Kasus Penganiayaan Di Kongbeng Telah Dilaporkan, Pelaku Merupakan Majikan Korban

HARIANKUTIM.COM, Kongbeng – Pelaku Kasus Penganiayaan telah dilaporkan ke pihak Kepolisian Daerah Kalimantan Timur Resor KUTIM Sektor Kongbeng, kasus ini dilaporkan pada hari selasa tanggal 27 Agustus 2019.

Ketum Pengurus Pusat Naluri Perempuan Setara PP-NAPAS telah memerintahkan saudara indrawan, S.Pd dan Gunadi, S.Pd yang merupakan Anggota Komunitas TPPO Kutai Timur NAPAS, untuk dapat menjadi pendamping dalam kasus kekerasan yang terjadi di Kutai Timur yang menimpa saudari yang masih remaja, warga Desa Marga Mulya Kec. Kongbeng.

Suhadi selaku pelapor kasus penganiayaan telah melimpahkan sepenuhnya laporan ini kepada pihak ke-2 yaitu saudara indrawan, S.Pd dan Gunadi, S.Pd yang merupakan Anggota Komunitas TPPO Kutai Timur NAPAS pada hari minggu  tanggal 1 september 2019, kasus pelaporan ini merupakan tidak lanjut dari pengakuan korban bahwa telah disiksa oleh tuan rumahnya/majikannya dengan bagian tubuh yang terdapat luka. 

“Kemarin saudari S ini datang kerumah Bapak Dwi Setiawan menangis karena kesakitan”, ucap suhadi.

“Setelah Bapak Dwi Tanya-tanya korban mengaku bahwa telah disiksa oleh tuan rumahnya/majikanya yang berinisial BS, namun korban tidak mengaku bahwa luka ditangannya bekas terkena setrika dan awalnya korban mengaku bahwa luka tersebut adalah terkena tumpahan air panas”, jelas suhadi.

Menurut Pengakuan Korban, pada tahun 2017 korban diajak oleh keluarga pelaku untuk di ajak ke karang ( salah satu kota di Lampung) korban berasal dari Lampung, namun pada waktu perjalanan bukannya ke karang, ternyata korban di bawa ke Kalimantan dan di janjikan setiap bulannya mengirimkan sejumlah uang ke orang tuanya yang berada di Lampung, karena tidak ada pilihan, si  korban ikut oleh pelaku.

“Hari Selasa kami menyelidiki kasusnya dan Alhamdulillah bertemu korban, dari pertemuan itu kami menanyakan keadaan korban, korban mulai bercerita walaupun diawal kedatangan kami korban merasa ketakutan karna trauma dengan orang baru”, kata Indrawan.

“Sejak ikut dengan pelaku, korban diperlakukan dengan kasar, Makan yang di jatah, beban kerja yang tidak wajar dan ucapan yang kasar seperti mengucapkan kata-kata hewan kepada si korban”, lanjut indrawan.

Sebagai langkah tindak lanjut dari kasus ini dan untuk mengali informasi dari warga sekitar dan juga di kepolisian semuanya proaktif.

Kasus ini telah diinformasikan juga kepada salah satu staff dinas PPPA yang membidangi perlindungan anak dan setelah berkoordinasi dan menceritakan kronologis kejadian langsung di respon oleh Ibu Yur,Dinas PPPA Kab.Kutim, Sie Perlindungan Khusus Anak.

Dengan komunikasi yang aktif antara warga, kepolisian serta dinas terkait dalam mediasi akhirnya si korban di ambil alih oleh negara dan dalam perlindungan PPPA Sangatta.

“Dan kami mewakili LBH Napas akan mendampingi Kasus ini sampai ada ketetapan hukum,
sebagai pelajaran dan jangan ada korban yang sama seperti di alami adek ayu ini”, tegas indrawan. (Hk)

Bagikan:

What do you think?

2 points
Upvote Downvote

Komentar

Tinggalkan Komentar

Komentar

Loading…

0

Comments

0 comments

Pemuda Muara Wahau Adakan Pengajian Peringatan 1 Muharram

Pelantikan Pengurus Majelis Pembimbing dan Pengurus Cabang Saka Bakti Husada Kutim Periode Tahun 2019-2023