Menuju Sekolah Adiwiyata Mandiri, SMPN 1 Teluk Pandan Gelar Pelatihan Daur Ulang Sampah

Teluk Pandan, Kutim. Persiapan menghadapi seleksi Adiwiyata Tingkat Mandiri tahun 2019, SMP Negeri 1 Teluk Pandan gelar pelatihan daur ulang sampah kepada masyarakat yang berada di lingkungan sekolah, Kamis (14/3/19). Sebanyak 30 orang tua siswa perwakilan dari masing-masing tingkat mengikuti pelatihan daur ulang sampah yang diselenggarakan di gedung laboratorium IPA sekolah tersebut.

Rasyuni, M. Pd selaku Kepala Sekolah, dalam sambutannya menyampaikan bahwa dalam pelatihan nantinya akan diberikan penjelasan bagaimana cara penanganan limbah sampah berbahan plastik yang didapatkan di rumah-rumah sehingga menciptakan produk yang indah dan bermanfaat. “Pelatihan sehari pengolahan sampah yang diikuti oleh ibu-ibu wali siswa dari 3 desa di Kec. Teluk Pandan ini, disamping sebagai persiapan untuk maju seleksi Adiwiyata tingkat Mandiri, pelatihan juga bertujuan sebagai wahana berbagi ilmu kepada masyarakat yang berada di lingkungan sekolah sehingga mampu menumbuhkan kemampuan kewirausahaan masyarakat.

“Kita akan memberikan pelatihan bagaimana mengelola sampah menjadi produk yang bermanfaat bahkan dapat menghasilkan uang dari mengelola sampah-sampah tersebut,” ujarnya.

Dudung, S. Pd sebagai pemateri dan pembina pokja daur ulang sampah dengan prinsip 3R (Reduce, Reuse, dan Recycle), yang terdapat dalam struktur tim adiwiyata di sekolah menengah ini menjelaskan bahwa pelatihan pengolahan sampah adalah salah satu program kegiatan yang dipersiapkan untuk menambah materi dalam menghadapi seleksi adiwiyata tingkat mandiri.

“Tahun 2015, sekolah kami sudah menjadi sekolah adiwiyata nasional. Jadi tahun ini akan maju mengikuti seleksi tingkat mandiri sehingga kami perlu mempersiapkan sebanyak mungkin materi untuk maju ke tahap seleksi Adiwiyata Mandiri,” jelasnya kepada Harian Kutim.

Dudung menambahkan, ia melatih pegolahan sampah anorganik. Jadi yang dilakukannya adalah mengajari berbagai macam ketrampilan membuat barang berbahan baku limbah plastik. “Saya ajari ibu-ibu membuat ketrampilan berbahan baku limbah plastik. Salah satunya merangkai karangan bunga,” jelasnya.

Para peserta dibagi menjadi 5 kelompok kecil untuk mempraktekkan bagaimana cara mengelola sampah plastik menjadi bahan yang berguna. Kelompok 1 dan 2 berlatih membuat karangan bunga dari botol bekas air kemasan. Kelompok 3 membuat karangan bunga dari kresek, kelompok 4 membuat kreasi bros dari tutup botol, dan kelompok 5 membuat rangkaian bunga dari pembungkus minuman sachet.

“Harapan kita agar warga masyarakat lebih peduli lagi dengan kebersihan lingkungannya terutama yang berkaitan dengan pemanfaatan sampah sehingga terbentuk habit dan terbiasa dalam kegiatan mendaur ulang. Nantinya hasil karya yang di buat dapat langsung dibawa pulang oleh peserta,” ujar kepala sekolah saat menutup kegiatan pelatihan.

Acara ini diharapkan dapat menjadi kegiatan rutinitas yang diselenggarakan oleh sekolah atau lembaga-lembaga terkait sehingga dapat meningkatkan kepedulian masyarakat terhadap lingkungan dengan prinsip 3R dan mampu mengubah persepsi masyarakat tentang sampah yang tidak bernilai, menjadi sesuatu yang memiliki nilai ekonomis. (Yuni)

Bagikan:

What do you think?

0 points
Upvote Downvote

Komentar

Komentar

Loading…

0

Comments

0 comments

Raih Penghargaan Kementrian Keuangan, KPC Wajib Pajak Besar Taat

Pimpin Ruqyah Massal Aswaja, Sismanto Fokus Dakwah Alquran Biruqyah