Golkar Kaltim Buka Pendaftaran Bakal Calon Wakil Gubernur

Ketua Pilkada DPD Partai Golkar Kaltim, M Hatta Zainal saat jumpa pers di Sekretariat Golkar Kaltim Jl Mulawarman Samarinda, Kamis (30/3/2017).

Sangatta, hariankutim.com – Tak lama lagi Pemilihan Gubernur (Pilgub) Kaltim akan digelar. Bupati Kutai Kartanegara (Kukar) Rita Widyasari yang juga Ketua DPD I Partai Golkar Kaltim ini dipastikan akan mengikuti Pemilihan Gubernur (Pilgub) Kaltim.

Ketua Pilkada DPD Partai Golkar Kaltim, M Hatta Zainal saat jumpa pers di Sekretariat Golkar Kaltim Jl Mulawarman Samarinda, Kamis (30/3/2017).

Hingga kini, Golkar menjadi satu-satunya partai politik (parpol) yang telah mengumumkan nama Calon Gubernur (Cagub) Kaltim. Mereka mengusung Bupati Kutai Kartanegara (Kukar) Rita Widyasari. Ia terpilih menjadi calon tunggal yang akan diusung melalui Rapat Pimpinan Khusus (Rapimsus) Golkar Kaltim di Berau, Februari lalu.

Kepemimpinannya tidak hanya diakui di tingkat daerah, bahkan nasional. Hal ini terbukti dengan banyaknya penghargaan yang ia peroleh semasa menjabat Bupati Kukar selama hampir dua periode.

Peluang Rita menang sangatlah besar, mengingat popularitasnya yang begitu tinggi. Karena itulah Rita menjadi rebutan banyak partai dan tokoh di Kaltim. Bukan untuk melamarnya sebagai bakal calon, tapi mereka justru bersedia menjadi pendamping Rita di Pilgub Kaltim.

Tetapi, Rita sendiri ternyata sudah memiliki pilihan pribadi, siapa sosok yang dipilihnya untuk mendampingi. “Tapi hanya di hati saja,” ujarnya sebagaimana dikutip dari Tribun, Minggu (2/4/2017).

Ia enggan memberitahu siapa tokoh yang dipilihnya itu. Namun ia menggambarkan, sosok pilihan pribadinya itu di antaranya adalah seorang laki-laki yang pekerja keras, dan usianya lebih tua dibanding dirinya.

Hingga kini, Golkar menjadi satu-satunya partai politik (parpol) yang telah mengumumkan nama Calon Gubernur (Cagub) Kaltim. Mereka mengusung Bupati Kutai Kartanegara (Kukar) Rita Widyasari.

DPD I Partai Golkar Kaltim membuka pendaftaran Calon Wakil Gubernur (Cawagub) Kaltim selama 10 hari, 1-10 April 2017. Pembukaan pendaftaran ini untuk memberikan peluang selebar-lebarnya bagi siapa yang berminat akan mendampingi Calon Gubernur Kaltim Rita Widyasari yang maju di Pemilihan Gubernur pada tahun 2018.

“Kita beri ruang 10 hari bagi peminat. Untuk pengambilan formulir, kita beri waktu 1-3 April. Pengambilan formulirnya pada hari yang sama, silahkan atau mau waktu sampai 10 April juga silahkan,,” kata Ketua Tim Pendaftaran Calon Wakil Gubernur, Hatta Zainal, Kamis (30/3/2017).

Dikatakan Hatta Zainal, semua Cawagub akan menjalani assessment yang digelar Golkar Kaltim untuk mengetahui seberapa besar minat dan komitmennya. Assessment ini dilaksanakan oleh tim ahli psikologi dari berbagai lembaga yang ditunjuk seperti perguruan tinggi atau TNI.

Proses assessment juga bertujuan agar Cawagub Kaltim cocok dengan Cagub Kaltim Rita Widyasari dan keduanya saling mendukung sampai akhir periode jabatan. DPD Golkar Kaltim tak ingin Cawagub dan Cagub Kaltim alami pecah koalisi di tengah jalan.

“Kemudian, semua Cawagub akan sosialisasikan diri dalam satu tempat bersama-sama dihadiri oleh semua 10 DPD Golkar Kabupaten Kota se Kaltim, organisasi masyarakat didirikan dan pendiri serta sayap partai termasuk Dewan Pertimbangan Provinsi untuk dinilai,” kata Hatta Zainal.

Setelah proses sosialisasi, maka silahkan DPD Golkar Kabupaten Kota se Kaltim dan pemilik suara lainnya memilih masing-masing 1-3 Cawagub untuk diusulkan dan ditetapkan dalam Rapat Pimpinan Khusus (Rapimsus). Dari Rapimsus ini, nama-nama Cawagub akan dibawa ke Pengurus DPP Golkar.

Menurut Hatta Zainal, tim pendaftaran Cawagub tak menentukan kriteria khusus bagi peserta pendaftar. Kriteria Cawagub yang mendampingi Rita akan terlihat pada saat proses assessment dan tim pendaftaran ini melaksanakan tugas agar pendaftaran Cawagub Kaltim dari Partai Golkar terbuka untuk umum.

“Setiap orang berhak mendaftar Cawagub Kaltim, apakah itu orang internal Partai Golkar maupun dari partai lain. Semuanya mempunyai hak yang sama, jadi kita tidak beda-bedakan. Hanya dilihat dari assessment dan dari pendukung pemilik suara,” kata Hatta Zainal. (Nala)

Bagikan:

What do you think?

0 points
Upvote Downvote

Komentar

Komentar

Loading…

0

Comments

0 comments

Mugeni Lepas Kontingen OSN Kutim ke Tingkat Provinsi

Oesman Sapta Odang, Ketua Umum Partai Hanura Terpilih Menjadi Ketua DPD RI