Menengok Pasar Tradisional SP 4 Kongbeng

  • Whatsapp
Pasar Tradisional SP 4 Kongbeng
Pasar Tradisional SP 4 Kongbeng

Kongbeng, hariankutim.com – Ada ungkapan yang sangat terkenal “Jika kau ingin mengenal sebuah masyarakat maka datanglah ke pasarnya”, ungkapan ini tidak berlebihan karena pasar lah tempat bertemunya berbagai macam manusia dan kepentingan. Pasar tidak saja menyajikan fungsinya yang utama sebagai tempat transaksi jual beli, lebih dari itu pasar bahkan menjadi penanda dan indikator kecenderungan dan trend yang sedang terjadi di suatu masyarakat.

Dari sekian toko pakaian yang berjajar di pasar dapat diketahui model celana, T Shirt dan baju apa yang sedang digandrungi, pun dari deretan lagu yang berulang-ulang diputar di kios-kios VCD/DVD dapat diketahui lagu/jenis musik apa yang sedang jadi idola di lingkungan pasar tersebut. Maka tidak berlebihan jika ungkapan tersebut di atas memberikan jalan pintas bagi siapa saja untuk mengetahui secara umum kecenderungan dan selera sebuah masyarakat.

Bacaan Lainnya

Menengok pasar tradisional di salah satu kecamatan di wilayah kabupaten Kutai Timur, Pasar SP 4 Kongbeng tepatnya maka akan ditemukan pemandangan yang mungkin tidak akan ditemui di pasar-pasar tradisional di wilayah lain di republik ini. Pasar SP 4 yang secara administratif berada di wilayah desa Marga Mulia ini pada hari-hari selain Minggu akan nampak seperti pasar-pasar tradisional yang lainnya, namun akan menjadi berbeda pemandangannya jika di hari Minggu, mobi truk sebagai alat transportasi andalan para pekerja untuk menuju ke pasar akan dapat ditemui berbondong-bondong menuju pasar SP 4 Kongbeng, tidak sedikit pula kendaraan roda 2 yang juga berdatangan menuju pasar tersebut.

Tak heran jika pasar akan penuh sesak dengan penjual dan pembeli yang memenuhi pasar ini. Hal ini dikarenakan kecamatan Kongbeng memiliki banyak perusahaan sawit yang tentunya menyerap banyak tenaga kerja sehingga hari Minggu sebagai hari libur di perusahaan menjadi hari yang benar-benar dimanfaatkan sebagian besar pekerja untuk memenuhi kebutuhannya dan pasar lah tujuannya.
Tidak mengherankan omset penjual di hari Minggu akan naik drastis jika dibandingkan dengan hati-hati biasa, Wawan seorang penjaga toko spare part sepeda motor menuturkan jika pada hari-hari biasa tokonya melakukan transaksi berkisar di Rp.10.000.000, maka di hari Minggu terlebih setelah gajian di perusahaan nilai transaksi berada dikisaran Rp. 40.000.000. tentunya lonjakan nilai transaksi ini luar biasa.

Anak-anak pekerja pun juga tidak ketinggalan, di pasar lah mereka dapat menemukan hiburan yang jarang sekali mereka temui di afdeling-afdeling tempat tinggal mereka, sebut saja odong-odong, pancingan magnet dll. Maka tidak mengherankan jika hari Minggu yang bertepatan dengan penerimaan gajian karyawan perusahaan pasar ibaratnya tempat silaturrahim, bersosialisasi dan saling memberikan informasi antara pekerja perusahaan sawit yang berjarak puluhan kilometer dari pasar dengan penjual yang notabene adalah penduduk SP (Satuan Pemukiman), terlebih di daerah seperti Kongbeng ini pasar bisa diibaratkan layaknya alun-alun karena ia adalah jujukan (Jawa) sebagian masyarakat Kongbeng untuk sekedar jalan-jalan, cuci mata, dan nongkrong di warung kopi.

Reporter Ubaidillah / Editor Sismanto HS

Comments

0 comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *