Jualan Kopi Omset Puluhan Juta, Usaha Salah Satu Mantan TK2D di Kutim

  • Whatsapp
jualan kopi
jualan kopi

HK WIKI, Sangatta – Usaha Jualan Kopi menjadi pilihan sebagian orang di tiga tahun terakhir. Usaha ini semakin mencuat ketika Covid-19 mendera semua semua sektor ekonomi. Usaha menjual Kopi menjadi salah satu dari sekian banyak usaha rumahan. Modalnya sedikit, simple dan keuntungannya pun lumayan untuk bisa mencukupi kebutuhan hidup.

Hal itu yang menginspirasi Alvian, berhenti menjadi pegawai honorer pada Dinas Perhubungan Kabupaten Kutai Timur, Provinsi Kalimantan Timur dan ‘banting setir’ usaha jualan Kopi yang dikenal dengan nama “aKademi Kopi”.

Bacaan Lainnya

Sudah 7 (tujuh) bulan, sejak adanya pandemi Covid-19, Alvian dan istrinya Tia Marjun, menggeluti usaha jualan Kopi di Jalan Yos Sudarso III, Sangatta, Kutai Timur, yang bersebelahan dengan BNI Cabang Sangatta dan berhadapan dengan Surya Cell.

Alvian yang ditemui di lapak mini aKademi Kopi mengatakan, merintis dan menjalani usaha aKademi Kopi, telah membuat dirinya merasa lebih nyaman, jika dibandingkan saat masih menjadi pegawai honorer.

“Saya secara pribadi merasa lebih nyaman usaha jualan Kopi, dari pada saat menjadi pegawai honorer. Karena tuntutan hidup semakin tinggi, saya tidak bisa bertahan untuk terus menjadi pegawai honorer,” ungkap Alvian, Kamis (17/6/2021).

Katanya, usaha jualan kopi yang ditekuninya saat ini, bermula ketika ditawarkan seorang sahabatnya di Surabaya. Dengan sedikit modal dan rasa percaya diri yang dimiliki, Alvian coba memulai usahanya. Setiap hari, pemasukan jualan kopi berkisar Rp 300 – Rp 400 ribu. Dan tidak diduga, dalam sebulan, usaha jualan Kopinya bisa mendapat keuntungan Rp 9-10 juta.

Pendapatannya itu, mampu membiayai kehidupan rumah tangganya di masa pandemi Covid-19. Bahkan, modal awal membiayai usaha jualan Kopi, sudah dikembalikan.

“Saya pertama kali ditawari teman saya di Surabaya. Mulanya, saya sedikit ragu, tapi saya jalani saja dengan modal yang ada. Saya coba bersabar. Hari demi hari akhirnya orang mulai mengenal aKademi Kopi. Setiap hari aKademi Kopi mulai diminati. Dan ternyata sampai dengan tujuh bulan, modal saya bisa kembali dan saya untung dua kali lipat,” kata Alvian.

Suami dari Tia Marjun ini mengatakan, semua usaha apa pun, harus dijalani dengan ikhlas dan sabar. Apalagi di masa Covid-19.

Untuk diketahui, aKademi Kopi yang dijual Alvian di Jalan Yos Sudarso III Sangatta, merupakan brand Kopi kekinian dari Surabaya, dan pertama kali dijual di Provinsi Kalimantan Timur. aKademi Kopi dibuka setiap hari, mulai Pukul 8.30-21.00 Wita.

aKademi Kopi Sangatta, diracik dalam 14 Varian Kopi, yakni Coffe latte, Capucino, Salted caramel, Butterscoth, Vanila latte, Tiramisu, Chococinno, Caramel Latte, Choco Hazelnut, Arabica hot, Robusta hot, Toraja hot, Moccacino dan Vietnam Drip.

Selain itu, ada juga Varian non Coffe, seperti Jahe Panas/dingin, Milo lava, Teh tarik, Durian, Red velvet latte, Matcha latte, Lemon tea, Taro, Bubble gim, Alpukat, Choco milk dan lainnya.

BACA JUGA: Disperindagkop & UKM Prov Kaltim Adakan DIKLAT Peningkatkan Kapasitas Usaha Koperasi Di Kaubun

Dua varian menu ini, bisa dipesan dan dihantar kepada para pelanggan atau konsumen, sesuai selera yang dipesan dan dijamin puas. Untuk pemesanan, bisa menghubungi nomor ponsel 0823-5111-5190.(*) 

Comments

0 comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *