Guru SDN 005 Sangkulirang Ucapkan Belasungkawa pada Guru Budi

  • Whatsapp

SANGKULIRANG.
Awal tahun 2018 kembali menyuguhkan kisah pilu menyayat hati yang menggemparkan dunia pendidikan dan yang saat ini sangat viral di dunia maya. Seorang guru SMA 1 Torjun, Sampang mengalami penganiayaan dari siswanya hingga tewas.

Seperti dilansir media Madura, Achmad Budi Cahyono meninggal di usia yang ke 26 meninggalkan seorang istri yang sedang mengandung 4 bulan.
Pria yang dikenal berwajah tampan, Budi merupakan seseorang yang multitalenta, Ia juga mantan aktivis Lembaga Seni Mahasiswa Islam (LSMI) Malang, sebuah lembaga seni mahasiswa di bawah naungan organisasi Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Malang. Selain suka melukis, Budi juga suka main musik, utamanya biola.
Dan pandai merangkai kata yang dituangkan dalam puisi-puisi yang indah.

Budi dikenal sebagai sosok yang ramah, sabar, penyayang dan pendiam, juga tak pelit ilmu. Teman atau anak tetangga yang biasa main di rumah mereka juga biasa diajari oleh Budi. [ads1]
Mengetahui kisah ini, sebagai sesama rekan sejawat yang sama rasa, ribuan guru tanah air mengalami luka batin yang mendalam atas kepergian Guru muda berbakat atau seniman budiman ini.

Sebagai ungkapan belasungkawa atas meninggalnya Achmad Budi Cahyono usai dianiaya muridnya sendiri, inisial MH, Kamis lalu,1 Februari 2018, sejumlah guru di tanah air memakai pita hitam saat mengajar.
Demikian pula para Guru yang berasal dari Kabupaten Kutai Timur, tepatnya di desa kecil Pelawan, yakni SDN 005 Sangkulirang, turut berbelasungkawa atas kepergian Achmad Budi Cahyono, dengan mengenakan pita hitam saat upacara bendera, Senin, 05 Februari 2018.

Dalam amanat pembina upacara yang disampaikan oleh Maria Erni Yanti S.Pd.SD menegaskan perlunya penanaman cinta kasih sedini mungkin agar terpenuhi janji siswa yang diikrarkan oleh siswa setiap upacara bendera.[ads2]

“Janji siswa kedua adalah abdi terhadap orang tua, hormat terhadap Guru….
Hal ini yang perlu anak-anakku camkan dalam hati, sampai kapan pun dan dimana pun.
Jangan nodai nuranimu dengan kebencian, tapi penuhi dengan cinta kasih” Tegas pembina upacara. (Mey/Nala)

Comments

0 comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *