LSM Ecositrop Adakan Konsultasi Publik Kawasan Bernilai Konservasi Tinggi

Ecositrop Adakan Konsultasi Publik Kawasan Bernilai Konservasi Tinggi

Sangatta, HarianKutim.Com – Hari ini di ruang room Pelangi 2 Hotel Victoria Sangatta diadakan konsultasi publik yang diadakan oleh LSM Ecology and Conservation Centre for Tropical Studies (Ecositrop), Rabu (12/4/2017).

Ecositrop Adakan Konsultasi Publik Kawasan Bernilai Konservasi Tinggi

Beberapa peserta yang tampak hadir pada kegiatan tersebut, perwakilan dari beberapa instansi PT. HK, BLHD, Kodim 0909 Sangatta, KPHP, BTN Kutai, Taman Nasional Kutai, Polres Kutai Timur, dan dinas pengendalian lahan Kabupaten Kutai Timur.

Pada kesempatan tersebut di daulat sebagai narasumber dari Kementerian Lingkungan Hidup, Dr. Wawan Gunawan dan dosen Fakultas Kehutanan Universitas Mulawarman, Dr. Yaya Rayadin itu dalam rangka identifikasi kawasan bernilai konservasi tinggi (NKT) dan kawasan konservasi orang utan di areal kerja IUPHHK-HTI PT. Permata Hijau khatulistiwa Kutai Timur.

Berdasarkan studi hasil identifikasi penilaian kawasan bernilai konservasi tinggi dan kawasan konservasi orangutan di areal kerja IUPHHK-HTI PT. Permata Hijau khatulistiwa Kutai Timur, yang dilakukan LSM Ecology and Conservation Centre for Tropical Studies (Ecositrop), terdapat 7.756,9 hektar kawasan bernilai konservasi tinggi (NKT) atau sekitar 28,1% dari seluruh areal konsensi HTI PT Permata Hijau Khatulistiwa dengan luas 26.345 hektar.

Lanjut hasil identifikasi Ecositrop, areal NKT yang teridentifikasi tersebut terdiri NKT 1 tentang keanekaragaman jenis spesies 7.573,5 hektar atau 27,48%, NKT4 tentang jasa ekosistem 2.554,1 hektar atau 9,27%, dan NKT 5 tentang kebutuhan dasar 1.437,7 hektar atau 5,22%.

Sundara berdasarkan hasil studi kawasan konservasi orang utan di areal konsesi PT Permata Hijau khatulistiwa, estimasi populasi jumlah individu orang hutan sebanyak 58 berdasarkan kajian distribusi dan jumlah populasi yang tersebar ke dalam beberapa kelompok habitat orangutan, yaitu kawasan sempadan Sungai Beliwit, kawasan belukar Tua Himba Lestari, kawasan hutan sekunder Sungai Tanah Hitam, kawasan hutan sekunder bufferzone PT PHK, kawasan hutan sekunder sepanjang Sungai Sangatta Kanan.

Hasil kajian ini diharapkan dapat memberi dampak positif khususnya bagi kehidupan masyarakat sekitar hutan maupun masyarakat di sekitar konsensi perusahaan. (Nala)

Bagikan:

What do you think?

0 points
Upvote Downvote

Komentar

Komentar

Loading…

0

Comments

0 comments

Pemprov Kaltim Serahkan SK Penempatan Guru Honor SMA/SMK

Gubernur Kaltara Apresiasi Kunjungan Tim Kehumasan Setkab