Kemenag Kutim Tentukan Tiga Kadar Zakat

  • Whatsapp

Sangatta, hariankutim.com – Berdasarkan kesimpulan rapat hari ini tentang Penetapan Zakat Fitrah tahun 1438 H/2017 Kabupaten Kutai Timur yang diselenggarakan Kementrian Agama Kabupaten Kutai Timur, Kalimantan Timur, telah menetapkan tiga kadar zakat fitrah tahun yakni, (dalam bentuk uang ) yaitu : a. Kategori tertinggi Rp. 35.000,- b. Kategori sedang Rp. 30.000,- dan c. Kategori rendah 25.000,- serta fidyah sebesar Rp. 15.000,-.

Penetapan kadar zakat yang diadakan di ruang rapat kantor Kemenag Kutim tersebut dihadiri kepala kemenag Drs H. Ambotang, Ketua Pengadilan Agama Drs Sinwani, M.Si, MUI KH. Muhammad Adam, Ketua BAZNAS Harun Rasyid, S.Ag., Diperindag, Bagian Sosial, Humaspro, dan unsur Ormas Keagaman Nahdlatul Ulama.

“Berdasarkan hasil rapat untuk wilayah Kutai timur yakni Rp. 35.000, Rp. 30.000 serta Rp 25.000,” ungkap Muhammad Yasin perwakilan dari Ormas Nahdlatul Ulama, Rabu (31/5).

Penetapan kadar zakat fitraf dan fidyah itu kata Yasin, berdasarkan harga beras yang dikonsumsi setiap hari yakni Rp 35.0000 dengan harga beras per kilogram Rp 14.000 dikalikan dengan 2,5 kilogram dan Rp 30.000 jika harga beras yang dikonsumsi Rp. 12.000 dikalikan 2,5 kilogram serta Rp 25.000 dengan harga beras 10.000 dikali 2,5 kilogram.

Penetapan kategori zakat fitrah dan fidyah tersebut menurut Yasin, sesuai harga beras di pasar berdasarkan hasil pantauan di berbagai wilayah di Kutai Timur.

“Tinggal masyarakat memilih kategori mana yang diambil sesuai dengan harga beras yang dikonsumsi sehari-hari. Untuk zakat fitrah bisa juga dibayarkan dalam bentuk uang,” kata Yasin.

Sementara menurut ketua Baznas Kutai Timur, Harun Rasyid, S.Ag. Waktu pembayaran zakat fitrah dan fidyah boleh dilakukan pada awal bulan puasa tanpa harus menunggu batas akhir Ramadhan.

“Karena jika dibayarkan lebih awal akan memudahkan para petugas untuk menyalurkan kepada para mustahiq yang memang benar-benar berhak menerima, sehingga manfaatnya pun akan menjadi maksimal,” ujar Harun.

Ia menghimbau agar pembayaran zakat fitrah dan fidyah itu disalurkan melalui lembaga penerima zakat seperti Badan amil zakat (BAZ), serta unit pengumpul zakat (UPZ) yang ada di lingkungan masing-masing. (Nala)

Comments

0 comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *