Khotmil Quran ke-7: Jaga Kekompakan antar Suku dan Agama

  • Whatsapp

Sangatta, Pelaksanaan Safari Khotmil Qur’an malam ke-7 yang diselenggarakan oleh Lembaga Ta’mir Masjid Nahdlatul Ulama Kabupaten Kutai Timur diadakan di Masjid Miftahul Janah Gang Musholla Sangatta, Sabtu (16/6).

Tampak hadir rais suriah Nahdlatul Ulama Kutai Timur, Habib Muhammad Baqir, M. BA, wakil bendahara Muhammad Yasin, S.Hi., Ketua LTM NU Ahmadi, LC, pimpinan Ansor M Irfan, S.HI., dan Ketua LTN NU Kutai Timur Sismanto, M.Pd.

Bacaan Lainnya

Dalam sambutannya ketua LTM NU, Ust Ahmadi, Lc. , MA. Menyampaikan bahwa road show malam ini adalah malam ke 7 di Masjid Miftahul Jannah, ketua mengapresiasi kepada pengurus LTN atas terlaksannya program PCNU kutim.

“LTM NU sebagai garda depan untuk mensukseskan program ini sebagai tali silaturahim antar masjid dan pengurus NU Qoidah fiqiyah, al muhafadoh alal qodimi sholih wal akhdu bil jadidil ashlah. Artinya melestarikan budaya lama yg baik dan mengambil budaya baru yg lebih baik,” tuturnya.

Sementara bertugas sebagai mauidoh hasanah Ust. M Syaichu, S.Hi, pentingnya menjaga tradisi ulama. Yaitu menghatamkan alquran , seperti sahabat Anas bin Malik, beliau setiap khatam quran mengundang keluarga.

Ustadz Syaichu juga mengajak jamaah untuk menjaga kekompakan antar suku, ras, dan golongan guna mengikuti jejak para habaib dan sahabat Nabi.

Ustad Syaichu yang juga sebagai wakil sekretaris pengurus cabang Nahdlatul Ulama Kutai Timur menceritakan bahwa ada seorang ulama besar yang disekolahkan mengaji kepada seseorang dan seseorang itu memberikan pengajaran setiap hari, sehingga anaknya bisa belajar mengaji Alquran.

Lanjut Syaichu, kemudian orang tua itu memberikan 100 dinar kepada orang yang mengajar. “Saya tidak berhak mendapatkan yang sebanyak ini. karena yang diajarkan hanya sedikit,” jawab guru ngaji.

“Mudah-mudahan tradisi khotmil Quran ini merupakan tradisi yang dilestarikan dan akhirnya kita semua mendapatkan syafaat besok di hari kiamat, lantaran membiasakan belajar dan mengaji Alquran,” tutupnya. (Sismanto/Nala)

Comments

0 comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *