Ketua BPPD Lubis, Promosi Wisata Butuh Dukungan Semua Pihak

  • Whatsapp
Ketua BPPD Rustam Effendi Lubis

Sangatta, Hariankutim.com – Pasca dikukuhkan Bupati Kutai Timur, Ir. H. Ismunandar, MT di ruang Meranti, Kantor Bupati Kutim, Komplek Perkantoran Bukit Pelangi, Jumat (24/3) lalu. Badan Promosi Pariwisata Daerah (BPPD) Kabupaten Kutai Timur yang dinahkodai Rustam Effendi Lubis bergerak cepat dalam mempromosikan pariwisata Kutai Timur.

Ketua BPPD Rustam Effendi Lubis

Ketua Badan Promosi Pariwisata Daerah (BPPD) Kabupaten Kutai Timur, Rustam Effendi Lubis menjelaskan bahwa kehadiran BPPD diharapkan dapat meningkatkan industri pariwisata Kutai Timur yang dikelola secara profesional dan transparan, sehingga kedepannya dapat meningkatkan kunjungan wisatawan ke Kutai Timur, Jumat (31/3).

Disamping sarana dan prasarana mendasar sebagai penopang pariwisata Kutai Timur, memang poin utamanya terletak pada promosi. Kita ambil contoh Malaysia, walaupun hanya numpang 15% dari luasan pulau Borneo, tetapi di dunia pariwisata eksotik internasional mereka jauh di atas kita. Meskipun hampir semua potensinya ada di wilayah kita. “Untuk itu, saatnya kita bangun promosi yang hebat untuk mengangkat pariwisata kita di atas mereka,” paparnya.

Di samping promosi tentu kita harus siapkan faktor pendukung, mulai dari infrastruktur jalan, listrik, air bersih dan juga regulasi, Ini yang sangat penting dan yang penting lagi budaya kutim juga harus mendukung

Lanjut Lubis, Kutai Timur memiliki banyak budaya, baik budaya yang lokal maupun budaya etnis pendatang. Ia berharap, semua potensi budaya yang ada dikutim ditonjolkan, dipromosikan, dan diangkat ke permukaan, sehingga bisa mendongkrak potensi PAD Kutim.

“Dalam waktu dekat kita ada jadwal duduk bersama antara Bupati/Pemda Kutim, Adat Besar, BPPD dan Perusahaan untuk membahas alokasi dana CSR PT. KPC sebesar 1 juta dolar yang programnya disusun melalui Adat dan Pariwisata. Polanya kurang lebih seperti alokasi angka 1,5 juta dolar yang di pemkab dan 1 juta dolar di Kecamatan Bengalon” jelasnya. Ia berharap dukungan rencana ini agar ke depan seni budaya mendapat prioritas sumber dana.

Senada dengan Lubis, Litbang Kutai Timur, Dr. Muslimin, M.Si mengakui untuk mewujudkan mimpi-mimpi menjadi ikon pariwisata yg mendunia tentu bukan pekerjaan mudah. Dari hasil penelitian beberapa persoalan mendasar dlm pengembangan pariwisata kutim, yaitu infrastruktur dasar yang belum memadai, bahkan belum tersedia, misal sarana jalan jembatan, listrik dan fasilitas wisata itu sendiri. Lebih lanjut, Muslimin juga mengakui bahwa SDM pariwisata yang belum tersedia khususnya penguasaan bahasa asing, dan promosi yang belum optimal.

Tentu persoalan-persoalan di atas akan sulit kalau semua dikerjakan oleh pemerintah, mengingat anggaran yang terbatas, dan solusinya adalah melibatkan pihak ketiga dalam proses kerjasama, termasuk promosi yg massi dengan berbagai even, ujarnya. (Nala)

Comments

0 comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *