Menata Lembaran Baru, SD YPPSB 3 Gelar Halal Bihalal

  • Whatsapp

“Bulan syawal sekaligus dihelat acara halal bihalal ini bertujuan menata lembaran baru, saling memaafkan yang salah diperbaiki sehingga di masa yang akan datang menjadi lebih baik.” Demikian disampaikan dalam sambutan Kepala SD YPPSB 3 Marsono S.Pd pada acara halal bihalal keluarga besar SD YPPSB 3 di aula SD YPPSB 3 Sabtu (22/7/2017).

Sementara Manajer pendidikan Yayasan Pendidikan Prima Swarga Bara (YPPSB), Drs. H. Wariadi, M. Pd dalam sambutannya sepakat dengan yang disampaikan kepala SD YPPSB 3 bahwa halal bihalal yang berada pada awal pembelajaran ini dapat dijadikan untuk menatap hal baru dan mempersiapkan pembelajaran di tahun pembelajaran.

“Disamping itu halal bihalal juga dapat dijadikan sebagai motivasi untuk meningkatkan pelayanan pendidikan menjadi lebih baik,” lanjut Wariadi

Didaulat sebagai penceramah kegiatan halal bihalal, Ustadz Ahmad Syaichu, S.Hi Berkat Sidin membuka ceramahnya tentang filosofi manusia bahwa manusia dikatakan sebagai Insan karena tempatnya salah (khoto’) dab lupa (nisyan).

Ustadz Syaichu menceritakan seorang istri yang menuliskan kesalahan suaminya dituliskan di pasir, sementara kebaikan suaminya dituliskan di batu. menurutnya dengan ditulis di pasir ketika ada angin maka kesalahan itu akan hilang bersama angin, sementara ketika ditulis di batu maka kebaikan itu akan kekal dan bertahan lama.

“Untuk itu, saya mengingatkan untuk berhati-hati karena banyaknya kebaikan akan hilang dengan adanya satu kesalahan,”tuturnya.

Ustadz Syaichu melanjutkan pada jaman Rasul SAW pernah memceritakan Abu dhomdhom, kalau dipagi hari aku bersedekah kepada orang yang berbuat dhalim kepadanya.

Sementara Ibnu Umar pernah bertanya kepada Rasul SAW tentang seorang laki-laki yang dijamin Rasul masuk surga. Padahal Ibnu Umar adalah orang yang terkenal selalu mengikuti jejak langkah nabi dan selalu mengikuti sunah sunah Nabi.

Seorang laki laki yang di jamin masuk surga oleh Rasul, setiap sebelum tidur merenung setiap berbuat salah sama Allah akan beristighfar, dan
setiap ada orang yang berbuat dholim kepadanya, sebelum meminta maaf sudah dia maafkan. (Sismanto/Nala)

Comments

0 comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *