Irmas Masjid Al Muhajirin bersama GP Ansor Kongbeng Gelar Sekolah Aswaja

  • Whatsapp

Kongbeng, hariankutim.com – Gerakan ideologi radikal yang belakangan semakin masif dalam melakukan ekspansinya ke wilayah Indonesia mulai menimbulkan keresahan di kalangan umat muslim. Untuk mengantisipasi propaganda gerakan radikal, PAC GP Ansor Kongbeng menggelar sekolah akidah gerakan Islam moderat ala ahlussunnah wal jamaah (Aswaja).

Kegiatan yang berlangsung di hari Senin 29/05 ini dilaksanakan di Masjid AlMuhajirin desa Makmur Jaya Kongbeng, Kutai Timur. Sekolah aswaja ini diikuti oleh jamaah Masjid Al Muhajirin Irmas yang termasuk kader muda NU.

Tanfidziyah Kyai Zuhri Hamid yang sekaligus imam masjid Al Muhajirin mengungkapkan, gerakan radikal yang belakangan ini berkembang sangat membahayakan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). “Dengan demikian sekolah aswaja ini sangat bagus dan bisa digelar secara rutin,” katanya.

Ketua Irmas Indrawan mengungkapkan, kegiatan itu berangkat dari keresahan terhadap menurunnya pemahaman generasi muda terhadap ideologi aswaja. Dengan kegiatan itu, dia berharap dapat membentuk kader yang militan dalam berjuang membentengi NKRI dari paham radikal.

“Para kader muda NU mesti paham dengan ideologinya. Maka sekolah aswaja ini merupakan bagian dari jawaban atas keresahan para kader muda yang pemahaman terhadap aswaja sudah jauh menurun dibanding dengan generasi pendahulu,” tambah Redy.

Lebih lanjut ubet menambahkan, kegiatan itu diikuti 100 peserta yang tidak hanya berasal dari Makmur Jaya namun juga desa lain, seperti Marga Mulia, Sidomulyo, Sri Pantun, Kongbeng Indah, Sukamaju dan Wanasari Selama menjelang buka puasa mereka digembleng materi tentang aswaja dari berbagai aspek sudut pandang, di antaranya oleh Ustad Muntako serta beberapa senior NU.

“Mereka merupakan orang-orang yang pemahaman terhadap aswaja dan kebangsaannya sudah tidak diragukan lagi. Tentu kami berharap para peserta tidak hanya paham, namun juga termotivasi untuk senantiasa berjuang untuk kejayaan Islam dan Indonesia,” tandasnya. (Gunadi/Nala)

Comments

0 comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *