Musrembang Kalimantan, Gubernur Kaltara Paparkan Percepatan Pembangunan Infrastruktur 

  • Whatsapp
Musrembang Kalimantan, Gubernur Kaltara Paparkan Percepatan Pembangunan Infrastruktur 

 

Jakarta, HarianKutim.Com – Musyawarah Perencanaan Pembangunan Regional (Musrenbanreg) Kalimantan Tahun 2017 digelar di ruang pertemuan Hotel Borobudur Jakarta, Selasa (18/4). Kegiatan Musrembang Regional Kalimantan tersebut dihadiri Mentri Dalam Negeri Bapak Cahyo Kumolo bersama kepala Daerah se Kalimantan.

Bacaan Lainnya
Musrembang Kalimantan, Gubernur Kaltara Paparkan Percepatan Pembangunan Infrastruktur 

Selaku koordinator Forum Kerjasama Revitalisasi dan Percepatan Pembangunan Regional Kalimantan (FKRP2RK) periode 2017-2018, Gubernur Kaltara Dr. Irianto Lambrie memberikan pemaparan sejumlah rencana kegiatan untuk pemerataan pembangunan di Pulau Kalimantan melalui percepatan pembangunan infrastruktur konektivitas dan energi.

Menurut Irianto, Kalimantan memiliki cadangan Sumber Daya Alam (SDA) yang melimpah, bebas gempa dan memiliki hutan yang didaulat sebagai paru-paru dunia. Selain itu, luas wilayah Kalimantan sekitar 4 kali luas Pulau Jawa, serta berada di antara Alur Laut Kepulauan Indonesia (ALKI) I dan II.

Lanjut Irianto, Belajar dari pengalaman sebelumnya, maka forum kerjasama pembangunan Kalimantan menyepakati dua fokus usulan untuk disampaikan kepada Pemerintah Indonesia untuk 2018, yakni konektivitas dan pembangunan energi.

“Sebab selama ini, ada ratusan usulan yang disampaikan tiap provinsi ke pusat. Namun, hanya dibawah 30 persen yang usulannya berhasil dibiayai oleh APBN (Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara),” paparnya.

Dua fokus usulan tersebut, merupakan masalah yang umum terjadi di Kalimantan. Ini juga sesuai dengan potensi dan kapasitas yang dimiliki tiap provinsi di Pulau Kalimantan.

Sedianya, dalam empat tahun terakhir ada 5 fokus pembangunan yang menjadi pembahasan di Kalimantan, yakni konektivitas, ketahanan pangan, ketahanan energi, industri dan pariwisata, kemaritiman dan perbatasan dan sumber daya alam dan lingkungan hidup. Tapi untuk tahun depan, fokus ke konektivitas dan ketahanan energi.

“Jika fokus kegiatan tersebut terealisasi maka saat Kalimantan dibangun, artinya memajukan Indonesia,” Tutup Irianto. (Nala)

Comments

0 comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *