KEK Maloy Kutim Lebih Baik dari Sei Mangke Sumut

  • Whatsapp
Gubernur Awang Faroek Ishak saat melakukan peninjauan di KEK Maloy, pekan lalu. (seno/humasprovkaltim)

SAMARINDA, Hariankutim.Com – Gubernur Kaltim Dr H. Awang Faroek Ishak menilai Kawasan Ekonomi Khusus Maloy Batuta Trans Kalimantan (KEK MBTK) di Kabupaten Kutai Timur, jauh lebih bagus dibandingkan dengan kawasan eknomi khusus lainnya di Indonesia.

Gubernur Awang Faroek Ishak saat melakukan peninjauan di KEK Maloy, pekan lalu. (seno/humasprovkaltim)

“Contoh KEK Sei Mangke, di Simalungun, Sumatera Utara. Dibandingkan dengan KEK Maloy, tentu Maloy jauh lebih bagus. Apalagi pemerintah pusat sudah memberikan dukungan berupa jalan sepanjang 17 kilometer melalui anggaran Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat,” kata Awang Faroek Ishak saat launching pabrik tepung pisang dan singkong di KEK Maloy, Jumat (31/3) lalu. seperti dikutip kaltimprov.go.id, Rabu 5 April 2017.

Bacaan Lainnya

Dikatakan berbagai fasilitas yang akan di bangun di KEK Maloy nantinya akan menjadi tanggung jawab nasional, seperti dari Kementerian Perindustrian menyiapkan tangki timbun dan sebagainya.

Kemudian pembangunan pelabuhan, dimana untuk dua tahun anggaran sebesar Rp200 miliar untuk melanjutkan pembangunan pelabuhan dari Kementerian Perhubungan sehingga ditarget 2018 sudah tuntas pembangunannya dan Kementerian Perindustrian menyiapkan tangki timbun dan sebagainya.

“Artinya pembangunan pelabuhan di KEK Maloy sudah menjadi tangungjawab nasional. Target 2018 sudah selesai,” yakin Awang.

Gubernur mengatakan launching pabrik tepung pisang dan tepung singkong di KEK MBTK merupakan langkah awal dan kebangkitan industri di kawasan Maloy dan sekitarnya. Dengan adanya pendirian pabrik tepung pisang dan tepung singkong ini, nantinya masyarakat tidak perlu lagi memasarkan produk yang dihasilkan para petani.

“Bukan hanya kepala sawit, pabrik tepung pisang dan singkong, tetapi nantinya ada perusahan lain yang mendirikan pabrik jagung dan kedelai maupun produk komoditi lainnya. Tentu tidak akan lagi dikirim mentah-mentah ke pulau Jawa. Pisang maupun singkong harus diproses dulu di indutri hilirnya di kawasan KEK MBTK Maloy,” harap Awang.

Pendukung lain seperti fasilitas sarana air bersih sudah dikerjakan. Demikian juga dengan listrik dan pabrik kelapa sawit. Rencananya launching untuk fasilitas pendukung itu akan dilakukan pada 10 April mendatang.

“Oleh karena itu, semua harus bergotong royong membuat KEK Maloy mempunyai daya saing yang kompetitif. Sehingga produk-produk yang dihasilkan nanti juga tidak kalah bersaing dengan produk-produk dari luar negeri,” kata Awang Froek. (mar/sul/es/humasprov)

Comments

0 comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *