Harga Sembako Menjelang Ramadhan Mulai Naik

  • Whatsapp

hariankutim.com, Kongbeng – Dua pekan jelang puasa Ramadan, harga barang kebutuhan pokok sudah mulai melambung tinggi, terutama gula dan minyak goreng.
Harga jual gula yang fenomenal sejak bulan lalu memang telah duluan naik. Dari Rp 14.000 per kilogram (kg) menjadi Rp 16.000 per kilogram (kg). Di luar itu, minyak goreng juga mengalami kenaikan. Dari harga awal Rp 15.000 per kilogram (kg) menjadi Rp. 18.000 per kilogram (kg). 27/05

Dari pengamatan reporter harian Kutim yang bertandang ke salah satu kios sembako, pemilik kios mengatakan “meski Ramadlan kebanyakan harga sembako masih stabil”, tetapi dia mengingatkan kenaikan harga bisa saja terjadi sewaktu-waktu.

Di Kecamatan Kongbeng, gula pasir menjadi barang yang harganya sangat tidak stabil dalam seminggu terakhir. Harganya terus mengalami kenaikan.

Pemilik Kios sembako di Jln Wijaya Kusuma membenarkan sebagian harga sembako mengalami kenaikan. Hal itu dikarenakan stok barang di pasaran mulai menipis, karena meningkatnya permintaan masyarakat. “Barang di distributor juga menipis, jadi kami sebagai penjual juga dibatasi,” katanya.

Ia melanjutkan, dari semua jenis bahan pokok hanya gula pasir yang mengalami kenaikan secara signifikan. Karena hingga saat ini belum ada tanda-tanda penurunan.”Minggu ini naik lagi Rp 15.000 jadi Rp18 ribu, padahal bulan lalu hanya Rp14,5 ribu,” keluhnya.

Selain gula pasir, ia mengungkapkan masih ada beberapa bahan pokok yang mengalami kenaikan. “Kentang juga mulai naik, sebelumnya Rp 20 ribu, sekarang Rp 25 ribu perkilogram,” ungkapnya.

Dia menuturkan, beberapa jenis sembako memang selalu mengalami kenaikan jelang Ramadan. Menurutnya hal itu dikarenakan mulai meningkatnya permintaan masyarakat, sementara stok di pasaran menipis. “Biasanya jelang Ramadan, masyarakat mulai banyak membeli untuk stok selama Ramadan, hingga membuat stok di pasaran menipis. Hal itu yang menyebabkan kenaikan harga,” ujarnya.

Hal yang sama terjadi di Kios milik pasangan Rofik dan Kalim yang berada di jalan pahlawan Kongbeng Harga beras dan sayur manyur juga cenderung “stabil”

Salah satu pengecer sembako di jalan pahlawan tersebut, Kalim, mengatakan naiknya harga sembako karena saat dibeli di grosiran harganya sudah tinggi. Sehingga terpaksa saat dijual juga dinaikan.“Kami hanya menjual, kalau harganya sudah naik. Otomatis saat dijual juga naik,” ujarnya.

Bahan pokok lainnya yang mengalami kenaikan harga yakni cabe keriting dari Rp. 84.000 per kilo menjadi Rp 90.000 per kilo. Tidak hanya cabe kriting, cabe rawit pun rata – rata harganya naik dari Rp 100.000 pwr kilo menjadi 110.000 per kilo. Dan tak mau kalah, harga bawah putih dan bawah merahpun ikut merangkak naik, yang rata kenaikan mencapai Rp 5.000 sampai Rp 10.000 per kilo. Namun, ditengah – tengah kenaikan harga bahan pokok disisi lain harga petai dan jengkol tetap stabil.
Rofik menyadari bahwa pergerakan harga pangan dan kebutuhan pokok di awal tahun ini menjadi faktor penyumbang angka inflasi. “Terlebih di musim puasa dan Lebaran akibat kenaikan harga pokok,” Pungkasnya.
(Gunadi/Nala)

Comments

0 comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *