Kemandirian NU Kutim, Lembaga Perekonomian Galang Sejuta Koin

  • Whatsapp
Kotak penggalangan koin LPNU

Sangatta, hariankutim.com – Lembaga Perekonomian Nahdlatul Ulama (LPNU) Kabupaten Kutai Timur, Kalimantan Timur mengeluarkan seruan kepada semua pihak untuk membangun kemandirian organisasi NU agar tidak tergantung dengan pihak manapun.

Kotak penggalangan koin LPNU

Berdasar rilis yang diterima hariankutim.com, LPNU usai terbentuk di tahun 2017 ini langsung membuat gebrakan kemandirian organisasi. Lembaga perekonomian ini merupakan lembaga pertama dalam sejarah Nahdlatul Ulama Kutai Timur yang terbentuk pada kepengurusan NU dibawah pimpinan ketua pengurus cabang NU (PCNU), Drs. H. Irawansyah, M.Si.

Ketua Lembaga Perekonomian NU Kutai Timur, Beni Cahyono mengemukakan bahwa langkah pertama dalam membangun kemandirian NU adalah membuat lini bisnis untuk menghidupi roda organisasi, dan itu dapat terbentuk apabila lembaga perekonomian memiliki modal pertama untuk membuat bisnis.

Langkah yang dilakukan untuk memimiliki modal diantaranya adalah menggalang dana. Program gerakan penggalangan dana umat (gerakan sejuta koin) yang dimotori oleh LPNU Kutim, mendapat dukungan yang signifikan dari kalangan warga Nahdliyyin. Meskipun demikian ada sebagian warga Nahdliyyin Kutai timur yang masih pesimis terhadap program ini.

“Hal ini mungkin disebabkan dari kurangnya informasi yang jelas secara menyeluruh,” Ujarnya.

Lanjut Beni, Program ini merupakan salah satu cara untuk mendukung program – program peningkatan perekonomian warga Nahdliyyin yang selama ini kurang mendapatkan perhatian dari kalangan NU sendiri. Jumlah warga Nahdliyyin Kutai timur yang mayoritas, merupakan potensi yang besar untuk peningkatan ekonomi NU Kutim.

Dana umat ini adalah dana abadi yang akan dikelola untuk dikembangkan menjadi berbagai kegiatan usaha; pengembangan UMKM, pengembangan perikanan, pengembangan peternakan, pengembangan agribisnis, pengembangan jasa konstruksi, dan lain-lain.

Warga Nahdliyyin yang terdiri dari berbagai kalangan, sangat berpotensi untuk dapat mendukung keberlanjutan program2 lpnu. “Peran serta dan keaktifan warga Nahdliyyin Kutim sangat kami harapkan ” jelas ketua lpnu kutim.

Program LPNU selalu dikawal langsung oleh katib PCNU, kyai mundirin, yang merupakan salah satu inisiator penggerak berdirinya lembaga perekonomian Kutai timur. (Nala)

Comments

0 comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *