Komandan Densus 99: NU Lahir Membendung Paham Wahabi

  • Whatsapp

 

Sangatta, Bupati Kutai Timur, Ir. H. Ismunandar, MT, wakil bupati Kutai Timur, Kasmidi Bulang, ST., MM, ketua pengurus cabang NU Kutai Timur, Drs. Irawansyah, M.Si. hadiri hadir pula istigotsah dan pengajian akbar Harlah GP Ansor ke 83, Senin (24/4) malam.

Disamping itu, turut hadir pula Ketua PW Ansor Kaltim, Ketua PC Ansor Se Kaltim, IPNU/IPPNU, Pagar Nusa, Fatayat, Muslimat, dan undangan lainnya.

Tampil mengisi pada pra acara, jamiyah sholawat Rijalul Ansor Kabupaten Kutai Timur yang diketuai sahabat Muhammad Muathok sembari menunggu warga Nahdliyin dan undangan.

Bupati Kutai Timur, Ir. H. Ismunandar, MT dalam sambutannya menyampaikan bahwa Ansor, Banser, Nahdlatul Ulama (NU) telah membuktikan sejarah bahwa NU ikut serta mempertahankan kemerdekaan tahun 1945 dan upaya pemberontakan PKI.

“Untuk itu, saya berharap Ansor Kutai Timur membentuk 10 lagi Pimpinan Anak Cabang (PAC) yang tersisa,” kata Bupati.

Sementara Mujib sapaan akrab Mujiburohman, Komandan Densus 99 tampil memberikan orasi singkatnya bahwa Nahdlatul Ulama lahir bukan untuk menandingi Muhammadiyah, bila ingin menandingi Muhammadiyah tentu Nahdlatul Ulama akan lahir pada tahun 1913 atau 1914.

Lanjut Mujib, Nahdlotul ulama terlahir pada tahun 1926 di saat Kerajaan Turki Usmani runtuh pada tahun 1924 dan berdirinya dinasti Ibnu Saud atau Wahabi di Arab Saudi yang mengusir penduduk muslim yang tidak mau beraliran Wahabi.

“Jadi, Nahdlatul Ulama terlahir untuk membendung paham Wahabi yang ada di Arab Saudi yang saat ini mulai terlihat di Indonesia,” tegasnya. (Nala)

Comments

0 comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *