Mengenal Modalitas Belajar

Oleh :
Moh. Syaiful Imron, S.Pd., M.Si
Kepala Seksi Kurikulum dan Evaluasi Pendidikan Dasar (SD)
========================================================================

APAPUN KURIKULUMNYA
GURU WAJIB MENGETAHUI MODALITAS BELAJAR PESERTA DIDIKNYA
DALAM MELAKSANAKAN PROSES PEMBELAJARAN

Kurikulum pendidikan suatu negara pastilah bersifat dinamis menyesuaikan dengan perkembangan ilmu pengetahuan ,teknologi, sosial budaya, peradaban dan faktor – faktor lain yang berkembang dalam dunia secara global. Oleh sebab itu sudah menjadi keniscayaan pada kurun waktu tertentu kurikulum pendidikan suatu negara perlu direvisi dan disempurnakan sesuai perkembangan zaman. Hal ini dilakukan dengan harapan outcome dalam proses pendidikan pada jenjang-jenjang tertentu sesuai dengan tuntutan zaman yang berlaku pada saat itu.

Negara kita pun harus berusaha keras menetapkan kurikulum pendidikan yang tepat . Berikut perjalanan dan perkembangan kurikulum yang diberlakukan di Indonesia antara lain : Kurikulum 1947 dimana rencana pelajaran dirinci dalam rencana pelajaran terurai; Kurikulum 1964 yang dikenal dengan rencana pendidikan sekolah dasar; Kurikulum 1968 yang disebut Kurikulum Sekolah Dasar; Kurikulum 1973 yang dikenal dengan Kurikulum Proyek Perintis Sekolah Pembangunan (PPSP) ; Kurikulum 1975 kembali ke kurikulum Sekolah Dasar yang disempurnakan ; Kurikulum 1984 ; kurikulum 1994 ; Kurikulum 1997 merupakan revisi kurikulum 1994; Kurikulum 2004 adalah rintisan Kurikulum Berbasis Kurikulum (KBK); Kurikulum 2006 yang dikenal dengan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP); Kurikulum 2013 ; Kurikulum 13 revisi yang mulai diberlakukan tahun 2017.

Dalam setiap kurikulum antara lain berisi tentang pedoman, arah , pendekatan , strategi dan model pembelajaran yang diterapkan untuk mencapai tujuan pembelajaran yang pada akhirnya mencapai tujuan pendidikan pada setiap tingkatan dan jenjang. Agar terjadi pembelajaran yang efektif maka guru dituntut untuk kreatif dalam proses transfer of learning. Untuk memicu kreatifitas guru maka seorang guru harus mengetahui dan mengerti tentang modalitas belajar peserta didiknya yang terkait dengan gaya belajarnya.
Modalitas belajar adalah cara peserta didik dalam menyerap atau mengakses informasi melalui indra yang dimilikinya. Cara tercepat bagi otaknya untuk menyerap informasi, berinteraksi, dan berkomunikasi. Modalitas belajar ini digunakan untuk memanfaatkan gaya belajar peserta didik, karena pemanfaatan gaya belajar peserta didik yang tepat berpengaruh kuat terhadap keberhasilan proses belajar peserta didik. Pada umumnya setiap peserta didik memiliki akses ketiga modalitas (visual-auditorial-kinestetik) tetapi mempunyai kecenderungan terfokus pada salah satu modalitas belajar (Bandler dan Grinder, 1981) yang berperan sebagai saringan untuk pembelajaran, pemrosesan, dan komunikasi.

Modalitas belajar terdiri dari tiga macam, yaitu visual, auditorial, dan kinestetik. Tiap-tiap modalitas belajar memiliki ciri-ciri khusus sehingga dapat dipakai sebagai pertimbangan dalam menentukan strategi dalam melaksanakan proses pembelajaran.
1. Modalitas Visual
Modalitas visual mengakses citra visual, yang diciptakan maupun diingat. Warna, hubungan ruang dan gambar sangat menonjol dalam modalitas ini. Adapun ciri – ciri peserta didik yang memiliki modaliatas visual antara lain : Rapi dan Teratur; Berbicara dengan cepat; Teliti dan detail; Mementingkan penampilan; Mengingat apa yang dilihat daripada yang didengar; Mengingat dengan asosiasi visual; Biasanya tidak terganggu dengan keributan; Mempunyai masalah untuk mengingat instruksi verbal, kecuali ditulis, sering minta bantuan orang lain untuk mengulanginya; Pembaca cepat dan tekun; Membutuhkan tujuan dan pandangan yang menyeluruh dan bersikap waspada sebelum secara mental merasa pasti tentang suatu masalah atau kegiatan; Mencoret – coret tanpa arti selama berbicara di telpon atau ketika mengikuti pelajaran; Sering menjawab pertanyaan dengan jawaban singkat “Ya” atau “Tidak”; Lebih suka melakukan demonstrasi daripada berpidato; Lebih suka seni daripada musik; Seringkali tahu apa yang harus dikatakan, tetapi tidak pandai memilih kata-kata; Kadang-kadang kehilangan konsentrasi ketika mereka ingin memperhatikan.
Setelah guru mengetahui modalitas peserta didiknya maka guru akan dapat memilih strategi atau model pembelajaran yang akan disajikan. Adapun alternatif strategi yang dapat digunakan untuk mengajar peserta didik yang dominan visual antara lain :
 Gunakan kertas tulis dengan tulisan berwarna daripada papan tulis. Lalu gantungkan grafik berisi informasi penting di sekeliling ruangan pada saat menyajikan, dan merujuk kembali grafik itu ketika menjelaskan kembali;
 Dorong peserta didik menggambarkan informasi, dengan menggunakan peta, diagram, dan warna. Berikan waktu untuk membuatnya;
 Berdiri tenang saat menyajikan segmen informasi, bergeraklah di antara segmen;
 Beri kode warna untuk bahan pelajaran dan perlengkapan;
 Gunakan bahasa ikon dalam presentasi dengan menciptakan symbol visual atau ikon yang mewakili konsep kunci.

2. Modalitas Auditorial

Modalitas auditorial mengakses segala jenis bunyi dan kata. Musik, nada, irama, rima, dialog internal, dan suara sangat menonjol dalam modalitas ini. Adapun ciri peserta didik yang dominan modalitas auditorial antara lain : Berbicara pada diri sendiri ketika bekerja; Mudah terganggu oleh keributan; Menggerakkan bibir dan mengucapkan tulisan ketika membaca; Senang membaca dengan keras dan mendengarkan; Dapat mengulangi kembali dan menirukan nada, birama dan warna suara; Merasa kesulitan untuk menulis tetapi hebat dalam bercerita; Berbicara dalam irama yang terpola, biasanya pembicara yang fasih; Lebih suka musik daripada seni; Belajar dengan mendengarkan dan mengingat apa yang didiskusikan daripada yang dilihat; Suka berbicara; Suka berdiskusi dan menjelaskan sesuatu panjang lebar; Lebih pandai mengeja dengan keras daripada menuliskannya; Lebih suka gurauan lisan daripada membaca komik
Strategi mengajar bagi peserta didik yang mempunyai kecenderungan dominan Auditorial adalah:
 Gunakan variasi vokal;
 Gunakan pengulangan, minta peserta didik menyebutkan kembali konsep kunci dan petunjuk;
 Setelah tiap segmen pengajaran, minta peserta didik memberitahu teman disebelahnya satu hal yang dia pelajari;
 Nyanyikan konsep kunci atau minta peserta didik mengarang lagu/rap mengenai konsep itu;
 Dorong peserta didik untuk memikirkan jembatan keledai untuk menghafal konsep kunci;
 Gunakan musik sebagai aba-aba untuk kegiatan rutin.

3. Kinestetik
Modalitas kinestetik mengakses segala jenis gerak dan emosi. Gerakan, koordinasi, irama, tanggapan emosional, dan kenyamanan fisik menonjol dalam modalitas ini. Ciri – cirinya antara lain : Menanggapi perhatian fisik; Menyentuh orang untuk mendapat perhatian mereka; Berdiri dekat ketika berbicara dengan orang; Selalu berorientasi pada fisik dan banyak bergerak; Mempunyai perkembangan awal otot-otot yang besar; Belajar melalui manipulasi dan praktek; Menghafal dengan cara berjalan dan melihat; Menggunakan jari sebagai penunjuk ketika membaca; Banyak menggunakan isyarat tubuh; Tidak dapat duduk diam untuk waktu lama; Tidak dapat mengingat geografi, kecuali jika mereka memang telah pernah berada di tempat itu ; Mencerminkan aksi dengan gerakan tubuh saat membaca; Memiliki tulisan yang jelek; Ingin melakukan segala sesuatu; Menyukai permainan yang menyibukkan.
Strategi mengajar bagi peserta didik yang mempunyai kecenderungan kinestetiknya tinggi adalah:
 Gunakan alat bantu saat mengajar untuk menimbulkan rasa ingin tahu dan menekankan konsep-konsep kunci;
 Ciptakan simulasi konsep agar peserta didik mengalaminya;
 Jika bekerja dengan peserta didik perseorangan, berikan bimbingan paralel dengan duduk di sebelah mereka, bukan di depan atau belakang peserta didik;
 Peragakan konsep sambil memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk mempelajarinya langkah demi langkah;
 Izinkan peserta didik berjalan-jalan di kelas
Sekolah harus memiliki data sebaran perkelas tentang modalitas belajar peserta didiknya. Data ini yang dapat diakses oleh guru dan dapat dipakai sebagai bahan pertimbangan dalam membuat perencanaan pembelajaran. Dengan mengetahui modalitas belajar dan kurikulum yang diterapkan disekolah tersebut guru akan lebih mudah menentukan langkah – langkah pembelajaran yang efektif sehingga dapat mencapai tujuan pembelajaran yang telah ditetapkan.
Modalitas belajar terkait erat dengan gaya belajar, dan ini secara umum telah ada secara alamiah pada peserta didik, guru harus mampu mengolah secara kreatif modalitas belajar dan gaya belajar peserta didiknya apapun kurikulum yang berlaku. Hal ini merupakan modal dasar yang harus dimiliki guru untuk mengembangkan proses pembelajaran dalam track kurikulum yang berlaku.

Bagikan:

What do you think?

0 points
Upvote Downvote

Komentar

Komentar

Loading…

0

Comments

0 comments

Ketika Pembelajaran Tidak Meaningfull

KPC Bantu 56 Komputer dan Server Untuk UNBK SMP Sangatta