Kritik Jalan Rusak Lewat Medsos, Uce Prasetyo Angkat Bicara

  • Whatsapp
Anggota DPRD Kutai Timur, Uce Prasetyo

Sangatta, hariankutim.com – Jalan menuju kota Sangatta, Kutai Timur, rusak parah sebagaimana diunggah netizen di sebuah forum dengan menulis “jalanku masih berlubang, Kutai Timurku, jalan Sangatta Bontang” pada Senin (13/3) lalu. Kontan saja, postingan tersebut mendapat respon ratusan tanggapan dari masyarakat.

Anggota DPRD Kutai Timur, Uce Prasetyo

Kerusakan tidak hanya berbentuk lubang kecil-kecil, tetapi sudah berbentuk kubangan. Kondisi tersebut menuai kekecewaan warga masyarakat karena tak kunjung diperbaiki oleh pemerintah. Jalan tersebut sebenarnya sudah beberapa kali diperbaiki, namun kondisi jalan yang sering dilewati kendaraan dengan muata melebihi kapasitas, sehingga kerusakan jalan tersebut tidak dapat terelakkan, sering menyebabkan kecelakaan bagi pengendara roda dua dan roda empat.

Bacaan Lainnya

Melihat kondisi tersebut ditanggapi langsung anggota DPRD Kutai Timur komisi D, Uce Prasetyo Senin (20/3/2017). Menurutnya sebagai wakil rakyat, saya berterimakasih atas perhatian / kritik masyarakat pada jalan Sangatta -Bontang yang ada beberapa ruas jalan yangg rusak dan berlobang. Untuk cari solusi itu, kita perlu mempelajari dulu aturan dan duduk perkaranya, ujarnya.

Lanjut Uce, Sesuai UU 38/2004 mengatur bahwa ada jalan nasional, propinsi, kabupaten/kota dan desa. Merujuk aturan tersebut, jalan tersebut adalah jalan propinsi. Sehingga kewenangan anggaran, membangun, dan mengatur jalan itu ada pada Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur.

“Tugas Pemkab hanya sekedar mengusulkan atau lobby, dan koordinasi saja, dan itu sudah di lakukan,” tegasnya.

Sayangnya, Pemprov Kaltim juga lagi terkena dampak kebijakan pusat yaitu defisit anggaran, yang membatasi kemampuannya untuk membangun dan memelihara jalan yang jadi tanggung jawabnya. Yang perlu kita sadari bersama bahwa berdasar KepMenhub no 1/2003 kelas jalan tersebut ditetapkan sebagai kelas IIIB, sesuai aturan beban sumbu kendaraan maksimal 8 ton. Jadi struktur jalan tersebut didesain dengan beban sekitaran itu.

“Kenyataanya kan banyak kendaraan perusahaan yang seyogyanya lewat laut dan kendaraan truk masyarakat yang over kapasitas lebih dari 20 ton lewat situ. Ini yg mempercepat kerusakan jalan,” lanjut Uce.

Untuk itu, Dishub Provinsi diharapkan tegas mengatur kendaraan berat itu atau berkompromi dengan meminta kontribusi korporasi yang muatanya lebih untuk memperbaiki lubang lubang tersebut, kalau tiap perusahaan memperbaiki 2 atau 3 lubang, bisa cepat baik itu jalan. “Dengan begitu uang Pemkab yang tahun ini udah kami anggarkan, bisa fokus untuk bangun yang memang jadi tanggungjawabnya yaitu bangun jalan pelabuhan, ratusan KM jalan antar kecamatan di pedalaman, jalan antar desa dan gang gang” Papar Uce.

Salah seorang netizen kritik jalan rusak lewat Medsos

Lanjut Uce, Jalan pelabuhan itu penting, agar pelabuhan cepat terpakai, sehingga barang dari Sulawesi atau Jawa langsung bongkar di Sangatta. Ini akan hemat waktu, biaya, transport sehingga barang-barang di Sangatta bisa lebih murah, serta mengurangi beban jalan Sangatta Samarinda, sehinga jalan itu bisa awet.

Jalan jalan antar kecamatan banyak kami prioritaskan di bangun, sebab mereka selama ini jalannya tanah liat, dan mereka juga warga Kutim yang harus diperhatikan, apalagi jalan mereka jalan poros terkait perputaran ekonomi. Sejelek jeleknya jalan Sangatta – Bontang pada ruas yang rusak, asal pelan-pelan masih bisa di lewati. Tapi jalan di pedalaman klau rusak, harus bermalam tunggu kering jalan.

“Saya juga sudah komunikasi dengen DPRD Provinsi, agar usulan saya di atas di tindaklanjuti ke Dishub dan PU Pemprov,” pungkasnya. (Jainul / shs)

Comments

0 comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *