami kali ini beri nama warung “MAMPIR DONG MAS” untuk menarik pengunjung kami berdua harus memberikan hiburan lagu-lagu  kesukaan pengunjung  yaitu lagu dangdut”  tanya Reporter  TV swasta .

“Bolehkah kami tahu Berapa omset pendapatan keuntungan per bulan?”

“Diperkirakan kisaran Rp.150 juta rupiah.” jawab Sonia.

“Tetapi kami harus buka warung dari jam 8 pagi sampai 10 malam jadi pelayan warung harus 3 shift bagian masak 4 orang  dari  jam 4  subuh sampai jam 8  pagi berganti  sampai jam 3 sore dan berganti sampai jam 10  malam jadi jumlah pekerja semua 14 orang terimakasih. Kami. Pada TV swasta yang peduli pada warung  kami dan dipersilahkan menikmati hidangan yang kami sediakan.” timpal Sofia.

Acara dilanjut dengan hiburan makan siang dengan “Goyang Dumang” dilanjut dengan lagu “Rembulan Malam”. dan lagu “Kereta Malam” diinyanyikan oleh Sonia. Hingga acara hiburan pukul 3 sore selesai.

Lalu mereka pun foto bersama dengan Kru TV Swasta.

*T A M A T*

Comments

0 comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *