“Nyadran” Pesantren al-Ikhsan Selenggarakan akhiris Sanah dan Khaul Syaikh Imam Puro

  • Whatsapp

Kongbeng, HarianKutim.Com — Pondok pesantren al-Ikhsan yang beralamatkan di Jl. Danau Batur desa Makmur Jaya Kongbeng pada Minggu, 21 Mei 2017 menyelenggarakan Akhiris Sanah dan Khaul Syaikh Imam Puro (Ngemplak-Purworejo) sekaligus “Nyadran”.

“Nyadran” atau “Megengan” merupakan istilah khusus yang berada di Nusantara untuk menyambut bulan suci Ramadhan yang biasanya dilaksakan dengan berkumpul yang diisi dengan berkirim do’a kepada leluhur, bershalawat dan memperbanyak istighfar baik dilaksanakan di rumah, masjid, mushalla atau pondok pesantren. “Nyadran” atau “Megengan” biasa dilaksankan di minggu terakhir bulan Sya’ban.

Bacaan Lainnya

Sebagai pra acara sejak pukul 08:00 Wita sudah dilantunan shalawat nabi oleh group shalawat PP. Al-Ikhsan, dilanjutkan dengan pembacaan Tahlil yang dipimpin oleh Ust. Amin Kholifah.

Pukul 09:00 acara dilanjutkan dengan pembacaan ayat-ayat suci Al-Quran, shalawat nabi dan sambutan yang secara berurutan disampaikan oleh; ketua panitia, perwakilan santri, kepala desa Makmur Jaya dan pengasuh Pondok Pesantren al-Ikhsan “KH. Nasruddin”.

Dalam sambutannya KH. Nasruddin mengingatkan tentang pentingnya ilmu agama yang berbeda dengan ilmu umum.
KH. Nasruddin menyitir syair yang terdapat dalam kitab Ta’lim Muta’alim, tidak akan berhasil mendapatkan ilmu agama melainkan harus memenuhi 6 syarat; cerdas, mempunyai rasa senang (cinta kepada ilmu), sabar, ada bekal (mampu mengadakan kitab,alat-alat tulis dll), mengikuti petunjuk guru serta ditempuh dengan waktu yang lama (menuntut ilmu dari ayunan sampai liang lahat).
Pada sesi istirahat acara diisi dengan kreatifitas santri/santriwati PP. Al-Ikhsan, tercatat 5 penampilan yang disajikan kepada jama’ah, baik berupa tari, musikalisasi puisi dan lagu anak-anak.

Menurut salah satu Ustadz sekaligus panitia “Madinatul Hijaz”, penyelenggaan Akhiris Sanah tahun ini memberikan ruang ekspresi yang seluas-luasnya kepada santri/santriwati sehingga penampilan kreatifitas santri/santriwati yang ditonjolkan.

Didapuk sebagi penceramah, Ustadzah Khotimatul Aulad yang juga seorang Khafidhah menerangkan pengertian Sya’ban, keutamaan bulan Sya’ban serta amalan-amalan yang dikerjakan di bulan Sya’ban.

Selain itu ia juga menerangkan pembagian mu’min yang ada 3; mu’min kamil (sempurna ibadahnya baik hablum minallah dan minannaas; para rasul, nabi, auliya’), mu’min naqish (mu’min yang ucapannya masih banyak menyakiti hati mu’min yang lain) dan mu’min fasiq (mu’min yang bermalas-malasan dalam mengerjakan kewajiban sehingga pekerjaan duniawi mengalahkan ibadah wajib).

Acara diakhiri dengan do’a tepat sebelum adzan Dhuhur dikumandangkan.
(Ubaidillah / Nala)

Comments

0 comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *