GP Ansor Kutim Akan Adakan Ngaji Bareng Kitab Kuning Selama Ramadhan

  • Whatsapp

Sangatta, hariankutim.com — “Menghadapi bulan Ramadlan akan diadakan pengajian menjelang buka bersama dengan pengajian kitab taklimul muta’alim dan bidayatul hidayah yang diampu sahabat M. Irfan,” ujar Ketua GP Ansor Kutai Timur, Zainul Arifin, SH saat pembukaan Diklat Terpadu Dasar (DTD) di SMP Ma’arif yang berlokasi di Komplek Madinah Nahdlatul Ulama, Jl. Pendidikan KM 1 Sangatta, Kamis (18/5) lalu.

Menurutnya, kegiatan ngaji bareng kitab kuning ini akan diadakan pada tanggal 19 Mei 2017 sampai dengan 12 Juni 2017 mulai pukul 17.00 -19.00. Kegiatan akan dipusatkan di pondok pesantren Al Maarif, Komplek Madinah Nahdlatul Ulama, Jl. Pendidikan KM 1 Sangatta.

“Ngaji bareng kitab kuning ini bukan hanya untuk kader GP Ansor, namun juga dipersilakan bagi masyarakat umum yang ingin mengikuti Ngaji bareng,” ujarnya.

Sementara kyiai muda yang didaulat sebagai nara saji dalam ngaji bareng kitab kuning, Muhammad Irfan, S.HI menuturkan bahwa kitab Taklimul Mutaalim karya Syekh Az-Zarnuji ini prinsipnya adalah bagaimana etika sebagai seorang pembelajar.

Kebanyakan para pelajar meskipun mereka bersungguh-sungguh dalam mencari ilmu dari hasil pengalaman langsung maupun berdialektika dalam kehidupan, namun beberapa diantaranya salah dalam menuntut ilmu karena syarat-syaratnya mereka tinggalkan, lanjut Muhammad Irfan.

“Untuk itu, pada pengajian nanti ingin saya jelaskan kepada hadirin bagaimana cara mencari ilmu, sehingga pelajar mendapatkan keuntungan dan keselamatan di dunia dan di akherat,” tegas kyai muda M. Irfan.

Sementara kajian kitab bidayatul hidayah menurutnya, Kitab “Bidayatul Hidayah” merupakan karya ulama besar Abu Hamid Muhammad al-Ghazali ini karena banyak disebut-sebut sebagai Mukadimah Ihya Ulumuddin.

Ia menjelaskan bahwa kitab bidayatul hidayah ini mengupas bagaimana proses awal seorang hamba yang ingin mendapatkan hidayah Allah SWT, di samping itu juga kitab ini juga menjelaskan seputar halangan dan rintangan ketika seorang hamba ingin bertaqarub mendekatkan xiri kepada Allah dengan tatacara dan adab yang benar.

“Karena, seorang hamba akan membutuhkan pertolongan dan bimbingan Allah dalam mendekatkan diri kepada Allah,” tutupnya. (Sismanto/Nala)

Comments

0 comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *