Kerukunan Bubuhan Banjar Peringati Isra Mi’raj dan Haul Abah Guru Sekumpul

  • Whatsapp
Bupati Kutai Timur, Ir. H. Ismunandar, MT memberikan sambutan

Sangatta, HarianKutim.Com – Kegiatan Peringatan Isra dan Mi’raj serta Haul Abah Guru Sekumpul di Sekretariat Kerukunan Bubuhan Banjar (KBB) Kutai Timur kemarin malam digelar, Minggu (16/4).

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Bupati Kutai Timur, Ir. H. Ismunandar, MT. Sekretaris Kabupaten Kutai Timur, Drs. H. Irawansyah, M.Si, beberapa anggota DPRD Kutai Timur, dan anggota OPD lain.

Bacaan Lainnya

Bupati Kutai Timur, Ir. H. Ismunandar, MT memberikan sambutan

Dalam sambutannya, Bupati Kutai Timur Ismunandar menyampaikan supaya warga bubuhan Banjar bertambah rakat dan muslimin, tambah solid persatuannya. “Untuk itu, supaya kerukunan KBB dan paguyuban lainnya membantu program pemerintah dalam pembangunan yang fokus dan tuntas,” ujarnya.

Bupati juga menjelaskan bahwa slogan “Fokus dan Tuntas” itu di ambil dari slogan bubuhan Banjar. “Haram manyarah waja sampai kaputing”. Artinya tidak boleh menyerah dalam usaha kebaikan dan kalau bekerja akan menyelasaikan sampai puting (akhir).

Bupati juga mengapresiasi badan otonom KBB, yaitu Rumah belajar kayuh Baimbai KBB Kutim. Yang di ketuai oleh H.Aramsah.sekalugus juga ketua IGI Kutai Timur, yang juga sebagai sekretaris panitia kegiatan.

Penampilan anak santri rumah belajar KBB Kutim mendapat perhatian dan penghargaan bupati. Kegiatan rumah belajar yang agenda kegiatanya belajar tilawah Alquran, tahfidz Alquran, dan bahasa Arab. Bupati menghimbau agar jangan anak-anak saja yang belajar,  orang tua juga perlu ikut belajar. Bahkan lanjut Ismunandar, “Saya pun mau ikut belajar” ujar mantan ketua tanfidz Nahdlatul ulama Kutai Timur yang di sambut tepuk tangan warga.

Sementara didaulat sebagai penceramah, KH. Mansur dari Samarinda, sekaligus korwil KBB kaltim wilayah Bontang Kutim dan Berau mengingatkan pentingnya sholat  dan jangan di tinggalkan. KH. Mansur mengingatkan kepada hadidin jangan ikut orang yang ngajarkan boleh tidak sholat asal eling. Karena nabi, isra mikraj justru untuk menjunjung pelaksanaan sholat. (Aramsah/Nala)

Comments

0 comments

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *