Konferensi Pers, Bawaslu Kutim Paparkan Indeks Kerawanan Pemilu

  • Whatsapp

HARIANKUTIM.COM, Sangatta- Bawaslu Kabupaten Kutai Timur menggelar Konferensi Pers terkait Indek Kerawanan Pemilu (IKP) Pilkada Kabupaten Kutai Timur tahun 2020 dengan fokus bahasan “Indeks Kerawanan Pemilu (IKP) pada Pilkada Kabupaten Kutai Timur 2020” di Kantor Sekretariat Bawaslu Kabupaten Kutai Timur, Jl. Yos Sudarso 2 No.25, Sangatta Utara, Kabupaten Kutai Timur (Selasa, 10/03/20).

Adapun tahapan pengumpulan data IKP yang diriset oleh Bawaslu Republik Indonesia, dihimpun dari Bawaslu Kabupaten/Kota yang menghelat Pilkada, dengan melibatkan KPU, Kepolisian dan Media Massa dalam penyusunannya. Setelah dilakukan riset terhadap data yang telah dihimpun, barulah dapat diketahui kategori kerawanannya apakah kerawanan rendah, sedang atau tinggi.

Hal tersebut dijelaskan Komisioner Bawaslu Kabupaten Kutai Timur Kordiv. Pengawasan Siti Akhlis Muafin kepada Pihak Kabag Pemerintahan, KPU, Kesbangpol, Kepolisian, Kodim 0909/Sangatta, Lanal Sangatta, Camat Sangatta Utara, Camat Sangatta Selatan serta media se-Kabupaten Kutai Timur.

Kordiv Pengawasan Bawaslu Kabupaten Kutai Timur itu juga menyampaikan hasil survey IKP untuk Kabupaten Kutai Timur, yang sudah di luncurkan Indeks Kerawanan Pemilu (IKP) Pilkada Tahun 2020 di Jakarta beberapa hari lalu oleh Bawaslu RI.

“Setelah dilakukan penelitian, IKP Pilkada untuk Kabupaten Kutai Timur berada di angka 44,33. Level kerawanan di angka ini termasuk kategori level 3 atau kerawanan sedang. Artinya, potensi Hampir setengah indikator kerawanan dan kerawanan berpotensi terjadi,” terangnya.

Selain level kerawanan, dimensi-dimensi IKP dan isu strategis pada Pilkada 2020 juga dipaparkan Akhlis, diAkhir materi Akhlis menyampaikan rekomendasi sebagai berikut:
1. KPU-Bawaslu sebagai penyelenggara, agar meningkatkan pelayanan terutama terhadap proses pencalonan (perseorangan dan partai politik), akurasi data pemilih dan peningkatan partisipasi masyarakat.
2. TNI/Polri, agar menguatkan koordinasi untuk mencegah potensi konflik horizontal dan vertikal berdasarkan pemetaan dari IKP.
3. Partai politik, agar meningkatkan akses dan keterlibatan masyarakat dalam proses pencalonan dan melakukan pendidikan politik yang intensif sepanjang tahapan Pilkada.
4. Pemerintahan Memastikan dukungan Pelaksanaan Pilkada dan Mengintensifkan forum-forum komunikasi (Forkopimda, FKUB) untuk Konsolidasi dan Pencegahan Potensi Kerawanan.
5. Ormas Memperluas Jaringan pemantauan Pilkada untuk meningkatkan kesadaran berpolitik yang demokratis.

Dengan terselenggaranya Konferensi Pers tersebut diharapkan terciptanya persamaan persepsi dalam menanggapi Indeks Kerawanan Pemilu pada Pilkada Kabupaten Kutai Timur Tahun 2020 sehingga dapat terminimalisirnya pelanggaran pada penyelenggaraan Pilkada 2020. (hk)

Comments

0 comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *