Jusuf Kalla: Pemerintah Apresiasi Kinerja BAZNAS

  • Whatsapp

Jakarta – Baznas Kutai Timur Hadiri Rapat Koordinasi Zakat Nasional 2017 yang berlangsung di hotel Mercure Ancol, Jakarta, pada Rabu-Jumat (4-6/10/2017). Turut hadir dalam acara tersebut Wakil Presiden, Menteri Agama dan Seluruh Ketua Baznas Provinsi, Baznas Kota dan Baznas Kabupaten Se-Indonesia.

Wakil Presiden RI, Jusuf Kalla menuturkan, dalam kemajuan teknologi, memang banyak cara untuk membagikan zakat. Dan semua pihak harus siap dalam perubahan itu.

“Perkembangan zaman telah mengubah cara-cara kita. Zakat harus dicari formula dan cara karena orang tidak cukup waktu lagi untuk mengantri dan lain sebagainya. BAZNAS sudah melakukan itu, seperti bayar zakat di Istana, kita dapat kartu. Kita bisa bertransaksi dengan teknologi,” ujar Wapres Jusuf Kalla saat Rakornas BAZNAS 2017.

Yang harus diperhatikan, tutur Wapres, bagaimana meningkatkan muzaki. “Dalam banyak angka statistik, satu persen orang Indonesia menguasai aset nasional dan banyak yang tidak bayar zakat. Bagaimana cara meningkatkan jumlah pembayar zakat, bukan hanya dengan membacakan ayat. Jangan memaksa ayam bertelur, tapi bagaimana caranya memperbanyak ayam agar telurnya juga semakin banyak,” ucapnya.

Dia mengapresiasi program BAZNAS. “Ada program membantu usaha kecil, itu kita apresiasi. Pemetaan-pemetaan penting tapi yang paling penting adalah kepercayaan. Harus ada keterbukaan. Apa yang dilakukan BAZNAS harus diketahui masyarakat,” katanya.

Sementara itu, Ketua Baznas Bambang Sudibyo menyampaikan, rakornas tahunan ini bertujuan mendorong peningkatan koordinasi pengelolaan zakat nasional untuk mencapai kemajuan gerakan zakat yang semakin kuat dan unggul.

Menurut dia, Baznas saat ini makin dikenal sebagai lembaga negara dalam melayani masyarakat melakukan zakat, infak, sedekah, dana sosial keagamaan lainnya (DSKL) serta corporate sosial responsibility (CSR).

“Baznas juga mencatat pengumpulan zakat, infak dan sedekah (ZIS) tahun 2016 adalah Rp 5,12 Triliun. Jumlah ini meningkat pesat sebesar 39,5% dari pengumpulan ZIS tahun 2015. Zakat telah disalurkan sesuai asnaf zakat melalui program-program di bidang ekonomi, kesehatan, pendidikan, sosial-kemanusiaan, dan dakwah dengan allocation to collection ratio sebesar 80%,” ujarnya.

Disamping itu, Menteri Agama, Lukman Hakim Saifuddin, menuturkan pemerintah mendorong adanya penguatan kebijakan afirmatif berupa program jaring pengaman sosial untuk melindungi dan mengangkat 40% penduduk termiskin di Indonesia dengan melibatkan peran masyarakat.

“Pemerintah mengapresiasi salah satu terobosan penting Baznas dalam laporan tahunannya pada 2016 yakni pembuatan Indeks Zakat Nasional sebagai alat pengukur kinerja lembaga pengelola zakat yang berada di bawah koordinasi lembaga tersebut. Saya minta Indeks Zakat Nasional terus dikembangkan dan disempurnakan, termasuk indikator yang digunakan, dan hal itu akan sangat membantu tugas pemerintah di bidang pengawasan dan audit syariah lembaga zakat,” katanya.

Dia juga menegaskan selain Indeks Zakat Nasional yang perlu terus dikembangkan, Kementerian Agama juga mengapresiasi kerja sama yang sudah dibangun Baznas dengan Kementerian/Lembaga dan Pemerintah Daerah untuk mengoptimalkan pengumpulan zakat serta mengefektifkan pendistribusian dan pendayagunaannya. (Md/Nala)

Comments

0 comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *