Gabungan SD se-YPPSB Adakan Perkemahan Sehari

  • Whatsapp

Sangatta – Persari Siaga yang digelar hari ini (6/5/2017) dilaksanakan penuh antusias oleh siswa kelas 4 SD YPPSB 1, SD YPPSB 2, dan SD YPPSB 3. Kegiatan perkemahan sehari (Persari) diadakan di lokasi SD YPPSB 3 yang beralamat di Jalan Munthe Perumahan Griya Prima Lestari Sangatta.

Tidak kurang dari 300an siswa dari ke 3 SD YPPSB tersebut mengikuti semua rangkaian kegiatan dengan melewati berbagai halang rintang mulai dari pos 1, 2, 3, 4, dan 5.

Bacaan Lainnya

Menurut Kakak Aji, salah satu pembina persari bahwa kegiatan perkemahan ini bertujuan untuk melatih siswa untuk menjadi insan mandiri. “Memupuk persatuan dan kesatuan, memupuk persaudaraan, serta melatih kebersaaman dalam menyelesaikan setiap masalah,” ujarnya.

Pada kegiatan Persari tersebut, peserta yang terbagi kedalam beberapa kelompok (Barung) memulai perjalanan untuk menyelesaikan masalah (problem solving) di setiap pos.

Pada pos 1 baris berbaris (PBB), peserta persari yang dipimpin pemimpin barung (pinrung), mengikuti instruksi kakak pembina yang berada pada pos ini. Menurut Kak Agus yang bertugas di pos PBB, ada 8 penilaian yang diujikan kepada barung. Ke-8 penilaian tersebut adalah sikap siap sempurna, istirahat ditempat, hormat kepada bendera, salam pramuka, hadap kiri, hadap kanan, balik kanan, dan instruksi membuat lingkaran kecil dan besar.

“Ada delapan penilaian yang harus dilakukan setiap barung yang melewati pos PBB,” Ujar Kak Agus.

Pos 2  sandi kota. Pada pos ini, kakak pembina sudah menyiapkan sandi kemudian peserta yang melewati pos ini harus bisa memecahkan sandi yang dibuat oleh panitia, hampir semua barung (kelompok) mampu melewati pos sandi kota.

Pos 3, KIM indra penciumam. Pada post ini barung melewati beberapa indra penciuman yang sudah disiapkan oleh Kakak Pembina ada lima wadah yang sudah disiapkan oleh pembina untuk dikenali oleh peserta persari, “Kelima aroma yang dickum peserta adalah minyak kayu putih, terasi, kisprei, daun jeruk, dan minyak tawon,” Ujar Kak Apollina Kartini yang bertugas di pos tersebut.

Pos 4 tali temali, pada pos tali temali panitia yang bertugas pada pos ini menyiapkan tiga model simpul yang akan diujikan kepada peserta persari. Ketiga simbol tersebut adalah simpul jangkar, simpul pangkal, dan simpul mati.

Menurut Ahmad Syamun, kakak pembina yang bertugas menjaga pos tali temali, kebanyakan barung bisa membuat tali temali, namun mengalami kesulitan untuk penamaan simpul yang dilakukan oleh barung. “Ada yang bisa membuat simpulnya namun tidak tahu apa nama simpul tersebut,” ujarnya.

Pos 5, halang rintang. Pada pos halang rintang ini peserta persari melewati beberapa halang rintang dengan melewati tongkat-tongkat yang sudah disiapkan oleh kakak pembina, disamping itu juga peserta juga harus merayap melewati halang rintang yang disiapkan, dan terakhir pada pos halang rintang ini peserta dilatih tingkat kecepatannya dengan memindahkan balok yang sudah disiapkan panitia.

Di akhir kegiatan, dibagikan hadiah bagi barung yang memiliki nilai terbaik pada masing-masing pos halang rintang. (Sismanto)

Comments

0 comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *