KPK Menetapkan 7 Tersangka OTT Di Kabupaten Kutai Timur

  • Whatsapp

HARIANKUTIM.COM,- Melalui konferensi pers yang digelar Jumat (3/7/2020) malam sekitar pukul 21.15 WIB, Wakil Ketua KPK Nawawi Pongolango mengatakan, operasi bermula dari laporan masyarakat, yakni dugaan penerimaan hadiah atau janji terkait pekerjaan infrastruktur di Kabupaten Kutai Timur.

Dan setelah penyidik melakukan pemeriksaan intensif terhadap 16 saksi sejak Kamis hingga Jumat (3/7/2020) KPK menetapkan 7 tersangka dari hasil operasi tangkap tangan (OTT) yang dilakukan di Kaltim. Bupati Kutai Timur (Kutim) Ismunandar dan istrinya yang juga Ketua DPRD Kutim Encek Unguria, masuk dalam jajaran tersangka yang merupakan hasil OTT di Sangatta, Samarinda, dan Jakarta tersebut.

Sementara 5 tersangka lainnya adalah Ketua Bapenda Kutim Musyaffa, Kepala BPKD Kutim Suriansyah, Kadis Pekerjaan Umum Kutim Aswandini. Dua tersangka lain berperan selaku pemberi suap yakni Aditya Maharani dan Deky Aryanto. Keduanya merupakan rekanan proyek di lingkungan Pemkab Kutim selama periode 2019-2020.

Adapun modus suap yang dilakukan para tersangka adalah pemberian fee 10% dari nilai proyek yang dilaksanakan di Pemkab Kutim.

Beberapa proyek yang diduga dimainkan diantaranya pembangunan proyek rumah tahanan di Mapolres Kutim senilai Rp 1,7 miliar, peningkatan jalan poros Kecamatan rantau Pulung (DAK) senilai Rp 9,6 miliar, pembangunan Polsek Teluk Pandan senilai Rp 1,8 miliar, optimalisasi pipa air bersih PT GAM senilai Rp 5,1 miliar dan pengadaan berikut pemasangan LPJU Apt Pranoto CS Kota Sangatta senilai Rp 1,9 miliar.

kasus yang menguak Ismunandar dan Encek itu bermula dari adanya laporan masyarakat ke KPK pada Februari lalu. “Ini merupakan kasus penyadapan pertama setelah berlakunya UU KPK baru,” ungkap Nawawi. Menyusul penetapan tersangka ini, ketujuh tersangkan ditahan selama 20 hari terhitung 3 sampai 22 Juli 2020. (HK/002)

Comments

0 comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *