Laporan khusus: Menilik Sarasehan Penggiat Deradikalisasi Dunia Maya oleh BNPT (1)

yogyakarta-badan nasional penanggulangan terorisme yang biasa disingkat BNPT terus bekerja keras menumpas radikalisme dan terorisme di indonesia. salah satu programnya adalah melawan propaganda berbau radikalisme melalui sosial media dan media dunia maya lainnya. untuk itu, BNPT akan mengadakan acara yang bertajuk : “sarasehan pencegahan paham radikal, terorisme dan ISIS di kalangan penggiat dunia maya”. salah satu reporter hariankutim.com yang diundang sebagai peserta berkesempatan meliput acara yang berlangsung tanggal 1 hingga 3 maret 2017 di jogjakarta tersebut. berikut adalah liputan ali basuki, reporter hariankutim.com yang akan di laporkan scara berseri.

sekitar pukul 02.00 pesawat garuda indonesia yang mengangkut saya dari balikpapan menuju bandara internasional adisutjipto yogyakarta akhirnya  berhasil mendarat. setelah sempat berputar-putar di atas kota yogyakarta karena tidak dapat izin mendarat dari otoritas bandara adi sutjipto sebab cuaca sedang buruk. saat itu yogyakarta memang sedang di guyur hujan sedang. dan reda tepat saat saya memasuki area bandara. setelah mendarat saya langsung menuju pangkalan ojek terdekat. sebelumnya saya sudah browsing dan tanya kolega, kira-kira kendaran apa yang recomended di naiki untuk menuju hotel alana, tempat cara sarasehan berlangsung. dari beberapa opsi, akhirnya saya memilih ojek pangkalan. lebih praktis dan tentu saja hemat.

setelah sepakat harga, saya langsung menuju hotel. berbekal alamat yang tertera di undangan, kami bergegas. sambil menikmati manuver-manuver driver ojek di jalanan yogyakarta yang ternyata sangat ramai. apalagi jika di bandingkan lalu lintas sangatta. saya menikmati pemandangan yogyakarta, kota yang banyak orang bilang istimewa ini. celakanya hujan kembali deras tepat saat hotel alana yang menjulang tinggi itu terlihat. merasa tujuan sudah dekat, kami nekat menerobos hujan. sampailah saya di hotel dengan basah kuyup.

jam menunjukan pukul 02.50 ketika saya sampai di lobby hotel yang dikelola aston group tersebut. rceptionist mengarahkan saya untuk registrasi ke panitia di depan ballroom. ballrom terletak agak kedalam, melalui lorong menuju gedung sebelah. di depan ballroom terdapat beberapa orang sedang menghadap meja. di smping meja ada tulisan : registrasi BNPT. saya tidak tersasar ternyata!.

setelah dimintai beberapa tanda tangan dibeberapa dokumen serta menyerahkan boarding pass saya, saya di serahi sebuah tas dan dua buah buku berjudul : “ensiklopedi pencegahan terorisme” dan “anak muda cerdas mencegah terorisme”. dan tentu saja kunci kamar yang berbentuk kartu. sebenarnya di ballrom tersebut sudah di sediakan makanan guna di santap. namun saya memilih menuju kamar terlebih dahulu untuk ganti pakaian. pakaian saya basah oleh hujan tadi. (bersambung)

lanjutan : laporan khusus : menilik sarasehan penggiat deradikalisasi dunia maya oleh BNPT (2)

Bagikan:

What do you think?

0 points
Upvote Downvote

Komentar

Tinggalkan Komentar

One Ping

  1. Pingback:

Komentar

Loading…

0

Comments

0 comments

Raja Salman Senang Berada di Indonesia

Netizen Sangatta Kirim Surat Terbuka untuk Raja