Lomba MMQ Masuki Babak Final

  • Whatsapp
Lomba MMQ Masuki Babak Final

Sangatta, hariankutim.com – Salah satu cabang yang diperlombakan pada pelaksanaan Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) ke-XIII Tingkat Kabupaten Kutai Timur (Kutim) Tahun 2017 adalah Musabaqah Makalah Qur’an (MMQ). Sesuai dengan namanya, musabaqah ini mempertandingkan para peserta untuk dapat membuat makalah ilmiah yang bersumber dari kajian-kajian Alquran.

Berbeda dengan cabang MTQ lainnya, MMQ dianggap sebagai salah satu cabang yang memiliki tingkat kesulitan paling tinggi. Hal ini dikarenakan sistem perlombaan dalam MMQ, peserta menulis langsung dengan menggunakan laptop maupun personal komputer (PC) di dalam ruangan yang ditunggui dewan hakim ini bertujuan untuk memperoleh karya yang original serta untuk mencetak penulis-penulis yang mampu mengekplorasi pemikirannya ke dalam bentuk tulisan yang mendalam.

Bacaan Lainnya

Lomba MMQ Masuki Babak Final

Oleh karena itu, untuk menulis makalah Alquran tidak dapat dilakukan oleh sembarangan orang. Dibutuhkan orang-orang yang berintelektual tinggi disertai kesabaran, keahlian dan ketelitian yang mumpuni. Terlebih karena MMQ sarat akan kajian-kajian Alquran danTafsir. Sehingga karya-karya penulis MMQ berbeda dengan penulisan ilmiah murni pada umumnya.

Para peserta MMQ diperkenankan membawa berbagai sumber untuk dijadikan rujukan seperti jurnal,buku, majalah, koran ke dalam ruangan lomba dengan jumlah yang tidak dibatasi. Meskipun demikian, para dewan hakim tetap memeriksa sumber-sumber bacaan para peserta. Jika ada sumber bacaan terindikasi mirip dengan tema yang diperlombakan, maka referensi tersebut akan disita oleh panitia.

Salah seorang peserta MMQ yang juga merupakan satu peserta finalis nomor 781 yang mengikuti cabang ini mengungkapkan, jika mengikuti MMQ sedikit banyak memiliki kemudahan dan kesusahan yang berbeda-beda dirasakan setiap peserta.

“Intelektual, wawasan dan ketelitian sangat diperlukan untuk mengikuti lomba ini, saya pernah mengetik hingga lewat batas kertas yang tentunya dapat mempengaruhi kriteria penilaian,” ujarnya ketika ditemui hariankutim.com di arena perlombaan MMQ di SDN 001 Teluk Pandan.

Ia juga mengungkapkan, jika para peserta MMQ harus dapat memadukan tema dengan judul dan isi yang saling berkaitan, terutama dengan menggunakan puluhan referensi agar menjadi makalah Alquran yang apik dan layak untuk dibaca dewan hakim.

“Judul, tingkat keilmiahan, tata bahasa, sistematika kepenulisan dan referensi adalah sesuatu hal yang sangat diperhatikan untuk mendapatkan penilaian dari dewan hakim,” jelasnya.

Setiap peserta akan dikelompokkan ke dalam tiga sesi pertandingan, mulai dari sesi penyisihan, semi final dan Final. Namun, khusus untuk babak final, setiap peserta akan diberikan kesempatan untuk mempresentasikan karyanya untuk diuji di hadapan dewan juri. (Fadil/Nala)

Comments

0 comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *