Laporan Khusus: Menilik Sarasehan Penggiat Deradikalisasi Dunia Maya oleh BNPT (2)

yogyakarta- badan nasional penanggulangan terorisme yang biasa disingkat BNPT terus bekerja keras menumpas radikalisme dan terorisme di indonesia. salah satu programnya adalah melawan propaganda berbau radikalisme melalui sosial media dan media dunia maya lainnya. untuk itu, BNPT akan mengadakan acara yang bertajuk : “sarasehan pencegahan paham radikal, terorisme dan ISIS di kalangan penggiat dunia maya”. salah satu reporter hariankutim.com yang diundang sebagai peserta berkesempatan meliput acara yang berlangsung tanggal 1 hingga 3 maret 2017 di jogjakarta tersebut. berikut adalah liputan ali basuki, reporter hariankutim.com yang akan di laporkan scara berseri.

lihat juga : laporan khusus : menilik sarasehan penggiat deradikalisasi dunia maya oleh BNPT (1)

Kamar saya di lantai 2, no 208. Hotel yang terletak di jln. Palagan tentara pelajar di mataram city ini terdiri dari 18 lantai, Dengan ratusan kamar tersedia. Kamar dengan twin bed menjadi jatah saya. Kamar masih kosong, artinya teman sekamar saya belum datang. Nampaknya saya menjadi orang pertama yang datang dan registrasi hari ini. Mungkin karena cuaca buruk dan banyak penerbangan  yang harus delay untuk mendarat di Yogyakarta membuat banyak peserta datang agak terlambat.

Tidak lama setelah saya memasuki kamar, ada yang mengetuk pintu. Setelah saya buka ternyata teman sekamar saya datang. Melalui perkenalan singkat kami langsung akrab. Pria yang minta di sapa ayeat ini ternyata berasal dari Banjarmasin. Seorang blogger berpengalaman. Ia diundang dalam kapasitasnya sebagai duta damai dunia maya BNPT.

Acara sarasehan ini memang diadakan untuk saling mengenal dan berdiskusi antar anak muda yang pernah di bina atau di beri pelatihan serta contributor BNPT selama ini. Ada tiga kelompok yang diundang, yang pertama adalah perwakilan duta damai dunia maya BNPT. Duta damai dunia maya BNPT ini dibentuk BNPT di 4 kota tahun lalu. Makasar, Jogjakarta, medan dan Jakarta. Sebagai penggiat konten damai untuk mengcounter konten radikalisme di dunia maya. Kelompok kedua adalah user aktif pengguna domain damai.id milik BNPT. BNPT menyediakan domain gratis bagi para anak muda yang ingin berkontribusi dalam kampanye deradikalisasi di dunia maya. Mereka yang dinilai aktif diundang di acara ini. Dan kelompok terakhir adalah kontrIbutor situs edukasi deradikalisasi jalandamai.org. situs tersebut adalah situs berisi konten-konten edukatif bertema deradikalisasi yang langsung di bawah naungan BNPT. Saya sendiri diundang sebagai bagian kelompok ketiga.

Setelah selesai mrapikan diri, saya menuju ke ballroom kembali guna menikmati makanan yang disediakan tadi. Disana saya bertemu 2 teman asal Jakarta yang baru saja sampai. Mereka adalah teman saat pelatihan counter violence and extremisme di Lombok 2 tahun lalu. Acara yang juga diadakan oleh BNPT.

Kami langsung ngobrol kesana kemari sambil menikmati hidangan. Senang mendengar kabar mereka dan teman lainnya masih aktif menyebarkan konten damai di sosial media. Bahkan mereka juga adalah bagian dari duta damai BNPT. Lewat mereka saya diberitahu bahwa ada ratusan duta damai yang telah mengikuti pelatihan di seluruh Indonesia. Mereka berasal dari kalangan anak-anak muda kreatif. Mulai dari yang mahir menulis artikel, video content, media sosial expert, cendikiawan muda, penggiat kegiatan sosial dan lain sebagainya.

Anak-anak muda yang rata-rata masih berstatus mahasiswa ini sangat bersemangat. Cinta mereka terhadap bangsa dan Negara diwujudkan dalam kegiatan kreatif inpiratif. Ide-ide mereka sangat luar biasa, bahkan mereka telah mempersiapkan ebuah projek lautan untuk menggalakkan kampnye cerdas bersosial media dan anti hoax.

Hari itu saya akhiri dengan beristirahat, berharap besok segar bugar alam mengikuti rangkaian acara yang dijadwalkan sangat padat ini. (bersambung)

Bagikan:

What do you think?

0 points
Upvote Downvote

Komentar

Komentar

Loading…

0

Comments

0 comments

Gus Mus Terima Rombongan Ansor Kutim

GMKB Gelar Diskusi Uji Publik Hubungan Keuangan Pusat dan Daerah