PBNU: Lima Hari Sekolah Harus Dibatalkan

  • Whatsapp

Jakarta, Pengurus Besar Nahdlatul Ulama menilai kebijakan full day school dalam bentuk lima hari sekolah lebih banyak mengandung mudarat dibandingkan maslahat. Kebijakan lima hari sekolah terbukti membuat energi masyarakat tersedot dan sibuk dengan perdebatan dan kegaduhan dalam menyikapinya.

Hal itu disampiakan oleh Sekjen PBNU HA Helmy Faishal Zaini sesaat setalah megomentari hasil survei yang dilakukan oleh Majalah Tempo. Dalam rilis survey indicator Majalah Tempo tersebut, dari 6889 responden sebanyak 4.827 (69 persen) responden menyatakan bahwa kebijakan full day school dalam bentuk lima hari sekolah tidak tepat dilakukan.

Bacaan Lainnya

“Fungsi pemerintah itu mengambil kebijakan dalam banyak hal yang basisnya adalah kemslahatan dan aspirasi dari masyarakat. Khusus soal masalah pendidikan ini, kan kondisi sudah tertata dengan baik, jangan malah membuat kebijakan yang berpotensi menimbulkan kagaduhan,” papar Helmy.

Lebih jauh, mantan Menteri Pembangunan Daerah Tertinggal Kabinet Indonesia Bersatu II itu mengatakan bahwa kebijakan soal lima hari sekolah bukan ditolak oleh kalangan masyarakat pesantren saja, banyak kalangan di luar pesantren yang tidak sepakat dengan kebijakan tersebut.

“Akan ada banyak perubahan mendasar jika kebijakan ini dipaksakan. Sebabnya Tanya masyarakat yang terdampak sangat luas. Kebijakan itu harus semaksimal mungkin menghindari mudarat. Dan full day school ini terbukti lebih banyak melahirkan mudarat. Maka sikap PBNU tegas, kebijakan full day school harus dibatalkan,” tegas Helmy. (Fariz Alniezar/Fathoni)

Source NU

Comments

0 comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *