Koalisi Masyarakat Sipil Beri Penghargaan “Gubernur Masa Bodoh”

  • Whatsapp

HARIANKUTIM.COM, Sangatta – Koalisi Masyarakat Sipil yang terdiri dari JATAM Kaltim, WALHI Kaltim, FH Pokja 30 Kaltim, FNKSDA, dan Mahasiswa/i Papua merespon kasus tenggelamnya Febi Abdi Witanto (25) pada 31 Oktober 2021 lalu di lubang tambang, Perusahaan Batubara CV. Arjuna, dengan memberikan penghargaan kepada Isran Noor sebagai “Gubernur Masa Bodoh” pada Rabu (03/11).

Hal itu dapat dilihat dari spanduk yang diletakkan di depan pintu gerbang Kantor Gubernur Kaltim, bertuliskan “Piagam Penghargaan diberikan kepada Isran Noor sebagai Gubernur Paling Masa Bodoh Dalam Kasus Lubang Tambang”.

Bacaan Lainnya

Penghargaan tersebut, menurut Pradana Rupang, Dinamisator Jatam Kaltim diberikan sebagai apresiasi kepada Isran Noor selama 3 tahun memimpin Kaltim.

“Sebagai apresiasi atas kerja masa bodohnya selama 3 tahun ini, yang abai dan mendiamkan korban yang sudah mencapai 40 nyawa, yang mayoritas korbannya anak-anak generasi penerus bangsa, maka Koalisi memberikan piagam penghargaan tersebut di depan Kantor Gubernur Kalimantan Timur”, ujar Pradarma Rupang.

Lanjutnya, Jatam Kaltim telah mencatat, di Kalimantan Timur ancaman lubang tambang masih menghantui, karena secara keseluruhan masih ada 1.735 lubang bekas tambang. Di Kota Samarinda sendiri terdapat 349 lubang bekas tambang yang dibiarkan menganga tanpa reklamasi dan pemulihan, yang menjadi bom waktu sebagai salah satu persoalan serius yang tak mendapat perhatian serta tindakan dari pemerintah.

Dengan banyaknya kejadian tenggelam di lubang tambang, Koalisi Masyarakat Sipil mendesak Gubernur Kaltim untuk segera merespon dan mengambil kebijakan yang menjadi tuntutan peserta aksi.

“Segera melakukan moratorium izin pertambangan, segera proses kasus meninggalnya anak di lubang bekas tambang, melakukan reklamasi dan pemulihan pada lubang-lubang tambang”, beber Dinamisator Jatam Kaltim.

Comments

0 comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *